Jakarta (pilar.id) – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjalin kemitraan dengan petani ikan di Dusun Kauman Babadan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Sebagai proyek percontohan, UMY melakukan uji coba rehabilitasi kolam melalui mekanisasi sirkulasi air atau airlift system di salah satu masjid desa tersebut.
“Program ini satu untuk masjid, begitu nanti dievaluasi hasilnya baik, itu kewajiban kita melakukan desiminasi,” ujar ekonom UMY Ahmad Ma’ruf kepada Pilar.id, di Jakarta, Rabu (6/7/2022).
Ma’ruf mengatakan, uji coba tersebut sengaja dilakukan di masjid untuk membangkitkan minat jamaah mencontoh model tersebut. Ke depan, UMY akan memperluas model sirkulasi air kolam di area pasar dan masjid lainnya.
“Mengapa ambil di situ karena masjid salah satunya sebagai pusat pemberdayaan,” kata Ma’ruf.
Menurut Ma’ruf model sirkulasi kolam ini mampu menpercepat pertumbuhan ikan hingga 20-25 persen. Dengan demikian, waktu panen juga lebih cepat antara 2 sampai 2,5 bulan. Sehingga secara otomatis akan menghemat pakan.
“Jadi lebih cepat gemuk gitu, ya karena sirkulasi air. Saya sudah mencoba kalau sirkulasi jelek ya memang ikannya nggak tumbuh-tumbuh,” kata Ma’ruf.
Sementara itu, koordinator tim kerja sama UMY Endah Saptutyningsih menambahkan, sektor perikanan darat sangat potensial untuk peningkatan kesejahteraan petani. Namun, pengelolaan yang konvensional menjadikan produktivitas kolam tidak optimal.
“Salah satu sumber masalahnya adalah kurang baiknya sirkulasi air kolam. Untuk itu, diperlukan rehabilitasi melalui mekanisasi sirkulasi air kolam,” kata dia.
Menurutnya, airlift system terbukti meningkatkan produksi ikan dari sisi ukuran yang lebih cepat besar sehingga hal ini dapat meningkatkan nilai jual ikan. Pada skala yang lebih luas, metode ini dapat meningkatkan pendapatan petani ikan air tawar.
“Pada skala yang lebih luas berpotensi juga untuk destinasi wisata lokal,” kata dia.
Ditambahkan dosen Fakultas Teknik UMY Berli Paripurna yang juga merupakan bagian dari tim kerja sama ini, pada skala terbatas program ini telah diuji coba pada kolam di sekitar masjid Kauman. Langkah awal tersebut dimulai dengan pelatihan singkat teori praktis tentang budidaya ikan air tawar.
Selain itu, tim UMY juga mendampingi pada sisi produksi dan melakukan edukasi pemasaran. “Setelah dilakukan edukasi dan motivasi, dilanjutkan pemasangan instalasi airlift system dan penebaran benih ikan,” kata Berli. (ach/hdl)






