Jakarta (pilar.id) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mengupayakan penyediaan pangan pokok dengan harga terjangkau untuk meningkatkan daya beli masyarakat, menciptakan stabilitas harga, dan menjaga inflasi daerah melalui program Sembako Murah yang tersebar di berbagai wilayah kota.
Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, melakukan peninjauan kegiatan Sembako Murah di Kantor Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, dan Kantor Kelurahan Galur, Jakarta Pusat, pada Selasa (30/1/2024).
Pada kesempatan tersebut, Pj. Gubernur Heru memberikan apresiasi terhadap kontribusi sektor swasta, khususnya PT Suri Nusantara Jaya, yang turut mendukung penyediaan kebutuhan pangan warga secara mandiri.
“Alhamdulillah kegiatan ini terlaksana melalui dukungan penuh program CSR dari PT Suri Nusantara Jaya. Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga langkah yang dilakukan PT Suri Nusantara Jaya bisa menginspirasi sektor lainnya,” ungkap Pj. Gubernur Heru.
Kegiatan Sembako Murah di Kantor Kecamatan Makassar dan Kantor Kelurahan Galur merupakan rangkaian yang berlangsung di Jakarta, menjadi yang keenam dan ketujuh setelah sebelumnya diadakan di Kelurahan Duren Sawit, Kelurahan Penjaringan, Kelurahan Gunung Sahari Utara, Kelurahan Mampang Prapatan, dan Kelurahan Jembatan Lima. Pj. Gubernur Heru mengajak pihak swasta lainnya untuk bersinergi dalam mendukung program Sembako Murah.
“Kami terus mengajak berbagai pihak untuk menjalin kemitraan dalam penyelenggaraan kegiatan Sembako Murah Pemprov DKI Jakarta. Harapannya, kemitraan ini tidak hanya menjadi ladang amal bagi yang berkontribusi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi yang membutuhkan,” tambah Pj. Gubernur Heru.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), Suharini Eliawati, berharap program Sembako Murah tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan warga, tetapi juga memperkuat kerjasama Pemprov DKI Jakarta dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan sektor swasta.
Eliawati menjelaskan bahwa paket Sembako Murah dijual dengan harga Rp 100.000, yang berisi beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, minyak goreng 2 liter, dan tepung terigu 1 kilogram. Adapun bahan pangan eceran yang tersedia meliputi empat kilogram beras premium seharga Rp 50.000, dua liter minyak goreng seharga Rp 25.000, satu kilogram gula pasir seharga Rp 15.000, dan tujuh bungkus mi instan seharga Rp 10.000.
“Kegiatan ini juga berfungsi sebagai upaya edukasi untuk mendorong masyarakat berbelanja bahan pangan secara bijaksana dan sesuai dengan kebutuhan. Semakin banyak dukungan dari berbagai pihak, semakin lengkap pula jenis pangan yang dapat disediakan untuk melengkapi kebutuhan warga. Dengan demikian, diharapkan warga dapat lebih terbantu dalam memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau dan mudah diakses,” tutup Suharini. (hen/hdl)










