Surabaya (pilar.id) – Keputusan Kaesang Pangarep, anak dari Presiden Joko Widodo, untuk menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) telah mengejutkan banyak pihak. Hal ini mengundang perhatian publik terutama karena keluarga Presiden Jokowi sebelumnya berada dalam Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Profesor Dra. Rachmah Ida M Com PhD, Guru Besar Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair), memberikan pandangannya terkait manuver politik Kaesang ini.

Menurut Prof Ida, Kaesang mungkin merasa bahwa PSI adalah partai yang sesuai dengan pandangan politiknya. PSI dikenal sebagai partai yang identik dengan pemuda, dan memiliki potensi besar untuk mendapatkan dukungan dari pemilih muda. Gaya kepemimpinan Kaesang yang merangkul generasi milenial dan Gen Z dapat membantu PSI dalam meraih suara dari segmen pemilih muda.
“PSI, sebagai partai yang relatif kecil dan baru, dapat memanfaatkan popularitas Kaesang untuk mendapatkan suara dari pemilih muda, terutama di tengah apatisnya sebagian besar generasi Z terhadap politik,” jelasnya.
Isu politik dinasti juga mengiringi langkah Kaesang, tetapi Prof Ida menegaskan bahwa keputusan Kaesang untuk terlibat dalam politik bukanlah bagian dari politik dinasti. Anak-anak dan menantu Presiden Jokowi memenangkan jabatan mereka melalui proses pemilihan yang melibatkan suara rakyat, seperti yang terjadi dalam pemilihan kepala daerah.
“Jadi, jabatan mereka bukan hasil dari penunjukan Presiden Jokowi, tetapi muncul melalui kompetisi dalam pemilihan umum,” tambah Prof Ida.
Sebelumnya, Giring Ganesha, musisi yang menjabat sebagai Ketua Umum PSI, belum mampu secara signifikan memperoleh dukungan dari pemilih muda. Kehadiran Kaesang di PSI diyakini dapat memberikan dorongan besar bagi partai tersebut dalam meraih suara dari pemilih muda.
Saat ini, PSI adalah bagian dari koalisi partai politik yang mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Dengan keterlibatan Kaesang, PSI berpotensi memberikan kontribusi suara yang signifikan untuk Prabowo, terutama dari segmen pemilih muda.
“Kemungkinan besar, jika Prabowo memenangkan pemilihan presiden, akan ada tindak lanjut politik yang menguntungkan Kaesang, mungkin dalam bentuk jabatan strategis dalam pemerintahan sebagai pengakuan atas dukungannya,” tutup Prof Ida. (rio/ted)










