Jakarta (pilar.id) – Microsoft mengumumkan akan mengakhiri dukungan untuk Windows 11 SE, sistem operasi khusus pendidikan yang diluncurkan pada akhir 2021.
Sistem ini awalnya dirancang untuk bersaing dengan dominasi Chromebook di sektor sekolah, terutama di Amerika Serikat, namun gagal meraih perhatian luas.
Windows 11 SE hadir dengan tujuan memfasilitasi perangkat berbiaya rendah yang umumnya memiliki spesifikasi terbatas.
Sistem ini bisa berjalan pada laptop dengan hanya 4 GB RAM dan 64 GB penyimpanan internal, serta terintegrasi dengan Microsoft 365 yang menghadirkan aplikasi populer seperti Word, Excel, PowerPoint, dan Teams.
Microsoft juga menjanjikan efisiensi baterai agar perangkat bisa bertahan sepanjang hari belajar tanpa perlu pengisian ulang.
Meski digadang-gadang sebagai solusi praktis, Windows 11 SE menghadapi sejumlah hambatan. Salah satunya adalah keterbatasan penggunaan aplikasi, karena hanya mendukung instalasi software yang disetujui oleh administrator sekolah.
Selain itu, banyak institusi pendidikan sudah terbiasa menggunakan Chromebook, sehingga proses transisi dinilai tidak sebanding dengan manfaatnya.
Kini, Microsoft memastikan bahwa Windows 11 SE tidak akan menerima pembaruan 25H2 tahun ini, dan dukungan penuh akan berakhir pada Oktober 2026.
Setelah itu, perangkat dengan sistem operasi ini masih bisa digunakan, namun sangat tidak disarankan mengingat risiko keamanan dan privasi.
“Dokumen resmi kami menegaskan bahwa dukungan pembaruan, perbaikan keamanan, dan bantuan teknis untuk Windows 11 SE akan berakhir pada Oktober 2026,” tulis keterangan Microsoft.
Perusahaan menyarankan pengguna beralih ke perangkat dengan edisi lain dari Windows 11 agar tetap aman dan terjamin dari sisi pembaruan.
Sebelumnya, Microsoft juga pernah mencoba menghadirkan Windows 10 S pada 2017 dengan konsep serupa: membatasi perangkat hanya untuk aplikasi dari Microsoft Store. Namun, strategi itu pun tidak berhasil menandingi ekosistem Chromebook yang lebih mapan dan mudah diakses.
Windows 11 SE sendiri tidak pernah tersedia secara luas, melainkan hanya dipasarkan melalui perangkat terbatas seperti Surface Laptop SE. Sementara itu, pasar kini menawarkan banyak pilihan laptop dan mini PC dengan harga terjangkau serta spesifikasi cukup mumpuni untuk kebutuhan belajar maupun bekerja sehari-hari.
Keputusan penghentian dukungan Windows 11 SE menandai langkah baru Microsoft dalam strategi menghadapi Chromebook. Perusahaan diprediksi akan lebih fokus memperkuat edisi utama Windows 11 agar tetap relevan di pasar pendidikan maupun konsumen umum. (ret/hdl)








