Mojokerto (pilar.id) – Seleksi pembentukan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026 di Kota Mojokerto resmi dimulai. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto, Sabtu (4/4/2026).
Sebanyak 215 pelajar dari berbagai sekolah mengikuti seleksi tahun ini. Jumlah tersebut mencerminkan tingginya minat generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan yang identik dengan pembinaan karakter, kedisiplinan, dan semangat kebangsaan.
Dalam arahannya, Ika Puspitasari menekankan pentingnya proses seleksi yang terbuka dan berintegritas. Pemerintah kota memastikan seluruh tahapan dilakukan secara transparan dan akuntabel, termasuk melalui sistem pendaftaran daring yang memberikan kesempatan setara bagi seluruh peserta.
Pelaksanaan seleksi mengacu pada regulasi nasional yang ditetapkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia, sehingga menjamin standar pelaksanaan yang profesional. Peserta telah menjalani sejumlah tahapan penting, seperti Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensia Umum (TIU) berbasis sistem digital, yang memungkinkan hasil dapat dipantau langsung oleh masing-masing peserta.
Wali kota menegaskan bahwa Paskibraka bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan dalam peringatan Hari Kemerdekaan, melainkan proses pembentukan karakter generasi muda. Nilai-nilai seperti tanggung jawab, integritas, disiplin, dan jiwa kepemimpinan menjadi fokus utama dalam pembinaan.
Dari total peserta yang mengikuti seleksi, nantinya akan dipilih 78 orang terbaik untuk menjadi anggota Paskibraka Kota Mojokerto tahun 2026. Mereka akan bertugas dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjadi representasi generasi muda yang berkarakter kuat.
Selain itu, pemerintah kota melihat program Paskibraka sebagai bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam menanamkan nilai nasionalisme di kalangan pelajar. Data menunjukkan bahwa program pembinaan seperti Paskibraka berkontribusi dalam meningkatkan soft skills generasi muda, termasuk kepemimpinan dan kerja sama tim.
Ika Puspitasari juga mengingatkan para peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian seleksi dengan penuh kesungguhan dan menjunjung tinggi sportivitas. Ia menilai pengalaman mengikuti seleksi tetap memiliki nilai positif, baik bagi peserta yang lolos maupun yang belum berhasil.
Dengan dibukanya seleksi ini, Pemerintah Kota Mojokerto berharap dapat kembali mencetak generasi muda unggul yang tidak hanya mampu menjalankan tugas sebagai pengibar bendera pusaka, tetapi juga menjadi teladan di tengah masyarakat.
Seleksi Paskibraka 2026 ini menjadi momentum penting dalam memperkuat karakter kebangsaan sekaligus mencetak calon pemimpin masa depan yang berintegritas dan berdaya saing. (tin)










