Surabaya (pilar.id) – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera pada akhir November 2025 menyebabkan ribuan warga terdampak serta terputusnya berbagai akses penting. Pemerintah menetapkan status tanggap darurat, sementara berbagai instansi mulai dari kementerian, lembaga, TNI, Polri hingga pemerintah daerah melakukan mobilisasi bantuan secara besar-besaran.
Sebagai bentuk kontribusi kemanusiaan, Yayasan Dana Sosial al-Falah (YDSF) menurunkan tim Unit Aksi Cepat untuk memberikan dukungan di wilayah terdampak. Tim diberangkatkan dari Jakarta pada 1 Desember 2025 menuju Sumatera Barat dengan prioritas membantu penyediaan dapur umum dan kebutuhan dasar bagi warga.
Saat ini, tim YDSF berada di Posko Bencana Galodo, Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, yang menjadi salah satu titik konsentrasi penanganan penyintas. Berbagai bantuan telah disalurkan, mulai dari air minum dalam kemasan, biskuit, susu, bahan pangan pokok, kopi, hingga kebutuhan esensial seperti popok bayi, pembalut, perlengkapan kebersihan, dan sabun cuci.
YDSF juga memperluas jangkauan dukungan dengan bekerja sama bersama Forum Zakat (FOZ) untuk mengirimkan bantuan ke wilayah terdampak di Aceh dan Sumatera Utara. Menurut keterangan Imron Wahyudi, selaku Direktur Program YDSF, lembaganya mengupayakan respons cepat melalui penugasan tim lapangan serta koordinasi dengan mitra lokal. Imron menyampaikan bahwa YDSF mempersiapkan alokasi dana hingga Rp1 miliar untuk memperkuat bantuan bagi warga terdampak.
Hingga siang hari, YDSF masih menerima berbagai donasi masyarakat berupa makanan siap konsumsi, peralatan mandi, terpal, serta kebutuhan pokok lainnya, kecuali pakaian layak pakai. Dukungan ini akan diteruskan ke sejumlah titik pengungsian yang memerlukan suplai tambahan.
Sebelumnya, tim aksi cepat YDSF juga terlibat dalam penyaluran bantuan untuk penyintas erupsi Semeru di Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang. Bantuan tersebut mencakup paket makanan dan perlengkapan kebersihan yang ditujukan untuk membantu pemulihan awal warga terdampak. (usm)









