Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2
  • KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan
  • VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper
  • Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman
  • NewJeans Vakum, Right Now Tembus 100 Juta Streaming Spotify: Katalog Musik Mereka Masih Mendunia!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Ekonomi»Pakar: Nasib PLN Lama-Lama Jadi Garuda Kedua

Pakar: Nasib PLN Lama-Lama Jadi Garuda Kedua

Ekonomi Achmat D30 September 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
PT PLN (Persero). (Foto : Ist)

Jakarta (pilar.id) – Belum lama ini, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi meluncurkan holding subholding PT PLN (Persero). Dengan pembentukan holding subholding ini, PLN mempunyai 4 subholding yang diyakini akan membawa perusahaan menjadi semakin kokoh, kuat, dan cekatan dalam pengembangan usaha.

Keempat subholding tersebut adalah PLN Energi Primer Indonesia, PLN Nusantara Power (Generation Company 1), PLN Indonesia Power (Generation Company 2), dan PLN ICON Plus. Mantan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Prof Mukhtasor berpandangan, holding sub-holding di PLN tidak diperlukan karena hal itu justru akan menempatkan manajemen, termasuk para direski, dalam posisi yang sulit.

Ketika berbicara mengenai penataan BUMN, menurut Mukhtasor, yang perlu diperhatikan adalah tujuan di balik itu. Jika diperhatikan, sebelum membuat holding sub-holding, saat itu menteri menyampaikan bahwa tujuannya adalah untuk menciptakan transparansi dan akuntabilitas,

“Kalau alasan transparansi dan akuntabilitas, solusinya bukan IPO. Contohnya, Garuda sudah IPO. Tetapi apakah kemudian menjadi lebih baik? Justru kasus-kasus semakin banyak terjadi setelah Garuda melakukan IPO,” kata Mukhtasor, di Jakarta, Jumat (30/9/2022).

Akademisi Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya ini menjelaskan, IPO membuka ruang bagi masuknya swasta. Kalau porsi pengembang listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) menjadi lebih dominan, maka artinya bukan lagi dikuasasi negara.

Akhirnya akan berbahaya bagi kedaulatan energi. Mukhtasor kemudian mengingatkan dengan kejadian di Sumatera, IPP mendikte PLN kalau tidak sesuai dengan skema bisnisnya, mereka tidak mau menyalakan pembangkitnya.

Baca Juga  Wujud Kepedulian, 110 Kaum Dhuafa di Sanggau Rasakan Berkah di Bulan Ramadhan

“Sekarang ini PLN pasarnya digerus, kemudian hulunya dipaksa membeli dari swasta, sudah begitu jaringan mau dibagi-bagi juga. Lama-lama PLN akan menjadi Garuda kedua. Saya khawatir nasib PLN seperti Garuda. Dulu bandara-bandara isinya Garuda, sekarang kalau nyari Garuda susah,” ungkapnya.

Sementara itu, ekonom Salamuddin Daeng meminta pemerintah sebaiknya mengevaluasi kembali pembentukan holding sub-holding. Mengingat, tugas dan tanggung jawab yang diemban PLN dalam menyelenggarakan ketenagalistrikan merupakan amanat Konstitusi UUD 1945 Pasal 33, melaksanakan UU nomor 30 Tahun 2009 Tentang Ketenagalistrikan dan melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) 111/PUU-XIII/2015 yang intinya mengharuskan pelaksanaan ketenagalistrikan secara terintegrasi.

Rencana Kementerian BUMN melakukan holding sub-holding PLN sebagaimana disebutkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2023 merupakan kebijakan perbaikan portofolio dan penguatan struktur keuangan BUMN melalui pembentukan holding strategis, restrukturisasi BUMN, maupun pengurangan proporsi utang terhadap struktur pendanaan (deleveraging).

Namun, perlu dicermati bahwa urusan PLN bukan hanya sehat atau tidaknya keuangan perusahaan tersebut, namun berkaitan dengan hajat hidup orang banyak yang merupakan tanggung jawab negara yang dilaksanakan oleh PLN.

Karena itu, lanjut Salamuddin, kebijakan holding sub-holding PLN haruslah dibicarakan secara lintas sektoral dengan melibatkan semua pemangku kepentingan dan publik secara luas. Hal ini dikarenakan masih banyaknya problem ketenagalistrikan yang dihadapi masyarakat Indonesia yang harus diselesaikan oleh pemerintah dan oleh PLN selaku operator listrik.

Baca Juga  APBN Jebol, DPR Kritik Waskita Karya Karena Dapat PMN

“Kebijakan sub holding yang terburu buru, kejar tayang, dipaksakan dan bahkan tanpa landasan regulasi akan membahayakan masa depan ketenagalistrikan di Indonesia,” tegasnya. (ach/fat)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
BUMN Garuda Pakar PLN

Berita Lainnya

Bank Mandiri dukung transisi energi dengan beli 5.000 unit karbon dari PLN NP dan kunjungi PLTGU Muara Tawar untuk perkuat keandalan listrik.

Bank Mandiri Perkuat Komitmen Transisi Energi, Dukung PLN NP dan Serap 5.000 Unit Karbon

17 April 2026
PLN suplai listrik 250 MVA ke IKPP Karawang, tingkatkan produksi industri kertas dan buka ribuan lapangan kerja baru.

PLN Pasok Listrik 250 MVA ke IKPP Karawang, Dorong Industri Kertas dan Serap 2.500 Tenaga Kerja

14 April 2026

Tarif Listrik April–Juni 2026 Tetap, Pemerintah Jaga Daya Beli dan Stabilitas Ekonomi

1 April 2026
Transaksi SPKLU PLN tembus 18.088 kali saat H+2 Lebaran 2026, naik 4 kali lipat.

Transaksi SPKLU PLN Tembus Rekor 18 Ribu Kali Saat H+2 Lebaran, Sinyal Kuat Lonjakan Pengguna Mobil Listrik

31 Maret 2026
PGN peringkat 288 TIME 500 Asia Pasifik 2026. Catat skor 82,65 dengan kinerja keuangan, ESG, dan engagement karyawan yang kuat.

PGN Masuk 500 Perusahaan Terbaik Asia Pasifik Versi TIME 2026, Bukti Resiliensi di Tengah Tekanan Global

22 Februari 2026
Pahami beda token listrik dan pulsa, cara hitung kWh dari nominal beli, serta komponen potongan seperti PPJ. Kendalikan pemakaian listrik Anda.

Bukan Sekadar Saldo: Ini Bedanya Token Listrik Prabayar dengan Pulsa dan Cara Kerjanya

27 Januari 2026
Penjualan Renewable Energy Certificate PLN mencapai 6,43 TWh sepanjang 2025, tumbuh 19,65% seiring meningkatnya komitmen industri pada energi hijau.

Penjualan REC PLN Tembus 6,43 TWh, Industri Kian Agresif Beralih ke Energi Hijau

23 Januari 2026
Awak PLN sedang melakukan penggantian kWh meter ke smart meter

Pasang Listrik di Bangunan Baru via PLN Mobile, Simak Tahapannya

21 Januari 2026
CIMB Niaga salurkan pembiayaan syariah Rp3,3 triliun untuk proyek PLTGU Batam 120 MW bersama PLN Batam melalui akad IMBT berbasis keberlanjutan.

CIMB Niaga Dukung Energi Bersih di Batam Lewat Pembiayaan Syariah Berkelanjutan Rp3,3 Triliun

8 November 2025
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Lionel Messi (sumber foto: facebook @AFASeleccionEN)

Messi Persembahkan Kemenangan Argentina atas Inggris untuk Suporter, Albiceleste Tantang Spanyol di Final

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Kia Sales Indonesia menggelar The all-new Seltos Driving Experience rute Jakarta-Bogor untuk menguji performa mesin Smartstream 1.5L dan fitur ADAS Level 2.

Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2

19 Juli 2026
Denny Deng, President of Huawei Asia Pacific Carrier Business

KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan

18 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.