Semarang (pilar.id) – Dalam kunjungan ke Pasar Bulu, Semarang, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan, bersama Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, melakukan pengecekan langsung terhadap stok dan harga beras.
Kunjungan ini dilakukan sebagai respons atas keluhan pedagang tentang kelangkaan dan kenaikan harga beras di beberapa wilayah.
Dalam peninjauan tersebut, Mendag mengakui bahwa stok beras saat ini memang berada dalam kondisi yang menipis, tidak hanya di Semarang tetapi juga di berbagai daerah lainnya.
Ia menjelaskan, salah satu faktor utama yang memicu kenaikan harga adalah musim tanam yang masih di awal periode, dengan harga beras premium kini mencapai Rp 85.000 per lima kilogram.
“Pemicu utama kenaikan harga adalah produksi beras lokal yang turun, terutama pada periode Januari hingga Maret, dibandingkan tahun lalu,” ujar Zulkifli Hasan.
Ia juga menambahkan bahwa pergantian musim tanam telah menyebabkan penurunan pasokan dan peningkatan harga.
Sebagai langkah penanganan, pemerintah, melalui koordinasi dengan Bulog, berencana menyediakan beras subsidi dengan label SPHP, yang dijual dengan harga sekitar Rp 11.000 per kilogram.
Mendag menyerukan kepada masyarakat untuk tidak panik dan menyampaikan bahwa pemerintah akan segera menggelontorkan beras subsidi sebanyak 250 ton ke pasar.
“Bulog telah melaporkan stok beras mencapai 2 juta ton menjelang bulan Ramadan, memastikan ketersediaan beras berkualitas baik dengan harga terjangkau,” tambahnya.
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menyatakan bahwa beras masih menjadi komoditas dengan harga tinggi di kota tersebut.
Ia mengharapkan panen pada Maret dapat meningkatkan ketersediaan beras. Rahayu juga menginstruksikan Dinas Perdagangan Kota Semarang untuk terus memantau stok beras dan mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan beras subsidi sebagai alternatif.
Kunjungan Mendag Zulkifli Hasan ke Pasar Bulu menegaskan komitmen pemerintah dalam mengatasi fluktuasi harga beras dan memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat. Langkah-langkah strategis, termasuk penyediaan beras subsidi, diharapkan dapat meredakan kekhawatiran masyarakat terkait dengan kenaikan harga pangan. (hdl)










