Jakarta (pilar.id) – Pandemi yang kian terkendali, perlahan mengembalikan mobilitas masyarakat, termasuk saat memasuki bulan suci Ramadhan. Beragam industri menjadikan bulan ini sebagai momentum untuk menyajikan kampanye andalan yang tidak lepas dari promo menarik, yang akan menghasilkan customer engagement yang intens antara sebuah bisnis dengan konsumennya.
Kata.ai, perusahaan artificial intelligence yang fokus pada pengembangan teknologi chatbot, berkolaborasi bersama PT Mitra Integrasi Informatika (Metrodata Group) mengadakan webinar Winning and Nurturing Customer Loyalty Throughout the Year.
Webinar ini dihadiri Reynir Fauzan, Chief Marketing Officer & Co-Founder Kata.ai, Herryanti Herman, Director PT. Mitra Integrasi Informatika (Metrodata Group), dan Intan Vidiasari, GM Marcomm & PR PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia.
Dalam acara ini para narasumber berdiskusi mengenai kekuatan teknologi terhadap pengembangan strategi bisnis untuk meraih loyalitas konsumen dalam jangka panjang.
Reynir Fauzan, CMO & Co-Founder Kata.ai menyampaikan peran teknologi kecerdasan artifisial memiliki daya jangkau luas dalam mendukung bisnis untuk menggali lebih dalam apa yang sesungguhnya konsumen butuhkan.
“Kemampuan AI dapat diciptakan secara khusus untuk menuntaskan masalah dari bermacam industri secara spesifik, sehingga penerapan ini akan menjadi sustainable investment kedepannya, hal ini dikarenakan AI mampu memberikan insight & learning secara berkala, sehingga bisnis kedepannya dapat mengasah strategi pendekatan kepada konsumen menjadi lebih tajam dan relevan,” jelasnya.
Industri seperti telekomunikasi, FMCG, ritel, bank, jasa keuangan, otomotif, kesehatan merupakan para pengguna teknologi AI yang implementasinya ditujukan untuk kebutuhan meningkatkan customer engagement.
Dengan penerapan strategi yang berbasis data serta tingginya tingkat konsumsi masyarakat di bulan Ramadan, momentum ini dapat digunakan bisnis untuk memahami konsumen lebih dalam.
Sementara Herryanti Herman, Director PT. Mitra Integrasi Informatika mengatakan, MII berkomitmen senantiasa membantu pelanggan dalam mengadopsi tren teknologi, salah satunya melalui penerapan digital transformasi yaitu teknologi AI yang dimiliki oleh Kata.ai.
“Natural Language Processing (NLP) pada engine chatbot dari Kata.ai, dapat mengintegrasikan data dan aplikasi, sehingga membantu brand perusahaan dalam berinteraksi dengan pelanggan secara lebih tepat dan cepat. Kami yakin solusi ini akan berdampak positif bagi perekonomian digital Indonesia saat ini,” kata Herryanti.
Salah satu contoh penerapan chatbot yang bertujuan meraih customer loyalty adalah MIRA, chatbot yang didesain Kata.ai milik Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia. MIRA adalah kepanjangan dari Mitsubishi Virtual Assistant.
Intan Vidiasari, GM Marcomm & PR PT MMKSI mengatakan, Mitsubishi berkomitmen untuk dapat memberikan kemudahan layanan, kepuasan konsumen, serta meningkatkan keterlibatan dan loyalitas konsumen bersama brand.
“Kami yakin hal ini hanya bisa dicapai melalui inovasi secara berkelanjutan baik dalam pengembangan produk maupun ragam layanan, termasuk sisi digital. Untuk itu kami memanfaatkan tekonologi chatbot yang dinamakan MIRA atau Mitsubishi Virtual Assistance, untuk dapat berkomunikasi tanpa keterbatasan waktu,” terang Intan.
Pada pelaksanaannya, hingga saat ini, sebanyak 20 persen dari total inquiry yang masuk merupakan pertanyaan terkait informasi detail kendaraan.
“Di luar itu terdapat pertanyaan lainnya seputar jasa service, konsultasi produk, promosi menarik hingga layanan komplain yang mampu dijawab dengan baik oleh MIRA,” tambahnya.
Diakui, sejak diluncurkan November 2021, pengembangan dan penggunaan chatbot MIRA telah menuai respon positif dari konsumen.
“Dengan teknologi ini kami mampu mengetahui preferensi konsumen lebih dalam, sehingga strategi yang disiapkan kedepannya diharapkan akan mampu menghadirkan loyalitas konsumen dengan menjawab kebutuhan yang sesuai dengan karakter-karakter konsumen akan model mobil yang kami hadirkan, maupun jenis layanan yang dibutuhkan pada tiap tahap kepemilikan kendaraan,” tutup Intan. (hdl)










