Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2
  • KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan
  • VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper
  • Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman
  • NewJeans Vakum, Right Now Tembus 100 Juta Streaming Spotify: Katalog Musik Mereka Masih Mendunia!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Gaya Hidup»Travel»Candi Gedong Songo, Wisata Sejarah di Lereng Gunung Ungaran Semarang

Candi Gedong Songo, Wisata Sejarah di Lereng Gunung Ungaran Semarang

Travel Hendro D. Laksono10 September 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Salah satu bangunan utuh di kompleks wisata sejarah Candi Gedong Songo, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (foto: Hendro D. Laksono, pilar.id)
Salah satu bangunan utuh di kompleks wisata sejarah Candi Gedong Songo, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (foto: Hendro D. Laksono, pilar.id)

Semarang (pilar.id) – Meski mungkin tidak setenar beberapa candi lain di Jawa Tengah, Candi Gedong Songo tetap merupakan destinasi menarik bagi para pelancong yang gemar menjelajahi warisan sejarah.

Candi Gedong Songo adalah sebuah kompleks candi Hindu yang terletak di Dusun Gedongsongo, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Kompleks candi ini terdiri dari sembilan candi yang tersebar di sepanjang bukit.

Petugas di kompleks candi menjelaskan, “Candi Gedong Songo tersebar di beberapa lokasi, yaitu Desa Candi, Kecamatan Bandungan, dan Desa Jubelan, Kecamatan Sumowono.”

Kawasan candi ini terletak di perbukitan lereng Gunung Ungaran dengan ketinggian berkisar antara 1200 hingga 1400 meter di atas permukaan laut.

Sejarah Candi Gedong Songo

Dikutip dari laman Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kawasan Cagar Budaya Gedongsongo diyakini oleh para ahli memiliki sejarah yang sama dengan Candi Dieng, yang dibangun pada kurun waktu abad ke-7 hingga 9 Masehi, saat Dinasti Sanjaya dari Kerajaan Mataram Lama berkuasa.

Nama Gedongsongo berasal dari bahasa Jawa, di mana gedong berarti rumah atau bangunan, dan songo berarti sembilan.

Oleh karena itu, Gedongsongo berarti sembilan (kelompok) bangunan. Semua candi dalam kompleks ini memiliki tiga bagian: bagian bawah yang menggambarkan alam manusia, bagian tengah yang menggambarkan alam yang menghubungkan alam manusia dan alam dewa, serta bagian atas yang menggambarkan alam para dewa.

Keberadaan candi-candi ini pertama kali diungkapkan oleh seorang penjelajah bernama Loten pada tahun 1740 M. Pada tahun 1840, Th. Stamford Raffles melaporkan kompleks ini sebagai Candi Banyukuning, tetapi dalam bukunya The History of Java (1817), Raffles mencatatnya sebagai Gedong Pitoe karena pada saat itu hanya ada tujuh kelompok bangunan.

Selanjutnya, Van Braam membuat publikasi dengan melukisnya pada tahun 1825 M, dan lukisan tersebut sekarang disimpan di Museum Leiden.

Beberapa penelitian juga dilakukan oleh arkeolog Belanda seperti Van Stein Callenfels pada tahun 1908 M dan Knebel pada tahun 1911 M. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan dua kelompok candi lainnya, sehingga kompleks ini diberi nama Gedongsongo, yang berarti sembilan bangunan dalam bahasa Jawa.

Pada tahun 1928-1929, dinas purbakala pada masa pemerintahan Belanda melakukan pemugaran terhadap Candi Gedong I, dan pada tahun 1939-1931 dilakukan pemugaran terhadap Candi Gedong II. Pada tahun 1977-1978, Candi Gedong II, Candi Gedong IV, dan Candi Gedong V dipugar oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Tengah.

Upaya pemugaran dan penataan lingkungan juga dilakukan oleh pemerintah Indonesia selama hampir 10 tahun dari tahun 1972 hingga 1982. Pada tahun 1997, Kompleks Percandian Gedongsongo diperbaharui oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Tengah.

Baca Juga  Ayanaz Gedongsongo, Wisata Asyik untuk Menemani Jejak Digital Dunia Maya
Candi Gedong Songo, Jawa Tengah (foto: Hendro D. Laksono, pilar.id)
Candi Gedong Songo, Jawa Tengah (foto: Hendro D. Laksono, pilar.id)

Deskripsi Sembilan Candi

Kompleks Percandian Gedongsongo terletak di kaki Gunung Ungaran pada ketinggian antara 1200 hingga 1400 meter di atas permukaan laut. Meski nama Gedongsongo mengacu pada keberadaan sembilan kelompok candi, saat ini hanya lima kelompok yang masih utuh.

Kelima kelompok candi ini terletak tersebar, dimulai dari Candi Gedong I yang terletak paling bawah hingga Candi Gedong V yang terletak paling atas.

Semua candi dibangun di puncak-puncak bukit yang berbeda dan memiliki tata letak yang mengikuti konsep Triloka dalam tradisi Hindu. Batas-batas masing-masing situs diidentifikasi dengan pagar yang sekarang menjadi pagar kawat berduri atau tanaman.

Candi Gedong I

Candi Gedong I adalah satu-satunya candi dalam kompleks ini yang masih utuh. Candi ini memiliki bentuk persegi panjang dengan tinggi sekitar 4-5 meter.

Candi ini berdiri di atas batur atau kaki candi setinggi 1 meter yang dihiasi dengan pahatan relief sulur dan bunga di sekelilingnya.

Candi ini menghadap ke arah timur dan memiliki tangga kecil serta pintu masuk. Di bagian dalamnya terdapat sebuah bilik.

Pada tepian pradaksina patha terdapat sisa pagar langkan. Bagian luar candi terlihat polos tanpa hiasan relief, hanya terdapat pahatan sederhana berbentuk bunga membentuk seperti bingkai yang kosong di tengahnya.

Candi Gedong II

Candi Gedong II juga memiliki batur setinggi 1 meter dengan selasar selebar 0,5 meter yang mengelilingi candi. Tangga dan pintu masuknya terletak di sisi timur, mengindikasikan orientasi candi ke arah timur.

Pada bagian pintu masuk terdapat hiasan Kalamakara yang dipahat di atas pintu masuk. Pada tubuh candi di bagian sisi luar ketiga dinding candi terdapat relung atau ceruk kecil untuk meletakkan arca. Atap bagian atas candi hanya tinggal reruntuhan.

Di depan candi ini terdapat reruntuhan bangunan candi kecil atau biasa disebut dengan Candi Perwara yang berfungsi seakan sebagai penjaga.

Candi Gedong III

Candi Gedong III terdiri dari tiga bangunan: dua bangunan yang menghadap ke timur dan satu yang menghadap ke barat. Kedua bangunan yang menghadap ke timur mirip, tetapi yang di sebelah utara lebih besar dan lebih tinggi.
Bangunan yang lebih besar disebut sebagai candi utama, sementara yang lebih kecil adalah candi perwara. Tubuh candi berdiri di atas batur yang rendah dengan denah dasar berbentuk persegi.

Atap kedua bangunan tersebut berbentuk 3 persegi bersusun dengan puncak atap runcing, mirip dengan atap Candi Gedong II. Sekeliling batur dihiasi dengan pahatan pola kertas tempel. Di pertengahan masing-masing sisi kaki candi terdapat relung, salah satunya berisi Arca Ganesha.

Baca Juga  Beri Layanan Terbaik, HAKA Rebranding jadi Up-Peak Hotel Simpang Lima Semarang

Di dinding candi terdapat relung tempat meletakkan arca. Pada dinding di sisi barat, utara, dan selatan masing-masing bangunan terdapat relung ini, yang sekarang dalam keadaan kosong.

Di relung dinding selatan candi utama terdapat Arca Ganesha dalam posisi bersila, sedangkan di relung dinding selatan terdapat Arca Durga bertangan delapan dalam posisi berdiri.

Candi Gedong IV

Candi Gedong IV terdiri dari satu candi utama dan beberapa bangunan candi yang sebagian besar adalah reruntuhan dan kemungkinan merupakan candi perwara.

Candi utama ini memiliki bentuk yang mirip dengan Candi Gedong II, dengan batur setinggi 1 meter dan selasar selebar 0,5 meter mengelilingi candi. Candi ini menghadap ke timur dan memiliki tangga serta pintu masuk dengan bilik penampil di sampingnya, meskipun bilik tersebut kosong tanpa arca.

Selain candi utama, ada juga Candi Gedong IV-A, yang terdiri dari dua batur bersebelahan. Satu batur telah direstorasi, sementara yang lainnya hanya sebagian kaki yang masih ada. Di sisi lain, terdapat tumpukan batu sisa pemugaran.

Candi Gedong IV-A mirip dengan candi perwara di Gedong III, menghadap ke timur dengan penampil dan anak tangga masuk ke dalam bilik. Tidak ada hiasan yang dipahatkan pada batu penyusun bangunan ini.

Candi Gedong V

Candi Gedong V mirip dengan Candi Gedong IV, terdiri dari satu candi utama dan beberapa reruntuhan candi di dekatnya yang diduga adalah candi perwara. Bangunan utama Candi Gedong V ini mirip dengan Candi Gedong II, tetapi pada relung dinding luar terdapat sebuah Arca Ganesha yang masih utuh, dengan posisi duduk bersila.

Reruntuhan Tambahan

Selain kelima candi tersebut, ada juga beberapa reruntuhan lain di kompleks Gedongsongo, yang disebut sebagai Runtuhan I, Runtuhan II, dan Runtuhan III. Runtuhan I terletak di sebelah barat Candi V, Runtuhan II di sebelah barat Candi IV, dan Runtuhan III di sebelah barat laut Candi IV.

Semua reruntuhan ini merupakan bagian dari kompleks candi ini dan telah diinventarisasi untuk pemeliharaan lebih lanjut.

Candi Gedong Songo adalah destinasi wisata sejarah yang menarik untuk dijelajahi, dan merupakan salah satu warisan berharga dari masa lalu Jawa Tengah yang masih dapat kita nikmati hingga saat ini. (hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Candi Gedong Songo Wisata Jawa Tengah Wisata Sejarah Wisata Semarang

Berita Lainnya

Monumen Ayam Jago di Lidah Wetan Surabaya

Monumen Ayam Jago di Lidah Wetan Jadi Ikon Baru Surabaya, Simbol Perjuangan Sawunggaling

9 September 2025
Suasana di Plunyon Kalikuning Sleman (foto: Faj Aslam, unsplash)

Plunyon Kalikuning Sleman, Jembatan Ikonik yang Makin Diminati

20 Juli 2024
Wisata Pantai Tirang di Kecamatan Semarang Barat (foto: Dok Pemkot Semarang)

Wajah Baru Pantai Tirang, Siap-siap Jadi Destinasi Wisata Unggulan Kota Semarang

5 Maret 2024
Jembatan Kaca di destinasi wisata The Geong Limpawukus, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (foto: Dok Kemenparekraf)

Sandiaga Uno Minta Evaluasi Keamanan Jembatan Kaca di Wisata The Geong Limpawukus

28 Oktober 2023
Dataran Tinggi Dieng (foto: Ade Chrisnadhi, unsplash)

5 Kawasan Wisata di Jawa Tengah yang Memiliki Udara Dingin dan Pemandangan Indah

24 September 2023
Perahu wisata di Pantai Bandengan atau Pantai Tirto Samudro (foto: Redicul Pict, unsplash)

5 Pantai Pilihan di Jepara, Jejak Sejarah Nusantara yang Menghampar Indah

23 Agustus 2023
Kelenteng Thong Hwie Kiong di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah

3 Wisata Religi Pilihan di Purworejo, Menelusuri Warisan Budaya dan Keagungan Doa

21 Agustus 2023
Desa Wisata Banyubiru, salah satu kawasan wisata andalan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah

5 Desa Wisata Pilihan di Magelang, Salah Satunya Punya Rumah Joglo yang Berdiri tahun 1877

12 Agustus 2023
Up-Peak Hotel Simpang Lima Semarang

Beri Layanan Terbaik, HAKA Rebranding jadi Up-Peak Hotel Simpang Lima Semarang

7 Juli 2023
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Lionel Messi (sumber foto: facebook @AFASeleccionEN)

Messi Persembahkan Kemenangan Argentina atas Inggris untuk Suporter, Albiceleste Tantang Spanyol di Final

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Kia Sales Indonesia menggelar The all-new Seltos Driving Experience rute Jakarta-Bogor untuk menguji performa mesin Smartstream 1.5L dan fitur ADAS Level 2.

Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2

19 Juli 2026
Denny Deng, President of Huawei Asia Pacific Carrier Business

KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan

18 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.