Maluku Barat Daya (pilar.id) – Desa Welora, Kabupaten Maluku Barat Daya, bersama Yayasan WWF Indonesia menjalankan kajian daya dukung wisata bahari di sekitar wilayahnya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pengembangan wisata yang ramah lingkungan serta mencegah risiko overtourism.
Terletak di antara Laut Banda dan Laut Timor, Desa Welora di Pulau Dawera telah menjadi magnet bagi para penyelam lokal maupun mancanegara. Terumbu karang yang sehat dengan ragam warna menawan dan keberagaman hayati laut yang memukau membuatnya menjadi destinasi unggulan. Tidak heran pada tahun 2020, Desa Welora dinobatkan sebagai Juara 1 dalam Anugerah Pariwisata Indonesia (API Award) kategori destinasi wisata baru.

Untuk memastikan pengembangan wisata yang berkelanjutan, Pemerintah Desa Welora dan WWF-Indonesia melakukan kajian terhadap potensi wisata bahari, baik di pantai maupun perairan sekitarnya. Kajian ini dilakukan pada 20-24 Maret 2024, dengan fokus pada karakteristik pantai dan keanekaragaman hayati laut.
Markus Laimera, Sekretaris Desa Welora, mengungkapkan harapannya terhadap hasil kajian ini. “Kami berterima kasih atas kajian yang dilakukan. Semoga hasilnya dapat membantu kami meningkatkan kualitas layanan wisata dan fasilitas di Welora,” ujarnya.
Sarjon Walupi, Kepala Desa Welora, juga mengapresiasi kerjasama ini. “Kami mendukung penuh kegiatan ini dan berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan desa wisata kami,” katanya.

Hasil kajian ini akan menjadi dasar bagi pengembangan wisata bahari di Welora, serta menjadi informasi penting dalam promosi destinasi wisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. (usm/ted)









