Surabaya (pilar.id) – Industri startup terus tumbuh. Di Indonesia, keberadaan mereka mampu memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Baik dari sisi pajak penghasilan, penyerapan tenaga kerja, hingga distribusi wawasan danreferensi. Meski di sisi lain, tak semua startup mampu bertahan dalam bisnis yang kian kompetitif.
Setiap startup, sebagai sebuah unit usaha, memiliki kekhasan yang satu sama lain bisa jadi sangat berbeda. Tapi secara umum ada peran-peran yang cenderung sama.
Menurut Rei Inamoto, Chief Technology Officer AKQA, startup rata-rata memiliki tim yang terdiri dari tiga peran kunci, yaitu hustler, hipster, dan hacker, yang memiliki peran penting dalam membangun bisnis dan menghasilkan produk terbaik.
Apa itu Hustler, Hipster, dan Hacker?
Hustler adalah orang yang bertanggung jawab dalam memastikan keuntungan perusahaan. Mereka harus memiliki visi jangka pendek dan jangka panjang serta kepekaan terhadap peluang bisnis. Hustler berperan dalam membangun tim, mengelola pekerjaan, membentuk model bisnis, dan memimpin tim. Dalam banyak kasus, peran hustler ini juga disandang sebagai CEO perusahaan.
Hacker adalah orang yang bertanggung jawab dalam membangun teknologi perusahaan. Mereka memiliki peran penting dalam mengembangkan platform bisnis yang kuat. Peran hacker sering kali diwakili oleh CTO (Chief Technology Officer) dalam perusahaan.
Sementara itu, hipster bertanggung jawab untuk memastikan produk yang dihasilkan memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan. Mereka mengurusi praktik pemasaran, branding, dan tampilan produk agar pengguna mendapatkan kepuasan yang optimal. Hipster juga fokus dalam menciptakan inovasi baru untuk setiap produk yang dimiliki.
Cara Kerja Hustler, Hacker, dan Hipster
Dalam sebuah bisnis digital, ketiga peran ini bekerja bersama untuk mencapai kesuksesan. Ketika hipster merancang desain dan inovasi baru, hacker akan menerapkan desain tersebut ke dalam platform atau utilitas perusahaan. Selanjutnya, hustler akan mencari mitra bisnis dan melakukan pemasaran produk kepada pelanggan.
Hipster bertugas merancang desain-desain baru yang menarik untuk mempercantik tampilan produk yang telah dibuat oleh hacker. Desain yang dihasilkan harus memiliki antarmuka pengguna (UI) yang ramah dan mudah diakses.
Peran Hustler
Hustler bertanggung jawab dalam menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Sebagai CEO, mereka memiliki visi dan karisma yang kuat untuk memotivasi tim dalam mencapai tujuan bisnis. Mereka juga memiliki kemampuan mengatur strategi penjualan yang tepat guna meningkatkan pertumbuhan finansial perusahaan.
Peran Hipster
Hipster bertugas menciptakan desain antarmuka pengguna yang menarik dan mudah diakses. Desain yang mereka hasilkan mampu membedakan startup dari pesaing lainnya. Kemampuan kreatif dan inovatif mereka membuat produk startup mudah dikenali dan memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna.
Peran Hacker
Hacker memiliki peran penting dalam membangun teknologi dan platform perusahaan. Mereka menguasai coding dan programming untuk menciptakan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Selain itu, mereka juga bertanggung jawab atas komunikasi internal perusahaan dan kebutuhan operasional lain yang berhubungan dengan IT.
Dengan pemahaman tentang peran hustler, hipster, dan hacker, startup dapat beroperasi dengan efisien dan sukses. Setiap peran memiliki fungsi dan kelebihan masing-masing yang memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan bisnis startup. Dengan kolaborasi tim yang baik, diharapkan startup Indonesia dapat terus berkembang dan berinovasi dalam industri digital. (mad/hdl)









