Mojokerto (pilar.id) – Perekonomian Kota Mojokerto mencatat kinerja impresif pada Triwulan I Tahun 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi daerah ini mencapai 6,05 persen, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 5,14 persen.
Capaian tersebut sekaligus menempatkan Kota Mojokerto di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur yang tercatat sebesar 5,96 persen dan nasional sebesar 5,61 persen pada Triwulan I 2026. Kondisi ini menunjukkan daya tahan sekaligus akselerasi ekonomi daerah yang terus menguat di tengah dinamika perekonomian nasional.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyebut pertumbuhan ekonomi yang melampaui capaian provinsi maupun nasional merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong aktivitas ekonomi, investasi, serta pengembangan sektor usaha di daerah.
Menurut perempuan yang akrab disapa Ning Ita tersebut, sejumlah kebijakan yang dijalankan Pemerintah Kota Mojokerto memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja ekonomi. Program penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kemudahan perizinan, peningkatan investasi, pengembangan sektor perdagangan dan jasa, hingga pembangunan infrastruktur menjadi faktor pendorong utama pertumbuhan.
Sebagai kota yang bertumpu pada sektor jasa dan perdagangan, Kota Mojokerto terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kompetitif dan kondusif. Berbagai inovasi pelayanan publik, digitalisasi layanan perizinan, serta pemberdayaan pelaku usaha lokal dinilai mampu meningkatkan produktivitas dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Ning Ita menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak semata-mata diukur dari tingginya angka pertumbuhan. Pemerintah daerah juga berupaya memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat melalui pertumbuhan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
Capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 6,05 persen tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kota Mojokerto. Selain menjaga stabilitas ekonomi daerah, kinerja tersebut juga memperkuat daya saing kota dalam menarik investasi dan menciptakan peluang usaha baru.
Ke depan, Pemerintah Kota Mojokerto berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan dengan memperkuat kolaborasi bersama dunia usaha, lembaga keuangan, kalangan akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja, menekan angka kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang melampaui rata-rata Jawa Timur dan nasional pada awal 2026, Kota Mojokerto menunjukkan sinyal positif sebagai salah satu daerah dengan performa ekonomi yang terus berkembang dan memiliki prospek kuat untuk menjaga tren pertumbuhan hingga akhir tahun. (tin)










