Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi
  • Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia
  • Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah
  • Polres Probolinggo Siagakan 92 Personel Amankan Yadnya Kasada 2026 di Gunung Bromo
  • Tim Bulutangkis Polri Juara Umum SEA Police Badminton Championship 2026, Borong 4 Emas dan 2 Perak di Kamboja
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Pendidikan»Universitas Paramadina Gelar Muktamar Pemikiran Cak Nur dan Paramadina Research Day 2023

Universitas Paramadina Gelar Muktamar Pemikiran Cak Nur dan Paramadina Research Day 2023

Pendidikan Ahmad Zulfikar27 Oktober 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Jakarta (pilar.id) – Universitas Paramadina mengadakan acara bergengsi Muktamar Pemikiran Cak Nur dan Paramadina Research Day 2023 di Jakarta pada Rabu (25/10/2023). Acara yang dihelat dalam format hybrid ini berhasil menarik ratusan peserta dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa dan masyarakat umum.

Prof. Dr. Suyitno, M.Ag., Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan serta Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia, menyampaikan pidato perkenalan atas nama Menteri Agama Republik Indonesia. Dalam pidatonya, Prof. Dr. Suyitno menjelaskan, “Muktamar pemikiran Cak Nur di kampus peradaban ini, kampus inklusif, kampus pluralis. Bicara tentang Cak Nur, pasti muncul idiomatik. Tugas berat kita adalah bagaimana warisan Cak Nur tetap hidup dan tidak sekadar jargon, melainkan terwujud dalam tindakan nyata.”

Cak Nur dianggap sebagai simbol perpaduan antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Beliau memiliki akar kuat dalam tradisi pesantren, berasal dari keluarga di Jombang, dan mendalami ilmu di Gontor. Cak Nur dikenal sebagai tokoh yang pandangannya didasarkan pada nilai-nilai spiritualitas, keislaman, dan agama yang kokoh.

Prof. Suyitno juga menekankan, “Cak Nur mewakili modernitas dari proses genealogis, dari proses akademik yang memungkinkan kita menyebutnya sebagai ‘Fazlur Rahman’-nya Indonesia. Pemikiran Cak Nur sangat relevan dalam mendorong inklusivitas, kemanusiaan, dan mengatasi segala bentuk diskriminasi, seperti ras, etnis, suku, dan agama. Bagi Departemen Agama, gagasan Cak Nur sangat berharga.”

“Bagi Cak Nur, tantangan yang dihadapi adalah bagaimana menggabungkan tradisi baik dengan modernitas, bahkan pasca-modernitas,” tambahnya.

Prof. Didik J. Rachbini, M.Sc., Ph.D., mengungkapkan upaya Universitas Paramadina untuk menjaga dan mewariskan pemikiran Cak Nur melalui kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan kemodernan. “Universitas Paramadina, sebagai warisan Cak Nur, mendorong Islam yang toleran, Islam yang berdampingan dengan demokrasi, pendidikan, dan pemikiran kritis dalam dunia intelektual, modernisme Islam, dan nilai pluralisme dalam keberagaman.”

Baca Juga  Bedah Film Animasi Jumbo di Creative Talk Paramadina: Kolaborasi Kreatif Anak Bangsa

A. Khoirul Umam, Ph.D., yang memoderatori acara ini, mengatakan bahwa Muktamar ini adalah kesempatan berharga untuk merenungkan dan kontekstualisasi pemikiran Cak Nur di tengah tantangan kompleks yang dihadapi bangsa saat ini. “Cak Nur adalah pribadi yang memiliki gagasan, etika, dan tindakan. Ia menggabungkan semua aspek ini dalam pemikiran yang melampaui batas-batas ilmu pengetahuan, dan berdampak dalam konteks sosial, politik, budaya, dan demokrasi di Indonesia.”

Prof. Dr. Abdul Mu’ti, Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah), menjelaskan bahwa dalam tulisan-tulisan Cak Nur, terdapat pembahasan tentang masyarakat yang egaliter, di mana kesetaraan antar manusia menjadi inti ajaran agama Islam. “Cak Nur menjelaskan tauhid sebagai fondasi untuk membangun inklusivisme. Ia mengartikulasikan dengan indah bahwa tauhid membawa pesan pembebasan manusia dan transendensi dalam semua aspek kehidupan, dan ini adalah dasar dari pembangunan masyarakat madani yang egaliter.”

Ulil Abshar Abdalla, Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU), mengungkapkan keprihatinannya terkait bagaimana cara mengkomunikasikan pemikiran Cak Nur kepada generasi saat ini. “Apakah generasi muda membaca dan memahami pemikiran tokoh seperti Cak Nur, Gus Dur, Buya Syafi’i Ma’arif, Dawam Rahardjo, Johan Effendi, Jalaludin Rahmat, atau justru merasa asing dengan tulisannya?”

Ulil menjelaskan bahwa pemikiran Cak Nur dipengaruhi oleh cinta beliau pada Madinah sebagai lambang kehidupan yang plural dan multikultural. Cinta pada Indonesia juga tercermin dalam pemikirannya karena bahasa Melayu menjadi bahasa nasional yang egaliter. Terakhir, pengaruh Amerika sebagai negara yang menyatukan imigran dari berbagai latar belakang ke dalam satu bangsa yang beragam.

Baca Juga  Etika dalam Kekuasaan Atur Perilaku Politisi dan Individu dalam Pemerintahan

Prof. Romo Franz Magnis Suseno menceritakan pengalaman Cak Nur ketika berada di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Beliau terkenal dengan kontroversi saat menyerukan ‘Islam Yes, Partai Islam No.’ Cak Nur memandang bahwa Islam di Indonesia tidak akan maju dengan hanya fokus pada partai politik, sehingga ia menegaskan perlunya Islam mendukung negara sekuler.

“Bagi Cak Nur, yang penting adalah kebukaan Islam terhadap modernitas. Ia yakin bahwa Islam bisa dan seharusnya bersikap modern. Islam adalah agama yang inklusif, toleran, pluralis, dan demokratis karena eksis di tengah modernitas. Bagi saya, Cak Nur adalah seorang teolog,” tambah Romo Franz Magnis Suseno.

Prof. Nina Nurmila, MA, Ph.D., Dekan Fakultas Pendidikan UIII, menyajikan pandangan tentang Islam dalam pemikiran Cak Nur sebagai rahmatan lil alamin, yang berarti rahmat bagi seluruh alam semesta, termasuk manusia, tumbuhan, dan hewan. Pemikiran Cak Nur menyuarakan inklusivitas, perdamaian, toleransi, dan keadilan, serta kesetaraan gender dan kebebasan berekspresi bagi perempuan.

Menurut Prof. Nina Nurmila, pemikiran Cak Nur menganggap bahwa nilai-nilai modernitas tidak bertentangan dengan Islam. Cak Nur percaya bahwa Islam dapat dan seharusnya menjadi sejalan dengan perkembangan zaman dan teknologi. Meskipun pemikirannya tentang peran perempuan dalam Islam tidak banyak ditekankan, pemikirannya yang progresif dan kontekstual memberikan ruang bagi inklusivitas, kesetaraan gender, dan kebebasan berekspresi bagi perempuan. (mad/hdl)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

Nurcholish Madjid Universitas Paramadina

Berita Lainnya

Menaker Yassierli tekankan triple readiness bagi lulusan di Wisuda Paramadina ke-44 untuk hadapi AI, digitalisasi, dan ekonomi hijau.

Menaker Yassierli di Wisuda Paramadina: Lulusan Harus Punya Strategi Triple Readiness Hadapi Disrupsi Global

26 April 2026
Diskusi Rumi Therapy di Jakarta bahas integrasi psikologi, neurosains, dan spiritualitas untuk kesehatan mental modern.

Rumi Therapy Dibedah di Jakarta, Kolaborasi Indonesia–Türkiye Soroti Kesehatan Mental Berbasis Spiritualitas

5 April 2026
Konferensi Internasional Indonesia Forum ke-18 di Universitas Paramadina bahas demokrasi, tata kelola, hingga isu global dengan partisipasi akademisi dunia.

Konferensi Internasional Indonesia Forum ke-18 Bahas Demokrasi dan Tata Kelola di Paramadina

19 September 2025
Shinta W. Kamdani

Shinta W. Kamdani: Indonesia Incorporated Jadi Kunci Lapangan Kerja dan Ketahanan Ekonomi

14 September 2025
Gita Wirjawan

Gita Wirjawan Ungkap Kunci Transformasi Asia Tenggara: Literasi, Pendidikan, hingga Energi

6 September 2025
Wijayanto Samirin, Ekonom Universitas Paramadina

Ekonom Universitas Paramadina Sebut Kasus Noel Jadi Alarm Bahaya Pemberantasan Korupsi di Era Prabowo

25 Agustus 2025
Wakil Rektor Universitas Paramadina, Handi Risza

Warek Universitas Paramadina Ingatkan Pemda: Jangan Jadikan PBB-P2 Jalan Pintas Tambah PAD

15 Agustus 2025
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini

Didik J. Rachbini: Relawan Politik Jangan Jadi Hama Demokrasi di Pemerintahan

10 Agustus 2025
Arsjad Rasjid, Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia

Arsjad Rasjid: Bonus Demografi Bisa Jadi Bencana Jika Lapangan Kerja Tidak Tersedia

20 Juli 2025
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Jarrod Bowen (sumber foto: instagram @jarrodbowen)

Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi

31 Mei 2026
Telkomsel dan TVRI menghadirkan Bola Gembira MAXStream TV untuk Piala Dunia 2026 dengan akses 104 pertandingan, paket khusus, dan 100 ribu akses gratis.

Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia

31 Mei 2026
Guru Besar Linguistik Universitas Airlangga, Prof. Dr. Dra. Ni Wayan Sartini, M.Hum.

Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah

31 Mei 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.