Jakarta (pilar.id) – Rabu Pon akhir bulan ini sepertinya diprediksi akan menjadi hari dimana Presiden Joko Widodo akan kembali me-reshuffle menterinya. Beberapa pihak menilai, hal tersebut sangat masuk akal.
Sebab, masih ada partai pendukung pemerintah yang belum mendapatkan jatah di kabinet, yakni PAN. Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI) Ali Rif’an mengatakan, paling tidak ada dua alasan mengapa isi reshuffle kali ini masuk akal.
Pertama, PAN sudah lumayan lama menjadi bagian pemerintah. Namun sampai hari ini, kader PAN belum diakomodasi di pemerintahan, dalam hal ini menjadi menteri.
Kedua, lanjut Ali, reshuffle memang sangat mendesak dilakukan Jokowi. Alasannya, masa jabatan Jokowi di periode kedua ini sudah setengah jalan. Sudah selayaknya, ia mengecek performa para pembantunya.
“Jadi ini fase tepat mengecek terhadap pembantunya, mana yang performanya baik, mana yang tidak. Kalau kita cek data-data survei, ada kenaikan di performa kinerja presiden, tetapi di performa kinerja menteri biasa-biasa saja,” kata Ali kepada Pilar.id, Jumat (11/3/2022).
Terkait dengan sikap PAN yang cenderung menginginkan penundaan Pemilu 2024, kata Ali, itu tidak ada hubungannya dengan reshuffle menteri. Karena, masuk ke kabinet itu secara normatif memang sudah kewajiban pemerintah mengakomodasi partai yang mendukung koalisi.
“PAN sedang berupaya mengendors presiden. Kalau PAN mendukung perpanjangan masa jabatan presiden, secara tidak langsung PAN mengatakan bahwa kepimpinan Jokowi sangat baik dan perlu dilanjutkan. Itu kira-kira pesan PAN,” bebernya.
Sebagai informasi, kabar reshuffle yang memasukkan PAN diprediksi akan terjadi pada akhir Maret ini. Sekretaris Gerakan Sosial dan Penanggulangan Bencana DPP PKB Luqman Hakim mendengar kabar tersebut.
“Kalau kabar kabar warung kopi begitu, infonya akhir Maret ini,” kata Luqman kepada wartawan, Selasa (8/3/2022).
Wakil Ketua Komisi II DPR ini pun mendengar reshuffle itu sekaligus akan memasukkan PAN ke dalam kabinet. Menurut kabar, kata Luqman, PAN bakal dapat posisi satu menteri dan satu wakil menteri (wamen).
Namun, dia belum tahu pasti kebenaran kabar tersebut. Hanya saja berembus kencang reshuffle akan dilakukan di akhir bulan ini. Pada dasarnya, reshuffle adalah kewenangan preogratif presiden.
“Tapi belum tau pastinya kapan dan posisinya apa, masih kabar-kabar sih,” ucapnya. (her/fat)










