Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Hasil Piala Dunia 2026: Gol Penalti Mbappe ke Gawang Paraguay Bawa Prancis Lolos ke Perempat Final
  • PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah
  • Atasi Banjir Margomulyo, Pemkot Surabaya Bangun Mini Bozem di Lahan Exit Tol Margomulyo-Tandes
  • Menaker Yassierli Gandeng Industri KEK Mandalika Masuk MagangHub, Siapkan Kuota 150 Ribu Peserta untuk Genjot Vokasi
  • Jakarta Kreatif Festival 2026 Dibuka, Pramono Anung Targetkan Jakarta Tembus Jajaran 50 Kota Global pada 2030
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Gaya Hidup»Travel»3 Wisata Religi Pilihan di Purworejo, Menelusuri Warisan Budaya dan Keagungan Doa

3 Wisata Religi Pilihan di Purworejo, Menelusuri Warisan Budaya dan Keagungan Doa

Travel Hendro D. Laksono21 Agustus 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Kelenteng Thong Hwie Kiong di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah
Kelenteng Thong Hwie Kiong di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah

Purworejo (pilar.id) – Kabupaten Purworejo terletak di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Wilayah ini memiliki pesona alam yang menawan serta kekayaan budaya yang kental. Kabupaten ini terletak di bagian selatan Provinsi Jawa Tengah, berbatasan dengan Kabupaten Magelang dan Kabupaten Temanggung di sebelah utara, Kabupaten Wonosobo di sebelah timur, Samudra Hindia di sebelah selatan, serta Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Banyumas di sebelah barat.

Daerah ini memiliki relief yang beragam, meliputi pegunungan, perbukitan, lembah, serta pantai. Karena ini pula Purworejo memiliki destinasi wisata alam yang menarik, seperti Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, dan Gunung Merapi yang dapat dinikmati oleh para pendaki. Selain itu, Pantai Glagah dan Pantai Watu Kodok.

Juga terdapat objek wisata air terjun seperti Curug Silawe dan Curug Tempuran yang memikat. Di sisi lain, Kabupaten Purworejo kaya akan warisan budaya. Beberapa candi dan situs bersejarah dapat ditemukan di sini, seperti Candi Gebang, Candi Cetho, dan Candi Sukuh.

Desa Kemiri juga dikenal sebagai pusat kerajinan batik yang menghasilkan karya-karya unik dengan gaya tradisional. Di luar itu kawasan ini juga populer dengan kawasan wisata religi yang terbilang jarang diketahui. Apa saja?

Kelenteng Thong Hwie Kiong

Kelenteng Thong Hwie Kiong, sebuah kelenteng kuno yang pertama kali dipugar pada tahun 1888 Masehi, terus memancarkan pesona sejarah dan keramat spiritualnya. Terletak di Kabupaten Purworejo, kelenteng ini populer dengan sebutan Klenteng Baledono di kalangan warga setempat. Dalam keyakinan masyarakat, kelenteng ini dianggap memiliki energi mistik. Konon, bahkan patung Dewa Kwan Kong dapat turun dari altar jika situasi mendesak.

Kelenteng bersejarah ini berlokasi di sebelah Timur Pasar Baledono, Kabupaten Purworejo. Bagi penduduk setempat, Klenteng Thong Hwie Kiong bukanlah sekadar bangunan kuno yang terabaikan. Sejarah wilayah ini beriringan dengan jejak kelenteng yang lebih dikenal sebagai Klenteng Baledono.

Namun, hingga kini, misteri mengenai tahun pasti pembangunan kelenteng dan tokoh di baliknya masih belum diketahui. Prasasti yang terletak di bagian depan kanan kelenteng hanya menyinggung tentang pemugaran pertama, tanpa mengungkap siapa yang pertama kali mendirikannya. Berdasarkan prasasti tersebut, renovasi pertama kelenteng dilakukan pada tahun 1888 Masehi.

Para sumber lokal menyatakan bahwa Kelenteng Thong Hwie Kiong menjadi tempat ibadah bagi umat Khong Hu Cu, Buddha, dan Tao. Di dalam kelenteng ini, terdapat 13 altar tempat dilakukan ibadah. Dewa utama yang dihormati dalam kelenteng ini adalah Hok Tek Ceng Sin, Malaikat Kebajikan yang dipercaya membawa berkah bagi para pemuja. Dengan sejarahnya yang misterius dan aura keramatnya, kelenteng ini terus menjadi tempat yang dikunjungi oleh peziarah dari berbagai latar belakang keagamaan.

Baca Juga  5 Pantai Pilihan di Jepara, Jejak Sejarah Nusantara yang Menghampar Indah

Petilasan Nyai Bagelen

Desa Bagelen yang terletak di Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, memiliki sebuah tempat suci yang menjadi tujuan utama peziarah dari berbagai penjuru. Tempat ini bukan hanya menjadi tempat berdoa, tetapi juga menjadi tempat di mana banyak orang berharap agar hajat dan doanya terkabul.

Tempat itu adalah petilasan Nyi Ageng Bagelen, yang juga dikenal dengan nama Ratu Diyah Ayu Roro Wetan. Nyi Bagelen dikenal sebagai tokoh penting yang dianggap sebagai cikal bakal Kabupaten Purworejo dan diperkirakan hidup pada abad ke-7.

Peziarah yang datang ke petilasan Nyi Bagelen berasal dari berbagai lapisan masyarakat. Bukan hal yang langka melihat para pejabat, bahkan termasuk pejabat tinggi, datang untuk berziarah di tempat ini. petilasan Nyi Bagelen menjadi tempat ziarah yang memiliki arti spiritual dan sejarah yang dalam.

Dalam tradisi setempat, Nyi Bagelen merupakan cucu buyut dari Prabu Suwelo Colo, seorang raja dari Kerajaan Medang Kamulan yang memerintah di daerah pesisir selatan pada abad ke-6. Tempat suci ini, petilasan Nyi Bagelen, adalah tempat di mana Nyi Bagelen melakukan pertapaan dan mencapai moksa pada abad ke-7.

Legenda turun-temurun menyebutkan bahwa Nyi Bagelen adalah sosok bijaksana dengan pengetahuan yang luas, terampil dalam pertanian, dan memiliki etika yang luhur. Ia juga dikenal sebagai sosok yang memiliki pengetahuan spiritual dan memiliki kemampuan gaib yang luar biasa, sehingga dia dihormati oleh masyarakat hingga saat ini.

Petilasan Nyi Ageng Bagelen terletak di atas lahan seluas 3.000 meter persegi. Di bagian belakang, terdapat makam yang diyakini sebagai tempat peristirahatan keturunan Nyi Bagelen, sementara di bagian depan terdapat bangunan aula. Di lingkungan yang rimbun dengan pepohonan, terdapat pula musala untuk kegiatan ibadah.

Tempat suci ini bukan hanya menawarkan sejarah dan spiritualitas, tetapi juga memberikan suasana yang tenang dan damai bagi para pengunjung. Keajaiban dan makna mendalam yang diwariskan oleh petilasan Nyi Ageng Bagelen menjadikannya sebagai salah satu destinasi ziarah yang penuh keberkahan di tengah pesona Purworejo.

Baca Juga  Sejarah Panjang Masjid Jami’ Gresik, Sempat Renovasi Akibat Tersambar Petir

Gereja GPIB

Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) di Jalan Urip Sumoharjo 24, Purworejo, bukan hanya sebuah tempat ibadah, tetapi juga sebuah peninggalan sejarah. Berdiri sejak 12 November 1879, gereja ini telah menghiasi Purworejo selama 144 tahun. Walaupun demikian, bangunan ini tetap kokoh berdiri dan orisinal.

GPIB telah berdiri sebelum bangunan gereja terbesar di kota ini, yaitu Gereja Katolik Santa Perawan Maria, yang baru dibangun pada tahun 1927 oleh Romo B.J.J. Visser MSC, belum mencapai usia 100 tahun. Keberadaan GPIB menjadi bukti hadirnya Zending di Purworejo sejak zaman dulu.

Pada masa penjajahan Belanda, gereja ini dikenal sebagai Indische Kerk atau Gereja Pemerintah Hindia Belanda. Sebutan ini digunakan karena pemimpin gereja pada saat itu juga menjadi pegawai pemerintah kolonial.

Menurut Buku Pendataan Teknis Gereja GPIB Kabupaten Purworejo yang diterbitkan oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Provinsi Jawa Tengah pada tahun 1994/1995, gereja ini memiliki ukuran 8 meter lebar dan 23 meter panjang.

Gaya arsitektur kolonial tercermin dari pilar dan pilaster yang merupakan elemen dekoratif di bagian depan bangunan. Pilaster dengan gaya neo-Gothic, yang asalnya dari Yunani, terlihat jelas di bagian depan dan samping bangunan.

Bangunan gereja memiliki teras di depan pintu utama dengan ukuran 1,5 x 3 meter. Teras ini diberi penutup dari beton bertulang berbentuk lengkung setengah lingkaran, yang ditopang oleh 2 pilar kolom dengan garis tengah 50 cm, serta 2 buah pilaster.

Atap bangunan ini berbentuk pelana dengan kemiringan 50 derajat, tanpa menggunakan tritisan. Konstruksi atap terbuat dari kayu jati dengan penutup genteng flams. Kuda-kuda dari kayu jati ini berjarak 3 meter dan menopang pada pilar tembok dengan ukuran 60 x 60 cm, serta dinding setebal 30 cm yang mencapai beberapa meter di atas lantai.

Terdapat talang kantong dan sistem pengaliran air di atas tembok sisi utara dan selatan bangunan, serta langit-langit utama yang dibuat dari kayu jati yang terletak di bawah kuda-kuda. Secara struktural, bangunan utama terdiri dari satu ruangan dengan satu pintu utama dan lima pintu penghubung. Penerangan alami diberikan melalui delapan buah jendela yang tersebar di bangunan tersebut. (hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Purworejo Wisata Jawa Tengah Wisata Religi

Berita Lainnya

Masjid Al-Ikhlas di Lampuko: Dari Terbengkalai, Jadi Ikon Wisata Religi Konawe Selatan

3 Juni 2025
Bagian depan Masjid Jami Gresik (foto: Mamuk Ismuntoro, pilar.id)

Sejarah Panjang Masjid Jami’ Gresik, Sempat Renovasi Akibat Tersambar Petir

28 Maret 2025
Masjid Mungsolkanas (foto: Dok Diskominfo Kota Bandung)

Masjid Mungsolkanas, Masjid Tertua di Bandung yang Sarat Nilai Sejarah

12 Maret 2025
Masjid Al-Akbar Surabaya (foto: Hendro D. Laksono)

Masjid Al-Akbar Surabaya, Potret Keagungan Islam yang Berdiri Megah di Kota Pahlawan

2 Maret 2025
Suasana di Plunyon Kalikuning Sleman (foto: Faj Aslam, unsplash)

Plunyon Kalikuning Sleman, Jembatan Ikonik yang Makin Diminati

20 Juli 2024
Jembatan Kaca di destinasi wisata The Geong Limpawukus, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (foto: Dok Kemenparekraf)

Sandiaga Uno Minta Evaluasi Keamanan Jembatan Kaca di Wisata The Geong Limpawukus

28 Oktober 2023
Dataran Tinggi Dieng (foto: Ade Chrisnadhi, unsplash)

5 Kawasan Wisata di Jawa Tengah yang Memiliki Udara Dingin dan Pemandangan Indah

24 September 2023
Salah satu bangunan utuh di kompleks wisata sejarah Candi Gedong Songo, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (foto: Hendro D. Laksono, pilar.id)

Candi Gedong Songo, Wisata Sejarah di Lereng Gunung Ungaran Semarang

10 September 2023
Perahu wisata di Pantai Bandengan atau Pantai Tirto Samudro (foto: Redicul Pict, unsplash)

5 Pantai Pilihan di Jepara, Jejak Sejarah Nusantara yang Menghampar Indah

23 Agustus 2023

1 Komentar

  1. laksanabalon on 23 Agustus 2023 13:23

    Ternyata di Purworejo ada klenteng, baru tahu saya. Terima kasih infonya.

    Reply
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini

PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah

5 Juli 2026
Kylian Mbappe (sumber foto: facebook @equipedefrance)

Piala Dunia 2026: Prancis Siap Tempur Full Team Lawan Paraguay, Kylian Mbappe Kejar Rekor Gol Lionel Messi

4 Juli 2026
(foto: Dok BNI)

HUT Ke-80 BNI: Usung Tema Swadharma Bhakti Nagara, Tegaskan Komitmen Pengabdian dan Transformasi Digital

4 Juli 2026
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Kemenperin Investigasi Ledakan Pabrik Herbal PT Raw Botanical Nusantara di Semarang

3 Juli 2026
Danantara default

BUMN Ekosistem Danantara Indonesia Rampungkan Laporan Keuangan 2025: Kinerja Laba Melonjak Tajam

3 Juli 2026
Berita Lainnya
Kylian Mbappe (sumber foto: facebook @equipedefrance)

Hasil Piala Dunia 2026: Gol Penalti Mbappe ke Gawang Paraguay Bawa Prancis Lolos ke Perempat Final

5 Juli 2026
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini

PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah

5 Juli 2026
Proses pembangunan bozem di Tanjungsari, Surabaya

Atasi Banjir Margomulyo, Pemkot Surabaya Bangun Mini Bozem di Lahan Exit Tol Margomulyo-Tandes

4 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.