Surabaya (pilar.id) – Tim mahasiswa dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) meraih prestasi gemilang dengan meraih Juara 1 dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Tidar (BEM FE UNTIDAR).
Tim yang terdiri dari Iqbal Rohim Al Farisi (Program Studi Kejepangan, Angkatan 2021), Shecilia Kriestyaning (Program Studi Kejepangan, Angkatan 2021), dan Nada Alifia Susandi (Program Studi Kejepangan, Angkatan 2022) berhasil menyusun solusi inovatif dalam bentuk karya berjudul BULNOT (Bullying Notification): Smartwatch Pendeteksi Suara Sebagai Upaya Menekan Bullying pada Anak Guna Mendukung SDGs 2030.
Tim yang dipimpin oleh Iqbal Rohim Al Farisi, menjawab keprihatinan mengenai meningkatnya kasus bullying dari tahun ke tahun yang belum diimbangi dengan solusi yang efektif. Dalam karyanya, mereka menciptakan solusi berupa jam tangan pintar bernama “BULNOT” yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi secara real-time suara-suara terkait bullying pada anak-anak.
“BULNOT dirancang dalam bentuk smartwatch yang dilengkapi dengan teknologi pendeteksi suara dan GPS. Tujuannya adalah untuk mendeteksi tindakan bullying pada anak-anak secara langsung dan akurat,” ungkap Iqbal Rohim Al Farisi.
Keunggulan BULNOT terletak pada kemampuannya untuk mengidentifikasi bullying melalui pendeteksian detak jantung. “Kami memperkuat akurasi BULNOT dengan memasukkan pendeteksi detak jantung, yang akan memberikan peringatan jika seorang anak terdeteksi sedang mengalami bullying,” tambahnya.
Dengan pemantauan secara real-time, hasil deteksi akan segera diinformasikan kepada pihak-pihak terkait, termasuk sekolah, orang tua, dan pihak-pihak yang bertanggung jawab. Solusi ini dapat diterapkan di lingkungan pendidikan maupun dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tindakan bullying dapat segera diatasi melalui intervensi langsung.
“Ide ini memiliki fleksibilitas dan terintegrasi dengan GPS, memungkinkan konektivitas langsung dengan stakeholder, sekolah, dan orang tua. Hal ini memungkinkan deteksi dan intervensi yang lebih efektif,” ungkap salah satu anggota tim mahasiswa FIB UNAIR.
Harapannya, konsep inovatif ini dapat direalisasikan melalui kerja sama dengan berbagai pihak terkait. Dengan demikian, lingkungan pendidikan anak-anak sejak usia dini akan lebih aman dari ancaman bullying di tengah masyarakat.
“Kami berharap solusi ini dapat mengurangi tingkat bullying, menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi para siswa,” tutupnya. (mad/hdl)










