Jakarta (pilar.id) – Piala Dunia Qatar 2022 telah usai. Namun, kejutan-kejutan yagn pernah terjadi di ajang sepakbola terbesar dunia tersebut masih terus terkenang hingga saat ini.
Salah satunya adalah keberhasilan Jepang bersama tiga tim asal Asia lainnya yang melaju ke babak 16 besar. Bahkan, Jepang juga berhasil mengalahkan dua tim kuat Eropa di Piala Dunia Qatar 2022. Jepang, mengalahkan Jerman dan Spanyol saat berada di Grup E.
Meski kemudian, Jepang tersingkir di babak 16 besar setelah kalah adu penalti lawan Kroasia. Namun, capaian tersebut sudah dinilai cukup oleh Asosiasi Sepakbola Jepang untuk mempertahankan jasa pelatih, Hajime Moriyasu. Bahkan, Moriyasu mendapatkan kontrak jangka panjang sampai Piala Dunia edisi berikutnya di tahun 2026.
Kabar tersebut sekaligus memutus segala spekulasi terkait masa depan Moriyasu sebagai pelatih Timnas Jepang. Sebelumnya, sempat muncul kabar bahwa Moriasu tidak akan diperpanjang konraknya karena gagal melaju ke kperempat final di Piala Dunia Qatar 2022.
“Ini sungguh pekerjaan yang paling membahagiakan”, kata Moriyasu tentang pengangkatannya kembali.
“Ini pekerjaan yang memberi saya kesempatan bersaing di panggung global dengan kebanggaan sebagai warga Jepang. Itulah mengapa saya memutuskan menerima tawaran ini,” sambung dia.
Itu keempat kalinya Jepang tersingkir pada fase gugur pertama sehingga memupus impian membuat debut perempat final pada penampilan ketujuh berturut-turut mereka dalam Piala Dunia.
Moriyasu menjadi pelatih Jepang pertama yang bertahan setelah Piala Dunia.
Kontrak baru pelatih berusia 54 tahun itu akan berlaku sampai Piala Dunia berikutnya, kata ketua Asosiasi Sepak Bola Jepang Kozo Tajima yang memuji Moriyasu karena “meningkatkan status internasional sepak bola Jepang”.
Setelah kecewa karena tersingkir di Qatar, Moriyasu menegaskan Jepang sudah berada di jalur yang benar.
“Kami memang tak mampu mengatasi rintangan akibat kalah dalam 16 besar dan Anda mungkin mengatakan bahwa kami tak berhasil,” kata dia.
“Tapi para pemain telah menunjukkan kepada kita sesuatu yang belum pernah kita lihat sebelumnya dengan mengalahkan tim juara seperti Jerman dan Spanyol.” (fat)










