Jakarta (pilar.id) – Survei Indeks Pemilihan dan Strategis (indEX) Research yang dilakukan pada tanggal 28 April hingga 2 Mei 2023 menunjukkan bahwa 81,4 persen publik merasa puas dengan kinerja Presiden RI Joko Widodo.
“Ini jadi tantangan bagi para capres yang hendak berlaga pada Pemilu 2024 mendatang,” kata Direktur Eksekutif indEX Research Vivin Sri Wahyuni di Jakarta, Minggu (7/5/2023).
Vivin mengatakan bahwa tingkat kepuasan publik yang tinggi terhadap pemerintahan Jokowi pada saat yang tersisa kurang dari 1,5 tahun, tidak terlepas dari keberhasilan dalam menjaga perekonomian tetap stabil di tengah guncangan dan ketidakpastian ekonomi global.
Tingkat kepuasan publik mencapai rekor tertinggi dalam rentang setahun terakhir, di mana angka paling rendah pun bertengger pada 77,8 persen yang tercapai pada survei Desember 2022.
Vivin menambahkan bahwa dicabutnya pembatasan mobilitas (PPKM) menjadi aspek terbesar dalam beberapa waktu terakhir. “Dicabutnya PPKM membuat masyarakat bisa menikmati mudik Lebaran,” kata Vivin.
Tingginya tingkat kepuasan publik pada akhir periode kedua pemerintahan Jokowi, menurut Vivin, menjadi tantangan tersendiri bagi tokoh-tokoh yang ingin maju ke arena pencalonan capres.
Pemerintahan Jokowi telah membentuk standar kinerja yang tinggi, sehingga publik memiliki ekspektasi yang tinggi pula.
Vivin menilai batasan masa jabatan dua periode yang bakal menghasilkan pergantian kepemimpinan membuat publik berharap presiden selanjutnya bisa mempertahankan hingga meningkatkan capaian yang ada.
Namun, survei ini juga menunjukkan bahwa masih ada sejumlah masalah yang menimbulkan ketidakpuasan publik. Sebanyak 16,8 persen saja yang masih merasa tidak puas, sekaligus menjadi angka terendah dalam kurun setahun.
Terbongkarnya skandal pejabat yang hidup bermewah-mewahan mendorong digulirkannya perampasan aset terhadap kekayaan hasil korupsi atau kegiatan ilegal lainnya. Dari responden yang merasa tidak puas, hanya 2,0 persen yang menyatakan tidak puas sama sekali dan sisanya tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 1,8 persen.
Survei Index Research dilakukan terhadap 1.200 responden melalui telepon dengan metode random digit dialing (RDD) atau pembangkitan nomor telepon secara acak. Margin of error survei kurang lebih 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. (hdl)

