Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi
  • Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia
  • Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah
  • Polres Probolinggo Siagakan 92 Personel Amankan Yadnya Kasada 2026 di Gunung Bromo
  • Tim Bulutangkis Polri Juara Umum SEA Police Badminton Championship 2026, Borong 4 Emas dan 2 Perak di Kamboja
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Sejarah Munculnya Hari Anti Narkotika Internasional, Satu Suara Melawan Ancaman Dunia

Sejarah Munculnya Hari Anti Narkotika Internasional, Satu Suara Melawan Ancaman Dunia

Peristiwa Hendro D. Laksono26 Juni 2024
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Awak Polrestabes Bandung menunjukkan barang bukti 41 pengedar narkotika yang berhasil ditangkap (foto: Dok Humas Polri)
Awak Polrestabes Bandung menunjukkan barang bukti 41 pengedar narkotika yang berhasil ditangkap. Langkah ini dilakukan sebagai komitmen melawan narkoba di Indonesia (foto: Dok Humas Polri)

Jakarta (pilar.id) – Hari Anti Narkotika Internasional, atau International Day Against Drug Abuse and Illicit Trafficking, diperingati setiap tahun pada tanggal 26 Juni. Peringatan ini ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Resolusi 42/112 pada tanggal 7 Desember 1987.

Penetapan ini bertujuan untuk mengingatkan masyarakat global tentang dampak buruk penyalahgunaan narkoba dan perdagangan gelap narkotika, serta untuk memperkuat aksi internasional melawan masalah tersebut.

Pada akhir abad ke-20, penyalahgunaan narkoba dan perdagangan gelap narkotika menjadi masalah global yang serius. Banyak negara menghadapi tantangan besar dalam menangani dampak sosial, ekonomi, dan kesehatan dari penyalahgunaan narkoba.

Sebelum penetapan Hari Anti Narkotika Internasional, sudah ada beberapa upaya internasional untuk mengatasi masalah narkoba, termasuk melalui konvensi-konvensi internasional seperti Konvensi Tunggal tentang Narkotika 1961, Konvensi tentang Psikotropika 1971, dan Konvensi PBB tentang Pemberantasan Perdagangan Gelap Narkotika dan Zat Psikotropika 1988.

PBB melalui Kantor Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC) terus berperan aktif dalam memerangi penyalahgunaan dan perdagangan narkotika. Penetapan hari khusus ini menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kesadaran publik dan menggalang dukungan global.

Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba dan pentingnya upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.

Dengan peringatan ini, negara-negara dan organisasi internasional mampu terlibat dengan memperkuat kebijakan dan tindakan melawan penyalahgunaan narkoba dan perdagangan gelap narkotika.

Negara-negara ini juga diharapkan dapat memfasilitasi edukasi dan kampanye yang dapat membantu mengurangi permintaan dan penyalahgunaan narkoba di berbagai lapisan masyarakat.

Setiap tahun, peringatan Hari Anti Narkotika Internasional diikuti dengan berbagai kegiatan dan kampanye di seluruh dunia, baik oleh pemerintah, organisasi non-pemerintah, maupun komunitas lokal. Tema yang diusung setiap tahun juga bervariasi, tetapi tetap berfokus pada aspek-aspek penting dari pencegahan dan pemberantasan narkoba, serta rehabilitasi bagi para penyalahguna narkoba.

Masalah narkotika telah menjadi problem internasional yang signifikan selama bertahun-tahun, dengan dampak luas pada berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Penyalahgunaan dan perdagangan gelap narkotika tidak hanya mempengaruhi kesehatan individu, tetapi juga stabilitas sosial, ekonomi, dan keamanan global. Berikut adalah beberapa alasan mengapa narkotika menjadi problem internasional yang berkepanjangan:

Sejarah dan Latar Belakang

Sebuah catatan menyebutkan jika perdagangan opium pada abad ke-19, terutama di Asia, menjadi salah satu contoh awal bagaimana narkotika dapat mempengaruhi hubungan internasional. Perang Opium antara Inggris dan Tiongkok adalah bukti nyata dari dampak perdagangan narkotika pada skala global.

Lalu pada abad ke-20, heroin dan kokain mulai menyebar luas di berbagai belahan dunia. Produksi dan distribusi narkotika ini sering kali dikendalikan oleh kartel narkoba yang memiliki jaringan internasional.

Salah satu alasan mengapa setiap negara lebih serius melawan narkotika adalah kekhawatiran penyalahgunaan narkotika yang berdampak pada berbagai masalah kesehatan, termasuk kecanduan, overdosis, dan penyakit menular seperti HIV/AIDS yang ditularkan melalui jarum suntik yang tidak steril.

Di sisi lain, ini juga jadi masalah baru yang kenyataannya terus menguat, yakni maraknya kasus kriminalitas melibatkan narkotika. Perdagangan gelap narkotika sering kali terkait dengan kejahatan terorganisir, kekerasan, dan korupsi. Banyak wilayah yang mengalami peningkatan kriminalitas akibat aktivitas kartel narkoba.

Dampak lain, biaya yang harus dikeluarkan untuk penegakan hukum, rehabilitasi, dan pencegahan sangat besar. Selain itu, tenaga kerja yang produktif berkurang akibat kecanduan narkoba yang mengurangi produktivitas.

Kesepakatan Internasional Lawan Narkotika

Berbagai konvensi internasional telah diadopsi untuk menangani masalah ini, termasuk Konvensi Tunggal tentang Narkotika 1961, Konvensi tentang Psikotropika 1971, dan Konvensi PBB tentang Pemberantasan Perdagangan Gelap Narkotika dan Zat Psikotropika 1988.

Negara-negara bekerja sama melalui berbagai organisasi internasional dan regional untuk memerangi perdagangan gelap narkotika. Ini termasuk berbagi intelijen, koordinasi operasi penegakan hukum, dan pengembangan program pencegahan.

Sayangnya, meski sudah banyak upaya untuk mengurangi produksi dan distribusi narkotika, permintaan global yang tinggi membuat upaya ini sangat menantang. Sementara Pola penyalahgunaan narkotika terus berubah, dengan munculnya narkotika sintetis baru yang sering kali lebih berbahaya dan sulit untuk diatur.

Untuk itu penanganan penyalahguna narkotika membutuhkan pendekatan rehabilitasi yang efektif. Banyak negara masih berjuang untuk menyediakan layanan rehabilitasi yang memadai.

Masalah narkotika adalah isu kompleks yang memerlukan pendekatan multifaset. Penanggulangannya membutuhkan kerjasama internasional yang kuat, kebijakan yang efektif, serta upaya berkelanjutan dalam pendidikan, pencegahan, dan rehabilitasi.

Hari Anti Narkotika Internasional adalah salah satu cara untuk terus meningkatkan kesadaran dan menggalang aksi global terhadap masalah ini. (ret/hdl)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

Berita Lainnya

Jarrod Bowen (sumber foto: instagram @jarrodbowen)

Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi

31 Mei 2026
Telkomsel dan TVRI menghadirkan Bola Gembira MAXStream TV untuk Piala Dunia 2026 dengan akses 104 pertandingan, paket khusus, dan 100 ribu akses gratis.

Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia

31 Mei 2026
Guru Besar Linguistik Universitas Airlangga, Prof. Dr. Dra. Ni Wayan Sartini, M.Hum.

Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah

31 Mei 2026
Polres Probolinggo menyiagakan 92 personel untuk mengamankan rangkaian Upacara Yadnya Kasada 2026 di Gunung Bromo yang berlangsung hingga 1 Juni.

Polres Probolinggo Siagakan 92 Personel Amankan Yadnya Kasada 2026 di Gunung Bromo

31 Mei 2026
Tim Bulutangkis Polri meraih 4 emas dan 2 perak pada SEA Police Badminton Championship 2026 di Kamboja, sekaligus menjadi juara beregu.

Tim Bulutangkis Polri Juara Umum SEA Police Badminton Championship 2026, Borong 4 Emas dan 2 Perak di Kamboja

31 Mei 2026
Sebanyak 1.200 peserta meramaikan Majapahit Heritage Fun Run 2026 dalam rangka Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto di Wisata Desa BMJ Dlanggu.

1.200 Pelari Semarakkan Majapahit Heritage Fun Run 2026, Meriahkan Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto

31 Mei 2026
Pemkot Mojokerto memperketat verifikasi penerima bantuan bedah rumah 2026 setelah adanya atensi KPK terkait data penerima di Kelurahan Kauman.

Tindak Lanjuti Atensi KPK, Pemkot Mojokerto Perketat Verifikasi Penerima Bantuan Bedah Rumah 2026

30 Mei 2026
Final UEFA Champions League, Paris Saint-Germain vs Arsenal

Jelang Final Liga Champions, PSG dan Arsenal Siap Bentrok dalam Duel Bersejarah Eropa

29 Mei 2026
Kennet Eichhorn (sumber foto: instagram @kenny.ehn)

Liverpool dan Manchester City Berebut Wonderkid Jerman Kennet Eichhorn

29 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Jarrod Bowen (sumber foto: instagram @jarrodbowen)

Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi

31 Mei 2026
Telkomsel dan TVRI menghadirkan Bola Gembira MAXStream TV untuk Piala Dunia 2026 dengan akses 104 pertandingan, paket khusus, dan 100 ribu akses gratis.

Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia

31 Mei 2026
Guru Besar Linguistik Universitas Airlangga, Prof. Dr. Dra. Ni Wayan Sartini, M.Hum.

Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah

31 Mei 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.