Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2
  • KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan
  • VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper
  • Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman
  • NewJeans Vakum, Right Now Tembus 100 Juta Streaming Spotify: Katalog Musik Mereka Masih Mendunia!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Gaya Hidup»Kesehatan»Stigma dan Diskriminasi Terhadap Penderita Kusta Masih jadi Tantangan di Indonesia

Stigma dan Diskriminasi Terhadap Penderita Kusta Masih jadi Tantangan di Indonesia

Kesehatan Hendro D. Laksono5 Juni 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Karena kondisi tertentu, seseorang kadang dikucilkan dari kehidupan sosial (foto: Matthew Henry, unsplash)
Karena kondisi tertentu, seseorang kadang dikucilkan dari kehidupan sosial (foto: Matthew Henry, unsplash)

Gresik (pilar.id) – dr. Dinda Yuliasari, Dokter Umum di RS Wates Husada Gresik, mengungkapkan bahwa penderita kusta masih menghadapi stigma dan diskriminasi yang terkait dengan kondisi kusta. Meskipun penanganan kusta di Indonesia telah meningkat baik dari segi medis maupun sosial, stigma terhadap penderita kusta masih ada.

“Dalam lingkungan sekitar kita, sudah sangat jarang melihat pasien kusta. Hal ini disebabkan karena penanganan kusta di negeri kita baik dari aspek medis maupun sosial sudah sangat bagus,” kata dr. Dinda Yuliasari.

Namun, fakta menunjukkan bahwa Indonesia masih menduduki peringkat ketiga di dunia dalam jumlah penderita kusta, setelah India dan Brasil. Target penanganan kusta di Indonesia adalah mengurangi jumlah penderita menjadi kurang dari 1 per 10 ribu penduduk, namun target ini masih belum tercapai.

“Dulu, kusta dianggap sebagai kutukan karena gejalanya yang mengerikan. Penderita seringkali dikucilkan dan tidak dapat hidup dengan layak,” tambahnya.

Di beberapa tempat di Indonesia, masyarakat bahkan membangun tempat isolasi yang dikhususkan bagi penderita kusta. Kondisi ini menunjukkan jika mereka takut berinteraksi dengan para penderita kusta. Akibatnya, ini menghambat proses penemuan kasus kusta secara dini dan dengan sendirinya berdampak pada pengobatan yang semakin sulit.

Ketakutan dan stigmatisasi terhadap penderita kusta juga menyebabkan masalah psikologis bagi mereka. Mereka merasa kecewa, takut, malu, tidak percaya diri, merasa tidak berguna, dan khawatir akan dijauhi atau dikucilkan oleh masyarakat.

Baca Juga  Tiga Mitos dan Fakta di Balik Kusta, Ini Penjelasannya

Dokter Dinda menjelaskan bahwa kusta, juga dikenal sebagai Morbus Hansen, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Bakteri ini menyerang saraf pada bagian kaki, tangan, hidung, wajah, dan mata, menyebabkan mati rasa dan hilangnya sensasi pada bagian tubuh tersebut.

Penularan kusta terjadi melalui pernapasan, udara, dan kontak langsung dengan penderita yang belum diobati. Meskipun kusta termasuk penyakit menular, penularannya sulit terjadi dan lebih cenderung terjadi pada orang yang memiliki kontak erat dan lama dengan penderita.

Sebagian besar orang memiliki kekebalan alami terhadap kusta, dan penularannya tergantung pada imunitas tubuh individu.

Gejala awal kusta, kata dr. Dinda, meliputi perubahan warna atau bercak putih ringan pada kulit disertai dengan hilangnya sensasi pada kulit, bintil kemerahan pada kulit, kesemutan, dan pembengkakan pada tangan dan wajah.

Untuk pengobatan kusta, tersedia multi drug treatment (MDT) yang efektif dan gratis di Puskesmas dan beberapa rumah sakit. Durasi pengobatan bervariasi tergantung tipe kusta, dengan lama pengobatan selama 6 bulan untuk tipe pausibasiler (PB) dan 12 bulan untuk tipe multibasiler (MB).

“Perubahan warna kulit biasanya mulai membaik setelah pengobatan MDT selesai, dan kulit akan pulih sepenuhnya dalam waktu satu tahun,” jelas dr. Dinda.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa imunisasi BCG melindungi imunitas terhadap kusta, selain juga melawan tuberkulosis. Oleh karena itu, penting bagi setiap anak untuk diimunisasi dengan BCG.

Baca Juga  Gejala Awal Penyakit Kusta yang Wajib Diketahui, Apa Saja?

Stigma dan diskriminasi terhadap penderita kusta masih menjadi tantangan yang perlu diatasi di Indonesia. “Perlu adanya pemahaman yang lebih baik dalam masyarakat tentang kusta, sehingga penderita dapat hidup tanpa diskriminasi dan mendapatkan perawatan yang tepat,” tutup dr. Dinda Yuliasari. (hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
dr Dinda Yuliasari Stigma Kusta

Berita Lainnya

Penghapusan Stigmatisasi dan Diskriminasi Kusta Butuh Peran Seluruh Sektor

31 Januari 2022
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Lionel Messi (sumber foto: facebook @AFASeleccionEN)

Messi Persembahkan Kemenangan Argentina atas Inggris untuk Suporter, Albiceleste Tantang Spanyol di Final

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Kia Sales Indonesia menggelar The all-new Seltos Driving Experience rute Jakarta-Bogor untuk menguji performa mesin Smartstream 1.5L dan fitur ADAS Level 2.

Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2

19 Juli 2026
Denny Deng, President of Huawei Asia Pacific Carrier Business

KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan

18 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.