New York (pilar.id) – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tragedi jatuhnya pesawat Air India di Ahmedabad, Gujarat, pada 12 Juni 2025.
Kecelakaan udara tersebut merenggut lebih dari 200 nyawa, termasuk korban jiwa dan luka-luka yang berada di asrama BJ Medical College yang turut terdampak akibat lokasi jatuhnya pesawat.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui juru bicaranya, Guterres menyatakan belasungkawa yang tulus kepada keluarga para korban, serta kepada seluruh rakyat dan Pemerintah India. Ia juga menyampaikan simpati kepada negara-negara lain yang warganya turut menjadi korban dalam insiden tragis ini.
“Dia mendoakan agar seluruh korban luka dapat segera pulih sepenuhnya,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Kecelakaan ini menjadi salah satu tragedi penerbangan paling mematikan dalam sejarah India dalam beberapa dekade terakhir.
Tim penyelamat dan petugas medis saat ini masih bekerja keras melakukan evakuasi dan penanganan korban, baik dari lokasi jatuhnya pesawat maupun dari bangunan yang terdampak.
PBB menegaskan solidaritasnya kepada India dan siap memberikan dukungan internasional apabila diperlukan dalam proses penanganan pascabencana. (ret.hdl)









