Surabaya (pilar.id) – Sejak diresmikan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pada pertengahan tahun 2022, Katepay, yang merupakan metode pembayaran non tunai atau uang elektronik untuk membeli jajanan di kantin sekolah, terus memperluas cakupannya. Terobosan ini memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi anak-anak Surabaya, memperkuat citra Surabaya sebagai Kota Layak Anak.
Menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, Eddy Christijanto, data Dispendukcapil menunjukkan bahwa saat ini sudah ada sebanyak 215.646 pelajar Surabaya yang aktif menggunakan dan memanfaatkan Katepay.
“Sejak diresmikan oleh Pak Wali Kota, inovasi ini terus kami perluas ke hampir semua sekolah di Surabaya. Alhamdulillah saat ini sudah banyak anak-anak Surabaya, pelajar Surabaya yang memanfaatkan Katepay ini,” ujar Eddy di ruang kerjanya, Sabtu (17/2/2024).
Katepay awalnya adalah Kartu Identitas Anak (KIA), namun atas arahan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, fungsinya diperluas sehingga dapat digunakan sebagai alat pembayaran non tunai untuk membeli jajanan dan minuman di kantin sekolah di Surabaya. Bahkan, KIA Surabaya juga bisa digunakan untuk pembayaran naik Surabaya bus.
Menurut Eddy, Katepay memberikan banyak manfaat bagi anak-anak. Pertama, anak-anak dapat terbiasa menggunakan sistem pembayaran non tunai yang terus didorong oleh pemerintah. Kedua, dengan transaksi non tunai, akan mempermudah pemantauan dan pengendalian uang saku yang diberikan kepada anak-anak.
“Ini menjadi sinergi kuat antara Perangkat Daerah Pemkot Surabaya dan stakeholder untuk terus berkolaborasi mewujudkan anak-anak yang cerdas dan sehat selama berada di sekolah,” tambahnya.
Eddy menegaskan bahwa Katepay juga dapat memberikan keamanan dan pemantauan bagi orang tua. Dengan transaksi yang tercatat dan terintegrasi, orang tua dapat memantau dan mengontrol uang jajan anak-anak mereka.
Untuk menggunakan Katepay, orang tua dapat mengunduh aplikasi KatePay di PlayStore (khusus Android) dan melakukan registrasi akun. Setelah akun terdaftar, anak-anak tinggal menunjukkan KatePay/KIA ke petugas kantin sekolah atau gerai-gerai yang telah bekerjasama. Petugas akan membuka aplikasi KatePay pada gawai masing-masing, dan transaksi akan tercatat dan terintegrasi dengan KIA.
Pengisian saldo Katepay dapat dilakukan di gerai, kantin sekolah, J-connect Mobile Bank Jatim, atau di seluruh ATM. Orang tua juga dapat menentukan limit saldo harian KatePay anak mereka, memudahkan untuk mengontrol uang jajan anak.
“Dengan NIK yang terdapat pada KIA dijadikan Virtual Account saat pengisian saldo, sehingga dapat melakukan pembayaran di mana saja. Misalnya, top-up saldo KatePay dapat dilakukan melalui m-banking dan akan terupdate secara otomatis, atau dapat dilakukan di kantin sekolah dengan bantuan petugas kantin. Sangat mudah,” pungkasnya. (rio/hdl)










