Surabaya (pilar.id) – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mendorong agar program Surabaya Bergerak menjadi lebih dari sekadar kegiatan kerja bakti. Program ini diharapkan mampu menggerakkan berbagai aspek kehidupan di tingkat perkampungan, mulai dari pengelolaan lingkungan hingga penguatan ekonomi dan solidaritas sosial.
“Saya ingin Surabaya Bergerak tidak hanya sebatas kerja bakti. Program ini harus bisa menggerakkan lingkungan, perekonomian, hingga gotong royong antarwarga di tiap perkampungan,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi, Minggu (19/1/2025).
Diketahui, program Surabaya Bergerak menitikberatkan pada tiga aspek utama. Pertama, pengelolaan lingkungan. Yaitu mendorong masyarakat memilah sampah organik dan non-organik langsung dari rumah.
Kemudian penguatan ekonomi lokal. Artinya meningkatkan ekonomi berbasis komunitas dengan cara memprioritaskan belanja di lingkungan sekitar, seperti di tingkat RW.
Terakhir, gotong royong dan kepedulian sosial. Memperkuat semangat guyub rukun dan welas asih khas warga Surabaya untuk saling membantu.
“Ketika warga belanja di kampungnya sendiri, perekonomian lokal akan bergerak. Hal ini bisa menciptakan perubahan besar jika diterapkan secara merata,” tambah Eri.
Wali Kota Eri optimistis bahwa masyarakat Surabaya memiliki potensi besar untuk membangun kota yang madani. Menurutnya, meskipun semangat kebersamaan sudah ada, gerakan ini masih berjalan secara sporadis.
“Warga Surabaya penuh welas asih dan guyub rukun, tapi semangat itu belum diwujudkan secara terorganisasi. Harapan saya, Surabaya Bergerak bisa menjadi wadah untuk menyatukan semua itu,” jelasnya.
Sejak diluncurkan pada Kamis (24/10/2024), program Surabaya Bergerak Jilid II telah mendapatkan respon positif dari sejumlah RW. Salah satu fokus awal program ini adalah mengantisipasi musim hujan dan potensi bencana hidrometeorologi.
Program ini juga menjadi momentum untuk menggaungkan semangat warga Kota Pahlawan dalam menjaga kebersihan dan memperkuat solidaritas antarwarga.
“Saya berharap Surabaya Bergerak tidak hanya menggerakkan ekonomi, tapi juga membangun kepedulian terhadap lingkungan dan sesama,” tutup Eri. (mad/hdl)









