Garut (pilar.id) – Politik dan popularitas memang dua perkara yang cukup penting di Indonesia. Popularitas, bisa menjadi modal non materi yang cukup menguntungkan di dunia politik.
Maka, tak aneh jika ada banya artis yang mencoba peruntungan di dunia politik. Sebagian berhasil masuk ke legislatif, tak sedikit yang juga jadi eksekutif dan memimpin sebuah daerah. Meski, tak sedikit pula yang gagal.
Daftar tersebut masih akan terus bertambah panjang. Salah satu yang akan segera mencatatkan namaya di deretas artis yang terjun ke politik praktis adalah Diky Chandra.
Pria yang juga kerap dikenal sebagai komedian ini menyatakan ingin maju pada Pilkada Kabupaten Garut karena ingin membangun berbagai potensi Kabupaten Garut, Jawa Barat agar lebih maju.
“Keinginan sangat ada (pemilihan bupati) untuk Garut itu, saya juga sudah sampaikan kepada anak-anak,” kata dia, usai mengantar istrinya, Rani Permata, mendaftarkan diri sebagai kader dan calon legislatif ke DPC PPP Kabupaten Garut, Senin (5/9/2022).
Chandra sebelumnya pernah menjabat sebagai wakil bupati Garut berdampingan dengan Bupati Garut (saat itu), Aceng M Fikri, periode 2009-2014, namun pada 2011 dia mengundurkan diri sebagai wakil bupati. Ia kemudian kembali terjun ke dunia hiburan sebagai artis nasional, setelah sekian tahun mengaku tertarik kembali untuk menjadi pemimpin di Garut.
Namun keinginannya itu, kata dia, perlu persiapan yang matang, terutama dalam finansial, sementara saat ini belum cukup dan ingin pencalonannya dari uang sendiri. “Saya ingin punya duit sendiri untuk mencalonkan. Problemnya saya merasa tidak mampu dari banyak hal, khususnya finansial saya belum siap,” katanya.
Jika nanti ada finansial yang cukup, kata dia, siap maju untuk mencalonkan diri, yang tentunya atas kehendak Tuhan. “Apabila Allah SWT mengizinkan, dalam perjalanan beberapa tahun ini, misalnya proyek film saya ada rezeki, ya kenapa tidak,” katanya.
Ia mengungkapkan selama ini sudah ada pihak yang menawarkan untuk maju pada pemilihan kepala daerah, khususnya di Kabupaten Garut.
Namun dia mengaku tidak mau kepemimpinannya diatur orang lain, dan banyak bisikan yang akhirnya mengganggu kepemimpinannya nanti. “Kalau mau jadi pemimpin, jadi pemimpin yang benar, supaya tidak terlalu banyak-banyak pembisik,” katanya. (fat)










