Pekanbaru (pilar.id) – Bank Sampah Agrowisata Ibnu Al Mubarok yang dibina oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional Sumatera Subholding Upstream Pertamina, meraih prestasi gemilang dalam Bazar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kota Pekanbaru. Bank Sampah Ibnu Al Mubarok berhasil meraih juara pertama dalam kategori Produk Fesyen.
Selain itu, Bank Sampah Ibnu Al Mubarok juga meraih gelar Juara Satu Stand Booth Terbaik dari 40 UMKM Kota Pekanbaru yang ikut serta dalam acara tersebut. Keberhasilan ini membawa Bank Sampah Ibnu Al Mubarok untuk berkompetisi dalam Bazar UMKM Naik Kelas Nasional pada pertengahan tahun 2024 mendatang.
Dalam rangkaian kegiatan pada 1-3 Maret 2024, Bank Sampah Ibnu Al Mubarok menampilkan beragam produk fesyen dari rumah jahit yang menjadi bagian dari program mereka, termasuk produk turunan dari bahan daur ulang seperti kain perca dan kerajinan tangan batik ecoprint. Bank Sampah ini juga memberikan demonstrasi pembuatan batik ecoprint kepada pengunjung yang hadir.
“Pengunjung sangat antusias menyaksikan demonstrasi pembuatan batik ecoprint,” ungkap Rinwiningsih, Penggerak Bank Sampah Agrowisata Ibnu Al Mubarok, pada Kamis (07/03).
Selama acara, stand pameran Bank Sampah Ibnu Al Mubarok ramai dikunjungi oleh pengunjung yang tertarik dengan berbagai produk turunan daur ulang. Rinwiningsih dengan senang hati berbagi pengalaman mengelola sampah menjadi produk bernilai tinggi kepada para pengunjung.
Beberapa produk daur ulang yang dipamerkan meliputi sajadah, tas, scarf, rok kaftan, bantal, topi, tas serut, tas pensil, scrunchie, pouch, dan jilbab. Tak hanya itu, Bank Sampah Ibnu Al Mubarok juga meraih Juara Satu Lomba Daur Ulang Sampah pada Hari Peduli Sampah Nasional 2024 yang digelar oleh Pemerintah Kota Pekanbaru.
Bank Sampah Agrowisata Ponpes Ibnu Al Mubarok terus berkembang pesat setelah mendapat dukungan dari PHR dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lancang Kuning (Unilak). Bank Sampah ini tidak hanya berhasil mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi warga di Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai Barat, Pekanbaru.
Di tahun 2023, bank sampah ini juga mendapat dukungan dari Politeknik Caltex Riau (PCR) dalam produksi sabun cair isi ulang, sabun cuci piring, serta pengembangan sistem informasi pengelolaan pemasaran dan keuangan.
PHR secara konsisten berperan dalam menjaga lingkungan hidup di Provinsi Riau melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Perusahaan ini terus berupaya memperhatikan aspek lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasinya, sejalan dengan program pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
“Bank sampah merupakan solusi efektif dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah. Kami berharap pengelolaan sampah yang baik ini dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujar Corporate Secretary PHR WK Rokan, Rudi Ariffianto.
Program bank sampah ini telah berhasil direplikasi di 40 lokasi di Riau dan menjadi bagian dari program Adiwiyata serta program penghijauan lingkungan. (riq/hdl)










