Sleman (pilar.id) – Hari masih pagi saat keluarga David, 37 tahun, tiba di tempat ini. Putri semata wayangnya tertawa lepas melihat alam yang membentang, berlari kecil tanpa beban. Istri David menemani sambil tertawa dan memanggil-manggil. Sementara David, karyawan sebuah perusahaan swasta di Yogyakarta ini sibuk mengabadikan mereka dengan ponsel.
Hari itu, Plunyon Kalikuning, yang terletak di kaki Gunung Merapi, kini dikenal sebagai versi lokal dari Jembatan Russel di Skotlandia, dikunjungi belasan pengunjung.
Rata-rata remaja, di antaranya datang berpasangan, yang juga sibuk mengabadikan spot-spot di sekitar jembatan. Tak lama berselang, foto-foto itu berkeliaran di jagad maya. Di instagram, TikTok, bahkan YouTube.
Antusias ini tentu saja bukan tanpa alasan. Jembatan yang mereka kunjungi, bukan hanya menawarkan pemandangan menakjubkan tetapi juga memiliki kisah menarik dan populer sebagai destinasi wisata.
Jembatan ini dibangun oleh warga setempat antara tahun 1982-1983 untuk keperluan irigasi, bukan oleh Belanda seperti yang sering diperkirakan. Terletak di Kedungsriti, Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Plunyon Kalikuning kini menjadi salah satu ikon wisata lokal.
Mirip dengan Jembatan Russel yang terkenal dengan arsitekturnya yang menawan dan pemandangan alamnya, Plunyon Kalikuning juga menyajikan panorama alam yang memukau. Dengan bukit hijau dan sungai yang mengalir di bawahnya, jembatan ini menawarkan pengalaman visual yang menakjubkan bagi para pengunjung. Pemandangan Gunung Merapi terlihat paling jelas di pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB.
Meskipun saat ini lebih dikenal sebagai objek wisata, fungsi asli jembatan sebagai irigasi masih berjalan. Jembatan ini berperan penting dalam mendistribusikan air untuk pertanian dan kebutuhan rumah tangga di kawasan Sleman dan Yogyakarta.
Plunyon Kalikuning menjadi semakin terkenal setelah digunakan sebagai lokasi syuting film populer KKN Desa Penari. Proses syuting yang memerlukan izin khusus dan memakan waktu lima hari ini menunjukkan daya tarik visual jembatan yang kuat.

Sensasi kemiripan dengan Jembatan Russel dan lokasi syuting film menjadikan pesona jembatan makin menguat. Didukung etalase alam yang mendukung, menjadikan jembatan ini masuk dalam lokasi favorit untuk fotografi. Apalagi untuk masuk dalam lokasi, biaya terbilang murah. Begitu juga akses perjalanannya.
Selain menikmati jembatan, wisatawan juga dapat menikmati trek hiking dan pemandangan alam yang menakjubkan, termasuk sungai Kali Kuning yang bersih dan pemandangan Gunung Merapi yang menakjubkan. (mad/hdl)










