Jakarta (pilar.id) – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menemukan satu kasus positif covid-19 dengan varian Omicron. Seluruh kasus Omicron di Wisma Atlet maupun 5 probable lainnya terkonfirmasi saat melakukan karantina.
Pasien terkonfirmasi varian yang berinisial N merupakan pekerja pembersih di Wisma Atlet tidak pernah melakukan perjalanan luar negeri. Namun, hingga saat ini belum ditemukan adanya penularan komunitas.
“Hingga saat ini belum ditemukan transmisi komunitas dari varian Omicron,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi persnya yang disaksikan secara daring, Kamis (16/12/2021).
Meskipun hospitalization varian Omicron memang lebih rendah dibandingkan Delta, namun tetap harus waspada. Pemerintah akan mempersiapkan infrastrukturnya mulai dari RS, mobil ambulans hingga obat-obatan.
Tes WGS diperbanyak oleh pemerintah dan menggencarkan Reagen PCR SGTF yang bisa memberikan marker atau indikasi dini bahwa jika hasilnya positif, maka kemungkinan besar adalah varian Omicron.
Sementara itu, Kasatgas Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, mengimbau agar masyarakat terus disiplin dalam penerapan protokol kesehatan.
Dalam SE Satgas Nomor 25 dan 26 telah diuraikan bahwa para pelaku perjalanan internasional dari 11 negara, 10 negara Afrika dan 1 Hongkong dilakukan karantina terpusat selama 14 hari dan di luar itu karantina selama 10 hari.
Para pelaku perjalanan internasional diharapkan melakukan swab PCR 3×24 jam sebelum keberangkatan dan sesampainya di Indonesia melakukan entry test dan test kembali pada hari ke 13 bagi yang karantina 14 hari dan di hari kesembilan untuk yang karantina 10 hari.
Untuk pelaksanaan karantina telah disiapkan beberapa tempat di Wisma Atlet yaitu tower 7 khusus untuk karantina pekerja migran Indonesia (PMI) dan juga Rusun Nagrag Cilincing.
“Pelaksanaan karantina tetap dijalankan sesuai prosedur sehingga meski ada varian Omicron, Indonesia tetap bisa mengendalikan laju kasus,” kata Suharyanto. (her)










