Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi
  • Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia
  • Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah
  • Polres Probolinggo Siagakan 92 Personel Amankan Yadnya Kasada 2026 di Gunung Bromo
  • Tim Bulutangkis Polri Juara Umum SEA Police Badminton Championship 2026, Borong 4 Emas dan 2 Perak di Kamboja
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»INDEF: Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Mustahil Tanpa Industri yang Kuat

INDEF: Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Mustahil Tanpa Industri yang Kuat

Peristiwa Ahmad Zulfikar2 Maret 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
diskusi publik bertajuk “Mustahil Tumbuh 8% Tanpa Industri yang Kuat” secara online melalui zoom meeting

Jakarta (pilar.id) – Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) bersama Universitas Paramadina menggelar diskusi publik bertajuk Mustahil Tumbuh 8 Persen Tanpa Industri yang Kuat.

Dalam diskusi ini, Prof. Ahmad Badawi Saluy, Guru Besar Universitas Paramadina, menyoroti tren perlambatan ekonomi Indonesia sejak 2011.

Hingga triwulan IV 2024, pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 5,03 persen, turun dari rata-rata 6 persen di awal pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Selain itu, kontribusi industri manufaktur terhadap PDB menurun dari target 19,9 persen – 20,05 persen menjadi hanya 18,98 persen.

“Industri manufaktur sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi mengalami pelemahan signifikan. Pada 2024, dari pertumbuhan ekonomi 5,02 persen, hanya 1 persen yang berasal dari industri pengolahan, jauh di bawah sektor perdagangan yang berkontribusi 0,67 persen,” jelas Prof. Badawi.

Ia juga mengungkapkan bahwa Skor Competitive Industrial Performance (CPI) Index Indonesia terus menurun selama lima tahun terakhir, dengan posisi ke-39, tertinggal dari Vietnam (ke-30), Thailand (ke-25), dan Malaysia (ke-20). Saat ini, 47,4 persen industri nasional masih berbasis sumber daya, sementara industri berteknologi tinggi hanya 4,5 persen.

Tantangan Struktur Pemerintahan yang Gemuk

Dr. Ariyo DP Irhamna, Peneliti Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi INDEF, menyoroti struktur kabinet yang terlalu besar, sehingga menghambat koordinasi dan pengambilan keputusan strategis.

“Rapat kabinet sering kali menyerupai seminar nasional daripada forum pengambilan keputusan yang efisien. Pemerintah butuh sekitar dua tahun untuk menyelaraskan kebijakan akibat perubahan nomenklatur kementerian dan lembaga,” ujar Dr. Ariyo.

Baca Juga  Universitas Paramadina Dukung Komunitas Ecodeen Suarakan Isu Lingkungan melalui Media Sosial

Sebagai perbandingan, beberapa negara justru melakukan perampingan kabinet, seperti Argentina yang memangkas jumlah kementerian dari 21 menjadi 11, serta Vietnam yang berencana mengurangi kementeriannya dari 30 menjadi 21 untuk meningkatkan efisiensi.

Dari sisi industri, Purchasing Manager Index (PMI) Indonesia sempat meningkat pascapandemi COVID-19, tetapi mengalami tren penurunan pada 2025.

Hal ini menjadi sinyal kurang baik bagi industri nasional yang juga mengalami kesenjangan dalam penyerapan tenaga kerja. Saat ini, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar (28,18 persen), diikuti sektor perdagangan (18,89 persen) dan industri pengolahan (13,83 persen).

Tiga Tantangan Utama Industrialisasi Indonesia

Menurut Muhammad Iksan, Ph.D., Dosen Universitas Paramadina, pertumbuhan ekonomi 8 persen adalah prasyarat penting bagi kesejahteraan rakyat. Namun, Indonesia menghadapi tiga tantangan utama.

Masing-masing adalah Deindustrialisasi dini, Rendahnya kemampuan industri dalam mengelola kompleksitas tugas, dan Ketimpangan pembangunan antarwilayah.

“Indonesia mengalami deindustrialisasi dini, berbeda dengan negara seperti Brasil yang meningkatkan kompleksitas industrinya sejak tahun 1990-an. Indonesia harus kembali ke jalur industrialisasi dengan inovasi dan pembangunan inklusif,” tegas Muhammad Iksan.

Rekomendasi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Diskusi ini menghasilkan sejumlah strategi utama untuk memperkuat industri dan mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen:

  • Revitalisasi sektor manufaktur dengan mendorong industri berbasis teknologi menengah dan tinggi
  • Meningkatkan daya saing industri nasional melalui kebijakan yang mendukung industrialisasi berbasis tenaga kerja intensif
  • Optimalisasi koordinasi pemerintahan agar respons kebijakan lebih cepat dan efisien
  • Mendorong inovasi dan investasi industri untuk meningkatkan nilai tambah ekspor
Baca Juga  100 Hari Pemerintahan Prabowo, Didik J. Rachbini: Capaian Ekonomi di Bawah Potensi Maksimal

Tanpa penguatan industri, target pertumbuhan ekonomi 8 persen sulit tercapai. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan yang efektif guna memperkuat sektor industri nasional. (mad/hdl)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

Indef Universitas Paramadina

Berita Lainnya

Menaker Yassierli tekankan triple readiness bagi lulusan di Wisuda Paramadina ke-44 untuk hadapi AI, digitalisasi, dan ekonomi hijau.

Menaker Yassierli di Wisuda Paramadina: Lulusan Harus Punya Strategi Triple Readiness Hadapi Disrupsi Global

26 April 2026
Diskusi Rumi Therapy di Jakarta bahas integrasi psikologi, neurosains, dan spiritualitas untuk kesehatan mental modern.

Rumi Therapy Dibedah di Jakarta, Kolaborasi Indonesia–Türkiye Soroti Kesehatan Mental Berbasis Spiritualitas

5 April 2026
Konferensi Internasional Indonesia Forum ke-18 di Universitas Paramadina bahas demokrasi, tata kelola, hingga isu global dengan partisipasi akademisi dunia.

Konferensi Internasional Indonesia Forum ke-18 Bahas Demokrasi dan Tata Kelola di Paramadina

19 September 2025
Shinta W. Kamdani

Shinta W. Kamdani: Indonesia Incorporated Jadi Kunci Lapangan Kerja dan Ketahanan Ekonomi

14 September 2025
Gita Wirjawan

Gita Wirjawan Ungkap Kunci Transformasi Asia Tenggara: Literasi, Pendidikan, hingga Energi

6 September 2025
Wijayanto Samirin, Ekonom Universitas Paramadina

Ekonom Universitas Paramadina Sebut Kasus Noel Jadi Alarm Bahaya Pemberantasan Korupsi di Era Prabowo

25 Agustus 2025
Wakil Rektor Universitas Paramadina, Handi Risza

Warek Universitas Paramadina Ingatkan Pemda: Jangan Jadikan PBB-P2 Jalan Pintas Tambah PAD

15 Agustus 2025
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini

Didik J. Rachbini: Relawan Politik Jangan Jadi Hama Demokrasi di Pemerintahan

10 Agustus 2025
Arsjad Rasjid, Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia

Arsjad Rasjid: Bonus Demografi Bisa Jadi Bencana Jika Lapangan Kerja Tidak Tersedia

20 Juli 2025
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Jarrod Bowen (sumber foto: instagram @jarrodbowen)

Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi

31 Mei 2026
Telkomsel dan TVRI menghadirkan Bola Gembira MAXStream TV untuk Piala Dunia 2026 dengan akses 104 pertandingan, paket khusus, dan 100 ribu akses gratis.

Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia

31 Mei 2026
Guru Besar Linguistik Universitas Airlangga, Prof. Dr. Dra. Ni Wayan Sartini, M.Hum.

Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah

31 Mei 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.