Surabaya (pilar.id) – Prestasi kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga setelah berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi Business Plan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Pelita Bangsa pada 19 April 2026.
Tim yang terdiri dari Abiddah Rahmatus Shalihah, Nadya Orlyn, Friscylia Renandika, dan Hilya Idzhar Mumtaz tersebut memenangkan kompetisi berkat inovasi bertajuk Biofilter Farmtech, sebuah karpet kandang anti bau yang mampu mengolah limbah organik menjadi pupuk kompos alami.
Inovasi ini berangkat dari permasalahan klasik di sektor peternakan dan pertanian Indonesia, yakni melimpahnya limbah organik yang kerap menimbulkan bau tidak sedap dan pencemaran lingkungan. Alih-alih melihatnya sebagai hambatan, tim mahasiswa ini mengembangkan solusi yang mengubah limbah menjadi sumber nilai ekonomi.
Abiddah Rahmatus Shalihah, sebagai perwakilan tim, menjelaskan bahwa tren gaya hidup generasi muda turut menjadi inspirasi lahirnya inovasi tersebut. Menurutnya, meningkatnya minat Gen Z terhadap konsep kemandirian pangan seperti budidaya ikan lele, akuaponik, hingga peternakan skala rumah tangga membuka peluang besar bagi solusi ramah lingkungan yang praktis.
Biofilter Farmtech dirancang tidak hanya sebagai alat pengurang bau, tetapi juga sebagai sistem pengolahan limbah yang mendukung pertanian berkelanjutan. Produk ini bekerja dengan memanfaatkan limbah organik dari kandang untuk diolah menjadi kompos alami, sehingga menciptakan siklus pemanfaatan yang efisien.
Lebih jauh, inovasi ini juga diarahkan untuk mendukung konsep circular economy, di mana limbah tidak lagi dianggap sebagai sisa yang harus dibuang, melainkan sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali. Dengan pendekatan tersebut, Biofilter Farmtech dinilai memiliki potensi besar untuk diterapkan di berbagai skala peternakan.
Tim pengembang menargetkan produk ini dapat diakses secara luas, baik oleh peternak besar maupun kecil. Fokus utama pengembangan ke depan adalah memastikan produk tetap terjangkau, mudah digunakan, dan dapat diproduksi dalam skala besar.
Selain membawa pulang gelar juara, capaian ini juga menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghadirkan solusi nyata berbasis ilmu yang aplikatif. Inovasi Biofilter Farmtech menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masalah lingkungan dapat melahirkan ide yang berdampak luas, sekaligus bernilai ekonomi.
Keberhasilan ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak generasi muda untuk berani berinovasi dan menciptakan solusi atas persoalan di sekitarnya, terutama dalam isu keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan. (usm/hdl)










