Jakarta (pilar.id) – Dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2024, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, memimpin pelepasliaran 79 ekor burung di Kebun Raya Indrokilo, Kabupaten Boyolali. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam melestarikan keanekaragaman hayati, terutama di wilayah perkotaan, sejalan dengan konsep “urban biodiversity”.
Dalam sambutannya, Menteri Siti menekankan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem di kota-kota. “Pengelolaan keanekaragaman hayati perkotaan tidak hanya melestarikan flora dan fauna, tetapi juga menciptakan lingkungan kota yang lebih berkelanjutan, sehat, dan nyaman untuk ditinggali,” ujar Siti Nurbaya.
Burung-burung yang dilepasliarkan mencakup 30 burung perkutut jawa (Geopelia striata), 10 burung kepudang kuduk hitam (Oriolus chinensis), 15 burung kerak kerbau (Acridotheres javanicus), 14 burung merbah cerukcuk (Pycnonotus goiavier), dan 10 burung cucak kutilang (Pycnonotus aurigaster). Semua satwa ini telah melalui proses kajian habitat dan pemeriksaan kesehatan yang ketat, serta menjalani habituasi untuk memastikan adaptasi di lingkungan baru mereka.
Kebun Raya Indrokilo dipilih sebagai lokasi pelepasliaran karena dianggap ideal dengan ketinggian 275 hingga 300 meter di atas permukaan laut, serta luas yang memadai untuk mendukung keberlangsungan hidup satwa tersebut.
Menteri Siti menambahkan bahwa Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah bersama mitra akan memantau perkembangan burung-burung ini selama beberapa bulan ke depan untuk memastikan keberhasilan adaptasi mereka di alam liar.
Pelepasliaran ini diharapkan tidak hanya meningkatkan populasi burung di Kebun Raya Indrokilo, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam konservasi lokal, memperkuat komitmen Indonesia dalam menjaga keanekaragaman hayati secara berkelanjutan. (ret/hdl)










