Surabaya (pilar.id) – Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, memberikan apresiasi kepada RSUD Haji Surabaya karena berhasil mengintegrasikan sistem Teknologi Informasi (IT) ke aplikasi SatuSehat. Pada kunjungannya, Menkes Budi menyatakan kekagumannya terhadap keberhasilan RSUD Haji Surabaya dalam menyatukan data kesehatan ke dalam aplikasi nasional.
Menkes Budi menjelaskan bahwa kunjungannya bertujuan untuk melihat secara langsung sistem IT yang telah terintegrasi dengan SatuSehat di RSUD Haji Surabaya. Integrasi ini membuat RSUD Haji setara dengan rumah sakit besar vertikal yang dimiliki oleh Kementerian Kesehatan.
“Saya ingin lihat itu sebenarnya. Saya kagum karena integrasi ke SatuSehat ini dibuat oleh tenaga-tenaga dari RS Haji sendiri,” ujar Menkes Budi melalui siaran pers yang diterima pada Minggu (14/1/2024).
RSUD Haji Surabaya telah berhasil mengintegrasikan data pada bagian rawat jalan, mencakup data kunjungan, diagnosa, dan tanda-tanda vital pasien ke dalam sistem SatuSehat. Pada tahun 2024, RS Haji berencana untuk mengintegrasikan data kefarmasian, termasuk resep obat dan penjualan obat.
Menkes Budi berharap Kementerian Kesehatan dapat membantu dalam memodernisasi RSUD Haji Surabaya di masa mendatang. Namun, ia menekankan perlunya peningkatan layanan kesehatan untuk masyarakat umum dan khususnya jemaah haji.
“Tetap harus bisa meningkatkan layanan untuk masyarakat umum, dan Rumah Sakit Haji ini harus memastikan bahwa jemaah haji kita tuh sehat,” ucap Menkes Budi.
Menyikapi tingginya angka kematian jemaah haji Indonesia, Menkes Budi menerima laporan langsung dari Menteri Kesehatan Arab Saudi. Jika kondisi ini tidak membaik, kemungkinan besar kuota jumlah jemaah haji Indonesia akan dikurangi.
“Kita harus memperbaiki itu, gimana caranya semua rumah sakit harus bisa memastikan bahwa sebelum mereka (jemaah haji) berangkat posisinya harus sehat,” tandas Menkes Budi.
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, dan alamat email [email protected]. (ret/hdl)










