Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia Sebut Program Sekolah Gratis Banten Perlu Dicontoh Daerah Lain
  • Laba Bersih BBTN Melonjak 41 Persen pada Semester I 2026, Kredit Tumbuh dan Kualitas Aset Membaik
  • J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia
  • Pemerintah Ubah Strategi Berantas Judi Online, Tak Hanya Blokir Situs tetapi Putus Seluruh Ekosistemnya
  • Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Program Agroekologi Pertamina Tomori, Bukan Sekadar Beras Organik

Program Agroekologi Pertamina Tomori, Bukan Sekadar Beras Organik

Peristiwa Moh. Usman16 Desember 2021
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Jakarta (pilar.id) – Dalam beberapa tahun terakhir, JOB Pertamina – Medco E & P Tomori Sulawesi membangun sistem agroekologi atau pertanian ramah lingkungan yang berkelanjutan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Hasilnya tak hanya beras dan sayuran organik, namun perubahan cara pandang masyarakat terhadap dunia pertanian.

Program agroekologi ini tentu tak muncul begitu saja. Karena didasarkan pada penilaian lapangan yang panjang dan mendalam. JOB Tomori melihat sejumlah fakta di lapangan, yakni penggunaan pupuk kimia berlebihan, hasil produksi padi konvensional rendah, tingginya penggunaan air irigasi, keterbatasan sarana produksi pertanian, tingginya biaya penanggulangan hama padi, keterbatasan sarana produksi pertanian, dan kelembagaan tani kurang optimal.

Padahal Banggai memiliki potensi berupa 93 persen luas area pertanian dan perkebunan dan masyarakat yang bekerja sebagai petani. Total dari 23 kecamatan, luas padi sawah mencapai 51 621 hektare berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2019.

Pertanian ramah lingkungan dipilih sebagai inovasi sosial. Selain mengaplikasikan prinsip ekologi, menurut Agus Sudaryanto, Relation, Security and Cimmunity Development Manager JOB Pertamina-Medco E & P Tomori Sulawesi, program ini juga mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan pilar keberlanjutan sosial ekonomi dan lingkungan.

“Program ini mengatasi akar masalah dan memberikan solusi jangka panjang yang berkelanjutan,” kata Agus.

Ada dua kelompok tani di dua lokasi yang mengawali program agroekologi di bawah binaan JOB Pertamina-Medco E & P Tomori Sulawesi, yakni Bernas Batui Selatan di Desa Sinorang, Kecamatan Batui Selatan, dan Sumber Tani Lestari di Desa Sumberharjo, Kecamatan Moilong.

“Awalnya saya tidak kenal pertanian ramah lingkungan. Kami menanam padi ya memakai pupuk kimia dan pestisida kimia. Kami dulu kalau belum punya persiapan uang banyak untuk menanam padi, belum merasa tenang,” kata Mundofar, anggota Bernas Batui Selatan.

Kekhawatiran ini tak berlebihan, karena memang ongkos produksi padi tak murah. Pupuk kimia bersubsidi tak mencukupi, sehingga petani harus membeli pupuk kimia non subsidi. Pestisida kimia juga lumayan mahal.

“Kalau dikalkulasi, biaya produksi pertanian konvensional di sini Rp 8-10 juta per hektare. Sementara biaya pertanian organik hanya separuh ongkos pertanian konvensional,” kata Lamri, salah satu pendiri kelompok tani Sumber Tani Lestari.

Baca Juga  Cari Cadangan Migas Baru, Pertamina Bor Sumur Eksplorasi BDA-2X

Namun ongkos mahal tak menjamin harga jual yang menguntungkan. Beras konvensional hanya laku Rp 7 ribu per kilogram di pasaran lokal Banggai. Ini membuat petani tak memperoleh nilai lebih dari usaha pertanian yang dilakukan.

Kondisi berbeda justru ditemukan petani pada usaha pertanian organik. Sistem pertanian ramah lingkungan yang dirintis oleh JOB Pertamina-Medco E & P Tomori Sulawesi membuat ongkos produksi menjadi lebih murah dan petani lepas dari ketergantungan terhadap pupuk dan insektisida kimia. Ini dikarenakan semua unsur produksi didasarkan pada swadaya petani.

Sebelum bercocok tanam padi, petani sudah mempersiapkan pupuk organik sendiri yang dibuat secara mandiri dengan memanfaatkan kotoran hewan. Kotoran hewan ini juga diproduksi menjadi biogas yang berguna menggantikan gas elpiji tiga kilogram untuk menyalakan api di dapur.

Racun hama pun diracik sendiri dengan menggunakan tanaman-tanaman nabati, seperti daun bawang, untuk menghadapi hama wereng dan ulat. Hama tikus juga dihadapi dengan memanfaatkan burung hantu serak Sulawesi yang merupakan predator alami hewan pengerat tersebut. Petani tidak menggunakan racun maupun aliran listrik yang bisa membahayakan manusia dan hewan ternak.

Dari aspek irigasi, sistem agroekologi juga menekankan baku mutu air yang lepas dari cemar zat kimia. “Sebelum masuk ke sawah, air dari aliran irigasi ditampung dulu di kolam berukuran kurang lebih empat kali empat meter persegi atau lima kali empat meter persegi yang ditanami enceng gondok. Enceng gondok ini menyaring air dari kontaminasi bahan kimia atau racun kimia,” kata Lamri.

Saat panen pun, petani menjaga agar padi organik tidak tercampur dengan padi konvensional. Caranya dengan menyisihkan panen padi dari sawah organik yang berada dalam radius dua meter berimpitan dengan padi konvensional. Saat di penggilingan, sebagian kecil padi organik digiling lebih dulu untuk membersihkan mesin giling dari padi konvensional.

Seluruh kegiatan tersebut dikontrol dengan sangat ketat oleh petani yang tergabung dalam kelompok tani sendiri melalui apa yang disebut sebagai ICS (Internal Control System).

Baca Juga  PHR Regional Sumatera Zona 4 Bersama DJKA dan PT KAI Gelar Rapat Koordinasi Capaian Produksi Migas Nasional

“ICS adalah salah satu proses bagaimana kita menjaga lahan mulai irigasi, pengolahan, pembibitan, sampai penggunaan pupuk padat, pupuk cair sampai produksi akhir,” kata Lamri. Beras organik ini kemudian disertifikasi oleh Indonesian Organic Farming Certtification (Inofice) dan menjadi nilai lebih bagi kelompok tani.

Yang menarik dari program agroekologi yang dikembangkan oleh JOB Pertamina – Medco E & P Tomori Sulawesi ini bukan hanya produksi berasa organik, namun kemampuan mengubah cara pandang masyarakat. Termasuk menumbuhkan partisipasi dalam merawat alam. Hal ini terlihat dari pelestarian burung hantu melalui peraturan desa di Desa Sumberharjo.

Pemerintah desa melarang perburuan burung hantu dan mengancam hukuman pidana lima tahun kurungan dan denda Rp 100 juta bagi siapa saja yang menembak burung hantu dan merusak rumahnya. Burung hantu tidak boleh diganggu karena merupakan bagian dari sistem pertanian organik dan non organik untuk melawan hama tikus.

Peraturan desa ini cukup efektif mendisplinkan warga Sumberharjo. Populasi burung hantu terlindungi. Bahkan warga sudah punya kesadaran untuk membawa burung hantu yang terluka atau terperangkap jaring ke tempat karantina yang dikelola masyarakat sendiri.

“Sekarang warga sudah sayang juga kepada burung hantu. Kesadaran masyarakat ini jadi kebanggaan saya,” kata Baron Hermanto, Kepala Desa Sumberharjo.

Inilah yang diharapkan JOB Pertamina-Medco E & P Tomori Sulawesi. Perubahan menyeluruh terhadap aspek kehidupan masyarakat ke arah yang lebih positif. “Perusahaan pun memetik manfaat dengan adanya peningkatan publica awareness dan dukungan operasional perusahaan,” kata Agus Sudaryanto.

Tahun 2021 ini, pengembangan sistem agroekologi sudah memasuki pengembangan jaringan dan kemitraan, konservasi serak Sulawesi, dan edukasi sosial media.

Hal serupa akan dilakukan kembali tahun depan dengan lebih kuat. Rencananya pada 2023, perusahaan akan mulai melepaskan masyarakat tani menjadi lebih mandiri dan dilakukan replikasi program. (usm)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Agroekologi Pertamina

Berita Lainnya

PHE dan anak usahanya meraih puluhan penghargaan APQ Award Pertamina 2026 berkat inovasi, kinerja unggul, dan komitmen keberlanjutan.

PHE Borong Penghargaan APQ Award Pertamina 2026, Bukti Kuat Budaya Inovasi dan Kinerja Unggul

23 Juni 2026
PHKT mencatat tambahan produksi 1.865 BOPD dari dua sumur di Lapangan Sejadi, Kalimantan Timur, memperkuat pasokan energi nasional.

PHKT Tambah Produksi Hampir 1.900 BOPD dari Lapangan Sejadi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

17 Juni 2026
Elnusa menegaskan penguatan SDM unggul sebagai strategi menghadapi transformasi energi. Program kompetensi dan kepemimpinan disiapkan berbasis academy.

Elnusa Perkuat SDM Unggul untuk Hadapi Transformasi Energi, Fokus pada Teknologi dan Inovasi

20 April 2026
Pertamina Drilling tampil di OTC Asia 2026 dengan teknologi ERRA dan layanan terintegrasi untuk efisiensi serta peningkatan produksi migas.

Pertamina Drilling Unjuk Gigi di OTC Asia 2026, Pamer Teknologi ERRA hingga Dorong Produksi Migas Berlipat

6 April 2026
Pertamina EP Zona 4 menargetkan produksi 30.305 BOPD dan 485 MMSCFD gas pada 2026 melalui strategi pengeboran, optimasi lapangan mature, dan teknologi migas.

Pertamina EP Zona 4 Targetkan Produksi 30.305 BOPD pada 2026, Perkuat Strategi Optimasi Lapangan Migas

14 Maret 2026
Pertamina Hulu Kalimantan Timur menyiapkan pengeboran dua sumur infill di Lapangan Kerindingan, Selat Makassar, untuk mengoptimalkan cadangan migas lapangan mature.

Pertamina Hulu Kaltim Genjot Produksi Migas, Siapkan Pengeboran Sumur Infill di Lapangan Kerindingan Selat Makassar

9 Maret 2026
Elnusa catat kinerja operasional 2025 solid, perkuat dukungan teknologi dan inovasi untuk produksi hulu migas Pertamina dan target 1 juta BOPD.

Kinerja Operasional 2025 Solid, Elnusa Perkuat Dukungan Teknologi untuk Target 1 Juta Barel Migas Nasional

19 Februari 2026
Program CSR Pertamina Energy Terminal hadirkan PLTS 4,4 kWp untuk kebun hidroponik KWT Wahid Sapa Cilegon, dorong ketahanan pangan dan ekonomi warga.

PLTS 4,4 kWp Dorong Kebun Hidroponik KWT Wahid Sapa Cilegon, Program CSR Pertamina Tembus 30 Anggota

15 Februari 2026
Pertamina memastikan distribusi BBM ke wilayah terdampak bencana di Bener Meriah tetap berjalan aman melalui jalur darat dengan pengawalan aparat.

Pertamina Pastikan Distribusi BBM ke Bener Meriah Tetap Lancar Pascabencana

28 Desember 2025
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Berita Lainnya
PB Pemuda Muslimin Indonesia mendukung Program Sekolah Gratis Pemprov Banten dan menilai kebijakan itu layak menjadi contoh bagi daerah lain.

Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia Sebut Program Sekolah Gratis Banten Perlu Dicontoh Daerah Lain

19 Juli 2026
BTN

Laba Bersih BBTN Melonjak 41 Persen pada Semester I 2026, Kredit Tumbuh dan Kualitas Aset Membaik

19 Juli 2026
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.