Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Kemenkes Minta Publik Tak Stigma ODHIV, Peningkatan Temuan Kasus Hasil Deteksi Dini
  • Pemerintah Berlakukan Bea Masuk 0 Persen untuk Industri MRO dan Petrokimia Lewat PMK Nomor 50 Tahun 2026
  • Bank Jatim dan Bank NTT Perkuat Sinergi BPD Lewat Kerja Sama Remitansi Internasional untuk Tingkatkan Inklusi Keuangan
  • Rano Karno Resmikan Open Top Tour Jakarta Batavia dan Uji Coba Open Dining, Perkuat Wisata Kota Tua
  • Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV di Parkir Makam Keputih, Tarif Maksimal Rp5.000 Kini Diawasi Ketat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Gaya Hidup»Kesehatan»Tepis Stres dengan Kertas dan Spidol, Bagaimana Caranya?

Tepis Stres dengan Kertas dan Spidol, Bagaimana Caranya?

Kesehatan Retno Wulandari28 Desember 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi seorang remaja perempuan sedang melukis (foto: Dushawn Jovic, unsplash)

Jakarta (pilar.id) – Meredakan stres bisa dilakukan dengan banyak cara. Selain healing dengan jalan-jalan ke tempat asyik, menikmati kuliner, nonton film di bioskop, bisa juga dengan mengakrabi selembar kertas kosong dan spidol atau alat tulis lainnya. Tak percaya?

“Siapkan spidol dan kertas kosong, kalau sedang emosi kita bisa tutup mata dan bikin garis apa pun,” kata Tita dalam pembukaan ‘Wardah Color Fit Beauty Moves You Art Journey’ di Ganara Art, Jakarta, Rabu (28/12/2022).

Saat membuat garis-garis di kertas kosong, entah itu dengan spidol, pulpen, pensil, atau bahkan krayon, kata Tita, cobalah untuk mengatur napas.

Usai membuat garis, tarik napas secara teratur. “Lakukan berulang-ulang. Anda juga bisa menorehkan garis secara acak sehingga nantinya membentuk motif abstrak,” katanya.

Trik ini, lanjut dia, sering diterapkan oleh Tita di sela rapat daring yang kadang memicu stres. Karena seni, lanjutnya, selain jalan untuk berekspresi juga bisa jadi sarana melepas penat atau healing.

Bahkan di tempat yang ia dirikan, setiap individu bisa menepis stres dengan mengikuti kelas-kelas seni. Seperti melukis, membuat kreasi tanah liat, dan lain sebagainya.

Melukis untuk Lawan Stres

Sejumlah pakar menyebut, berkesenian adalah sebuah terapi yang baik untuk melawan stres. Bahkan ada istilah terapi seni, yakni bentuk perawatan kesehatan mental dengan menggunakan media dan kreativitas untuk memproses dan memahami emosi secara terapeutik sambil menciptakan seni.

Bentuk terapi ini digunakan untuk membantu mengatasi banyak masalah, mulai dari rehabilitasi hingga memproses trauma masa lalu, dan biasanya melibatkan terapis berlisensi.

Lantas bagaimana meredakan stres dengan terapi seni?

  1. Aspek terpenting dari terapi seni adalah kemampuan untuk membantu agar kita merasa rileks. Dan percayalah, Anda tidak perlu menjadi seniman untuk melakukan ini. Asal merasa terhibur, tidak ada tekanan pada aliran kreatif. Jadi, untuk memulai terapi seni, ini hal-hal yang perlu dilakukan.
  2. Tumbuhkan kesadaran diri. Saat melukis misalnya, coba untuk menyelaraskan emosi, pikiran, dan tubuh. Tahap ini jadi bagian penting dalam menciptakan karya seni.
  3. Bagian penting lain dari terapi dan menghilangkan stres adalah untuk dapat memproses dan memahami emosi yang mungkin menyebabkan masalah bagi Anda. Mengidentifikasi akar masalah adalah satu-satunya cara untuk mulai menanganinya secara akurat. Terapi seni membantu kita berhubungan dengan perasaan sehingga dapat menemukan akar masalah mereka dan memulai perjalanan untuk memahami dan memprosesnya.
  4. Melukis atau membuat karya seni lainnya adalah upaya untuk melepas emosi. Dan ini jelas memberi manfaat besar dalam terapi seni. Yakni memproses perasaan pada situasi masa lalu dan sekarang, lalu bergerak maju. Melepas trauma masa lalu, saat Anda terluka, dan emosi yang stagnan dapat sangat mengubah hidup Anda.
  5. Berkesenian juga upaya untuk membangun kepercayaan diri. Kekuasaan kreatif yang bebas, tidak ada tekanan dari seniman lain, dan tidak ada tekanan untuk menjadi ahli dalam apa yang mereka ciptakan, banyak orang menemukan bahwa proses menciptakan sesuatu dengan sendirinya membangun kepercayaan diri mereka.

Nah, tunggu apa lagi. Mau healing tapi malas jalan-jalan atau pingin hemat, coba cara ini. Lawan stres, dengan berkesenian. (ret/hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Melawan Stres terapi seni
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Kemenkes mengajak masyarakat tidak memberi stigma kepada ODHIV. Peningkatan temuan kasus HIV di Sidoarjo disebut mencerminkan keberhasilan deteksi dini.

Kemenkes Minta Publik Tak Stigma ODHIV, Peningkatan Temuan Kasus Hasil Deteksi Dini

25 Juli 2026
Haryo Limanseto

Pemerintah Berlakukan Bea Masuk 0 Persen untuk Industri MRO dan Petrokimia Lewat PMK Nomor 50 Tahun 2026

25 Juli 2026
Bank Jatim dan Bank NTT menjalin kerja sama layanan remitansi internasional untuk memperluas akses keuangan, mendukung PMI, dan memperkuat sinergi BPD.

Bank Jatim dan Bank NTT Perkuat Sinergi BPD Lewat Kerja Sama Remitansi Internasional untuk Tingkatkan Inklusi Keuangan

24 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.