Jakarta (pilar.id) – Di antara kita pasti ada yang masih mengalami melihat orang tua bertukar kartu ucapan kepada sanak-saudara. Cara tradisional ini dulunya menjadi sarana untuk saling mendoakan yang ditulis di dalam sebuah kartu ucapan.
Cara pertama kali menyampaikan pesan menggunakan kartu ada sejak tahun 1843, sedangkan kartu Natal komersial pertama kali dibuat di Inggris oleh Sir Henry Cole, seorang pegawai negeri yang bertanggung jawab untuk mengirimkan salam yang dituliskan ke dalam berbagai macam kartu-kartu.
Hari Kartu Natal ada sebagai wujud penghormatan kepada pembuatan kartu ucapan ini. Dulunya bagi sebagian orang, mereka lebih menyukai kartu ucapan itu dibandingkan kado dan lainnya.
Sejarah Hari Kartu Natal dirayakan pada tanggal 9 Desember. Dulunya, kartu Natal komersial pertama bergambar sebuah keluarga bersulang, kemudian di tahun berikutnya desain bunga dan ternyata kartu ini jauh lebih disukai.
Perusahaan litograf Prang and Mayer mulai menjual kartu Natal dengan gambar mereka sendiri, membuat desain gambar anak-anak atau hewan kartun, melintasi kolam ke Amerika pada tahun 1874. Pada tahun 1880, Prang dan Mayer dapat memproduksi lima juta kartu dalam jumlah besar per tahun.
Dengan banyaknya desain, bentuk, dan ukuran, sekarang beberapa kartu Natal jaman dulu telah menjadi barang koleksi yang dapat dilelang dengan harga yang mahal. Salah satu kartu pertama di dunia, yang dipesan oleh Cole dan diproduksi oleh JC Horsley, harganya turun 22.250 Pound sterling pada tahun 2001.
Satu lagi kartu Horsley terjual hampir 9000 Pound sterling pada tahun 2005 dan jika anda ingin melihat koleksi besar kartu-kartu yang didambakan ini anda dapat mampir ke British Museum untuk melihat koleksi awal 1900-an Queen Mary.
Merayakan Hari Kartu Natal bisa dilakukan oleh satu keluarga, mengirimkan kartu ucapan bisa dilakukan satu keluarga ke lainnya.
Dan jika anda tidak merayakan hari Natal, anda tetap bisa mengirimkan beberapa kartu ceria untuk perayaan datangnya tahun baru kepada keluarga atau teman. (put)










