Jakarta (pilar.id) – Pengamat komunikasi politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Nyarwi Ahmad mengatakan, penolakan tegas terhadap wacana 3 periode yang dilakukan kedua anak Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep patut diapreasi.
Menurut dia, sikap ini justru menegaskan bahwa keluarga Presiden Jokowi juga tidak menghendaki adanya jabatan presiden hingga 3 periode.
“Saya kira sikap publik tersebut sudah jelas. Itu murni suara atau opini publik,” kata Nyarwi, Senin (18/4/2022).
Hal Ini juga sejalan dengan sikap tegas Presiden Jokowi. Dari data survei opini publik yang ada dan sudah dikeluarkan oleh sejumlah lembaga survei kredibel, mayoritas atau di atas 65 persen menolak wacana Jokowi 3 Periode. Apapun alasannya. Kondisi tersebut, menurut dia, tidak akan banyak berubah.
Dia menilai, Presiden Jokowi bukan hanya sekedar selalu mendengarkan suara-suara rakyat terkait dengan wacana presiden 3 peride, namun juga memiliki komitmen sangat besar untuk selalu taat pada konstitusi yang tidak memperbolehkan adanya jabatan presiden 3 periode.
“Saya yakin Jokowi selalu memiliki komitmen pada sistem demokrasi yang sudah kita bangun dan kembangkan serta jalankan sejak pasca Reformasi hingga saat ini,” tegas Direktur Eksekutif Indonesian Presidential Studies (IPS) itu.
Pekan lalu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan, menolak isu atau wacana Jokowi 3 Periode. Bahkan, dia pernah berkomunikasi langsung dengan Presiden Jokowi tentang penolakan tersebut.
“Saya menolak tiga periode. Sudah pernah disampaikan langsung (kepada Presiden Jokowi),” kata Gibran di kawasan Gilingan, Solo.
Putra Jokowi selanjutnya, Kaesang Pangarep, blak-blakan mengungkap rasa ketidaknyamanannya saat menyandang status sebagai anak presiden. Baginya status tersebut menghadirkan kesulitan. Sebab, setiap ada isi yang menyangkut sang Ayah, dirinya selalu terlibat. Hal itu membuatnya capek.
Untuk itu, saat ada kabar yang menyebutkan wacana Jokowi tiga periode jadi presiden, Kaesang Pangarep menjadi sosok yang tak menyetujui. “Nggak usah lah, yang capek aku soalnya,” ucap Direktur Utama Persis Solo ini. (her/fat)








