Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2
  • KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan
  • VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper
  • Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman
  • NewJeans Vakum, Right Now Tembus 100 Juta Streaming Spotify: Katalog Musik Mereka Masih Mendunia!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Budaya»Suku Badui tanpa Wifi, Pakar: Tak Masalah, Mereka Punya Teknologi Sendiri

Suku Badui tanpa Wifi, Pakar: Tak Masalah, Mereka Punya Teknologi Sendiri

Budaya Hendro D. Laksono3 Juli 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi wanita Baduy sedang menenun kain adat (foto: Jamalludin Khaer, unsplash)
Ilustrasi wanita Baduy sedang menenun kain adat (foto: Jamalludin Khaer, unsplash)

Surabaya (pilar.id) – Suku Badui, sekelompok masyarakat adat Sunda yang tinggal di pedalaman Lebak, Provinsi Banten, dikenal sebagai kelompok yang menjaga diri dari dunia luar. Namun, perkembangan teknologi yang pesat tidak dapat menghindarkan mereka dari penggunaan teknologi dalam kegiatan sehari-hari.

Hal ini juga dialami oleh Suku Badui, di mana mereka kini memiliki akses internet melalui pemasangan jaringan wifi. Meskipun demikian, pemasangan wifi ini telah menimbulkan berbagai pandangan yang mengarah pada isu pencabutan akses internet tersebut.

Dosen Antropologi FISIP UNAIR, Djoko Adi Prasetyo Drs MSi, memberikan tanggapannya terkait isu pencabutan wifi ini. Ia menjelaskan bahwa bagi Suku Badui Tangtu (Dalam), lebih baik tanpa wifi karena mereka telah menemukan identitas mereka sesuai dengan adat dan budaya yang diwariskan oleh leluhur mereka.

Masyarakat Suku Badui Tangtu memiliki sistem barter sebagai teknologi mereka sendiri yang telah diwariskan secara turun-temurun dan memiliki nilai kultural yang kuat.

“Bagi Suku Badui Tangtu (Dalam), lebih baik tanpa wifi karena mereka telah menemukan identitas mereka sesuai dengan leluhur mereka (karuhun). Meskipun tanpa wifi, Suku Badui Dalam masih eksis karena mereka dapat menikmati kemajuan teknologi di luar wilayah mereka. Bahkan, dengan pencabutan wifi, mereka dapat lebih fokus dalam mempertahankan kebudayaan mereka di tengah era globalisasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Djoko Adi menegaskan bahwa pencabutan wifi tidak akan memberikan dampak negatif bagi Suku Badui Dalam. Hal ini disebabkan karena mereka masih memegang teguh aturan adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Baca Juga  Semangat Aila Afifah: Calon Jemaah Haji Termuda Asal Pontianak, Berangkat Gantikan Almarhumah Ibu

“Saya yakin tidak akan ada dampak bagi Suku Badui Dalam dengan pencabutan wifi, karena aturan adat yang dijunjung tinggi oleh Suku Badui Dalam melarang penggunaan alat komunikasi massa (modern) apa pun, seperti televisi, radio, telepon genggam, kamera, drone, atau bentuk teknologi lainnya,” jelasnya. “Mereka justru masih menggunakan alat komunikasi tradisional seperti kentongan yang tetap dijaga dan berfungsi dengan baik,” tambahnya.

Masyarakat Suku Badui Dalam berusaha mempertahankan warisan leluhur mereka dengan konsisten sesuai dengan semboyan yang mereka pegang erat, yaitu “kalau panjang jangan dipendekan, kalau pendek jangan dipanjangkan, kalau lurus jangan dibengkokkan, dan kalau bengkok jangan diluruskan.”

Djoko Adi menjelaskan bahwa semboyan tersebut mencerminkan cara hidup mereka yang mengikuti alam semesta. Dalam menjaga kesehatan, mereka memanfaatkan berbagai ramuan alami yang ada di sekitar hutan, termasuk dalam makanan sehari-hari mereka.

Dampak Negatif Internet

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, memastikan bahwa pemerintah akan memperhatikan permintaan dari tokoh masyarakat adat Suku Badui dan segera menindaklanjutinya dengan menghapus sinyal internet di wilayah pemukiman mereka.

Sandiaga juga menjelaskan bahwa Kemenparekraf telah mengembangkan kawasan desa wisata di Kabupaten Lebak, Banten, namun desa wisata tersebut berada di luar pemukiman inti Suku Badui atau yang dikenal sebagai Suku Badui Dalam.

“Kami telah melakukan koordinasi dan akan menindaklanjuti permintaan dari tokoh adat tersebut,” kata Sandiaga dalam The Weekly Brief with Sandi Uno yang disiarkan secara daring di Jakarta beberapa hari yang lalu.

Baca Juga  Konsumen Asia Pasifik Akan Miliki Lebih Banyak Dana untuk Dibelanjakan Barang-Barang Opsional pada 2024

Selanjutnya, Sandiaga menjelaskan bahwa penolakan terhadap sinyal internet bukan berasal dari seluruh warga Badui, tetapi hanya dari Suku Badui Dalam saja.

“Namun perlu dijelaskan bahwa yang kita kembangkan adalah desa wisata yang berada di luar Badui inti, yaitu desa wisata Saba Badui. Di sana, tentunya masih ada kesulitan jaringan dan tidak ada permintaan khusus untuk memutuskan sinyal internet. Tetapi, yang meminta peniadaan internet adalah Suku Badui Dalam, dan permintaan ini perlu kita sikapi dengan bijaksana dan hormati,” ungkapnya.

Terkait dengan permintaan tersebut, Sandiaga mengajak masyarakat Indonesia untuk bijak dalam menghormati permohonan peniadaan internet di kawasan pemukiman tersebut.

Beberapa waktu yang lalu, para tetua adat Suku Badui mengirim surat kepada Bupati Lebak, Banten, yang berisi permintaan peniadaan sinyal internet di wilayah pemukiman mereka.

Surat permohonan yang tertanggal 1 Juni 2023 tersebut ditandatangani oleh sejumlah tetua adat Badui, seperti Tangtu Tilu Jaro Tujuh, Wakil Jaro Tangtu, Tanggungan Jaro 12, Wakil Jaro Warega, dan Jaro Pamarentah atau Kepala Desa Kanekes.

Mereka meminta agar sinyal internet dihapuskan di wilayah pemukiman mereka karena dianggap memiliki dampak buruk bagi kehidupan tradisional di sana.

Tetua Adat Badui menyadari bahwa sinyal internet membawa manfaat, namun kemudahan akses internet dianggap menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat Badui.

(hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
headline Suku Badui Universitas Airlangga wifi

Berita Lainnya

VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Lionel Messi (sumber foto: facebook @AFASeleccionEN)

Messi Persembahkan Kemenangan Argentina atas Inggris untuk Suporter, Albiceleste Tantang Spanyol di Final

16 Juli 2026
Ilustrasi staf PT Bank Central Asia Tbk (BCA)

BCA Borong 6 Penghargaan Global Digital CX Awards 2026, Sukses Pacu Transaksi Digital hingga 99 Persen

15 Juli 2026
IKEA Indonesia memperluas bantuan program Matching Donations ke 364 keluarga di Kampung Rantau Bintang, Aceh Tamiang, guna percepatan pemulihan pascabanjir.

Enam Bulan Pascabanjir Aceh Tamiang, IKEA Indonesia Perluas Aksi Kemanusiaan untuk Ratusan Keluarga

13 Juli 2026
PT Bank Danamon Indonesia Tbk raih dua penghargaan di Employee Experience Awards 2026 atas inovasi onboarding dan program apresiasi talenta.

Inovasi Budaya Kerja Berbuah Prestasi, Bank Danamon Sabet Dua Penghargaan di Employee Experience Awards 2026

13 Juli 2026
Festival Seni Lintas Budaya (Cross Culture Festival) ke-17 di Surabaya

Culture Night Surabaya 2026: 14 Delegasi Seni Dunia dan Domestik Pukau Ribuan Pengunjung

12 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Lionel Messi (sumber foto: facebook @AFASeleccionEN)

Messi Persembahkan Kemenangan Argentina atas Inggris untuk Suporter, Albiceleste Tantang Spanyol di Final

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Kia Sales Indonesia menggelar The all-new Seltos Driving Experience rute Jakarta-Bogor untuk menguji performa mesin Smartstream 1.5L dan fitur ADAS Level 2.

Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2

19 Juli 2026
Denny Deng, President of Huawei Asia Pacific Carrier Business

KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan

18 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.