Batang (pilar.id) – GOR Abirawa, Batang Jawa Tengah menjadi saksi ketika ribuan pendukung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) dari pantai utara Jawa Tengah bersatu dalam Rapat Akbar: Kesaksian dan Manifesto Gerakan Rakyat untuk Perubahan pada Sabtu (6/1/2024).
Co Captain Tim Pemenangan Nasional (Timnas) AMIN Sudirman Said dan Co-captain Timnas AMIN Jumhur Hidayat turut hadir dalam acara ini. Pendukung setia AMIN dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk buruh, petani, nelayan, pedagang pasar, ojek online, jaringan rakyat miskin kota, dan guru honorer, memberikan kesaksian dan menyampaikan pandangan mereka terhadap AMIN.
Dalam kesempatan ini, Sudirman Said menilai Anies Baswedan sebagai pemimpin yang manusiawi dalam membangun Jakarta tanpa menggusur warga. Dia berharap keadilan yang terwujud di Jakarta dapat menjadi contoh bagi seluruh Indonesia.
“Tadi [berbagai elemen profesi mulai dari petani, buruh, ojek online hingga guru honorer] sudah memberi kesaksian susahnya hidup selama ini. Para buruh, koperasi, rakyat miskin kota, dan elemen profesi lainnya sudah menyampaikan kesaksiannya sekaligus menyampaikan pandangannya. Ada dua hal, harus wudhu dulu sebelum salat dan ketika hendak menyusun pemerintahan, maka harus menang dulu,” ujar Sudirman.
Sudirman akan menyampaikan Manifesto Gerakan Rakyat untuk Perubahan kepada paslon nomor urut 1 AMIN sebagai landasan Anies-Muhaimin dalam memimpin Indonesia yang adil dan makmur.
“Sejarah baru di Kabupaten Batang, seluruh rakyat dari berbagai lapisan berkumpul di GOR Abirawa. Saya tahu Anies-Muhaimin berjuang luar biasa, dihujat, diganggu segala macam. Tapi ingat Mas Anies dan Gus Imin, cobaaan Anda tak seberat penderitaan rakyat, belum apa-apa jika dibandingkan dengan harga sembako yang makin mahal, rakyat yang belum sejahtera sampai sekarang. Perjuangan ini berat, tapi rakyat bergerak dari semua sudut,” kata Yoyok Riyo Sudibyo, mantan bupati Batang.
Dalam acara ini, perwakilan berbagai profesi, termasuk ojek online, guru honorer, mahasiswa, buruh, dan rakyat miskin kota, memberikan kesaksian dan keluh kesah mereka, serta menyampaikan harapan terhadap AMIN. Para perwakilan tersebut berasal dari berbagai kota di Jawa Tengah, seperti Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Solo, Pati, Klaten, dan daerah lainnya di Jateng.
Co-captain Timnas AMIN Jumhur Hidayat memimpin berbagai elemen, termasuk buruh, mitra online, petani, nelayan, masyarakat sipil, lingkungan hidup, diaspora, pekerja migran, kaum miskin kota, profesional, jaringan alumni perguruan tinggi, pedagang pasar, dan koperasi.
Manifesto Gerakan Rakyat untuk Perubahan berisi pandangan dan harapan masyarakat terhadap AMIN. Salah satu poin manifesto menyoroti kesejahteraan buruh dan ojek online yang merosot akibat kebijakan eksploitasi manusia. Manifesto juga mencakup tuntutan untuk mengatasi masalah pemutusan hubungan kerja, membatasi outsourcing, memberikan pesangon layak bagi buruh, dan sejumlah isu kesejahteraan lainnya.
Pendukung AMIN menyatakan kesediaannya untuk bersatu demi perubahan yang diimpikan, dan para pemimpin AMIN berkomitmen untuk memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. (mad/hdl)










