Jakarta (pilar.id) – Dalam Sidang Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia Tahun 2023 di Jakarta Convention Center (JCC), Presiden Joko Widodo menyoroti krusialnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) hakim sebagai elemen utama dalam menyelenggarakan sistem peradilan yang efektif.
Dalam pidatonya, Presiden menekankan beberapa aspek penting kualitas SDM hakim, seperti integritas, profesionalisme, dan sensitivitas terhadap rasa keadilan masyarakat serta kemajuan zaman.
“Kualitas SDM hakim adalah kunci, melibatkan integritas, profesionalisme, dan kepekaan terhadap rasa keadilan masyarakat, sejalan dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan, dan teknologi,” ucap Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi memberikan apresiasi terhadap inovasi yang telah diterapkan oleh MA, khususnya dalam mendukung percepatan transformasi hukum melalui sistem pendukung keputusan.
Ia menegaskan bahwa inovasi bukan hanya terbatas pada adopsi teknologi baru, tetapi juga memerlukan perspektif dan sensitivitas dalam menangani perkara hukum, termasuk penerapan sistem restorative justice sebagai terobosan penyelesaian perkara.
Selain itu, Presiden menyambut baik reformasi internal yang dilakukan oleh MA untuk meningkatkan kinerja pengadilan secara berkelanjutan. Namun, Presiden juga mengingatkan bahwa masyarakat menjadi semakin kritis terhadap proses peradilan, sehingga kualitas putusan menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Mahkamah Agung yang terus bekerja keras membenahi diri, terus melakukan reformasi, menjadi bagian penting bagi penguatan rule of law dan good governance,” ucap Presiden.
Presiden juga mengapresiasi MA yang telah berhasil memutuskan 99,47 persen perkara pada tahun 2023. Meskipun demikian, Presiden menekankan bahwa MA harus tetap mengutamakan kualitas putusan, bukan hanya dalam segi kuantitas.
“Yang paling utama adalah kualitas putusan, bahwa putusan pengadilan harus memberikan rasa keadilan, memberikan kepastian hukum, dan mendukung pembangunan bangsa dan negara menuju Indonesia Maju,” tambahnya.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut beberapa pejabat tinggi negara, antara lain Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Suhartoyo, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Isma Yatun, dan Ketua Komisi Yudisial (KY) Amzulian Rifai. Juga hadir sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung St. Burhanuddin, dan Pj. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. (usm/hdl)










