Surabaya (pilar.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak melaksanakan Qiyamul Lail dan sahur bersama puluhan ribu jemaah di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Selasa (17/3).
Kegiatan yang berlangsung pada malam ke-27 Ramadan 1447 Hijriah tersebut diikuti lebih dari 35 ribu jemaah. Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat spiritualitas umat sekaligus menghidupkan ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadan.
Dalam kesempatan itu, Khofifah mengajak masyarakat untuk meningkatkan ibadah dan memaksimalkan malam-malam akhir Ramadan yang diyakini penuh keutamaan. Ia menekankan pentingnya menjaga keikhlasan dan konsistensi dalam beribadah, tidak hanya selama Ramadan tetapi juga di bulan-bulan berikutnya.
Selain itu, Khofifah juga menyerukan doa bersama untuk perdamaian dunia, khususnya di kawasan Timur Tengah. Ia menyoroti pentingnya stabilitas global, terutama menjelang pelaksanaan ibadah haji.
Menurutnya, kondisi keamanan menjadi faktor penting dalam penyelenggaraan haji selain kesiapan finansial. Ketidakstabilan geopolitik dikhawatirkan dapat mengganggu kelancaran perjalanan dan kenyamanan jemaah.
“Kondisi aman dan damai menjadi bagian penting dari istitha’ah (kemampuan) dalam berhaji,” ujar Khofifah dalam keterangannya.
Ia berharap konflik internasional dapat segera mereda, sehingga tidak berdampak pada pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Doa juga dipanjatkan agar Arab Saudi sebagai tuan rumah haji diberikan ketenangan dalam menyambut jutaan jemaah dari seluruh dunia.
Kegiatan Qiyamul Lail diawali dengan muhasabah dan dzikir yang dipimpin Imam Masjid Al Akbar Surabaya, Ustadz Achmad Muzakki. Rangkaian ibadah kemudian dilanjutkan dengan salat tahajud, tasbih, hajat, hingga doa bersama.
Ustadz Achmad Muzakki menekankan bahwa Qiyamul Lail di sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi sarana melatih konsistensi ibadah sepanjang tahun.
Usai rangkaian ibadah, Khofifah bersama keluarga dan Emil Dardak mengikuti sahur bersama jemaah di area masjid. Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Sosial menyediakan sekitar 10 ribu paket makanan untuk mendukung kegiatan tersebut.
Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan relawan, termasuk generasi muda yang terlibat aktif dalam penyelenggaraan acara keagamaan berskala besar ini.
Ia berharap kebersamaan dalam ibadah tersebut dapat memperkuat solidaritas sosial serta meningkatkan kualitas keimanan masyarakat Jawa Timur, khususnya menjelang akhir Ramadan. (usm)









