Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Hasil Piala Dunia 2026: Gol Penalti Mbappe ke Gawang Paraguay Bawa Prancis Lolos ke Perempat Final
  • PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah
  • Atasi Banjir Margomulyo, Pemkot Surabaya Bangun Mini Bozem di Lahan Exit Tol Margomulyo-Tandes
  • Menaker Yassierli Gandeng Industri KEK Mandalika Masuk MagangHub, Siapkan Kuota 150 Ribu Peserta untuk Genjot Vokasi
  • Jakarta Kreatif Festival 2026 Dibuka, Pramono Anung Targetkan Jakarta Tembus Jajaran 50 Kota Global pada 2030
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Gaya Hidup»Peneliti: Perlu Riset Kolaboratif Tembakau Alternatifi di Indonesia

Peneliti: Perlu Riset Kolaboratif Tembakau Alternatifi di Indonesia

Gaya Hidup M. Fathur Rohman19 September 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Tembakau di Museum Keretek Kudus, Jawa Tengah (foto : Hendro D. Laksono, pilar.id)

Jakarta (pilar.id) – Produk tembakau di Indonesia menjadi salah satu konsumsi yang cukup besar. Terutama dalam jenis rokok. Di Indonesia, jumlah perokok memang sangat besar.

Bahkan, ketika ada alternatif produk rokok seperti vape atau roko elektrik, peminatnya pun terus meningkat merambah para perempuan dan anak-anak muda. Di sisi lain, vape yang awalnya dinilai lebih aman ternyata juga memberikan dampak yang cukup buruk seperti kasus paru-paru basah yang belakangan kabarnya beredar di masyarakat.

Untuk itu, Peneliti Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (SF-ITB), Emran Kartasmita menyatakan bahwa Indonesia memerlukan kolaborasi riset antara pemerintah, akademisi dan industri terkait tembakau alternatif.

Tujuannya adalah memberikan perspektif penggunaan tembakau yang rendah risiko kepada masyarakat dengan harapan bisa membantu mengurangi pravalensi merokok.

Riset tersebut bukan untuk mendorong kalangan non-perokok menjadi konsumen produk tembakau alternatif, “melainkan menyediakan alternatif produk yang lebih rendah risiko bagi perokok yang kesulitan untuk berhenti dan mendorong mereka beralih ke produk tersebut,” kata Emran pada Senin.

Menurut Emran, pemerintah, para akademisi, lembaga riset, serta pelaku usaha di industri bisa berkolaborasi untuk melakukan kajian ilmiah dengan topik-topik yang relevan terhadap produk tembakau alternatif. Kolaborasi tersebut nantinya akan menghasilkan riset yang komprehensif dan perlu dipastikan bahwa fakta mengenai produk tembakau alternatif dapat diakses oleh publik.

Emran berpendapat, riset-riset kolaboratif juga dapat mengurangi persepsi negatif yang bertentangan dengan fakta hasil kajian ilmiah.

Baca Juga  Mulai Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Ini hal yang Wajib Diperhatikan

“Cara terbaik untuk mengatasi hal tersebut (persepsi negatif) adalah dengan menyediakan data dan bukti ilmiah yang komprehensif. Khususnya yang terkait dengan aspek keamanan dan dampaknya terhadap kesehatan,” tegasnya.

Hasil kajian tersebut selanjutnya perlu dipublikasikan di jurnal ilmiah yang bereputasi baik. Hal ini bertujuan agar memiliki bobot dan objektivitas ilmiah.

“Selanjutnya, agar mudah dipahami oleh masyarakat luas, bisa disampaikan secara lebih masif melalui berbagai kegiatan edukasi maupun media massa,” tambahnya.

Sebelumnya, SF-ITB telah melakukan hasil kajian literatur ilmiah yang berjudul “Kajian Risiko (Risk Assessment) Produk Tobacco Heated System (THS) Berdasarkan Data dan Kajian Literatur.”

Kajian ini dilakukan terhadap produk tembakau yang dipanaskan berdasarkan metode standar yang dilakukan di seluruh dunia untuk menghitung perkiraan tingkat risiko. Berdasarkan hasil kajian SF-ITB, produk tembakau yang dipanaskan memiliki profil risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan dengan rokok.

Dalam proses kajian tersebut, SF-ITB mengacu pada lembaga-lembaga dunia seperti WHO (World Health Organization), IARC (International Agency for Research on Cancer), CDC (Centers for Disease Control and Prevention), dan US-EPA (Environmental Protection Agency). (fat)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Penelitian tembakau alternatif perokok Riset tembakau

Berita Lainnya

Bupati Sugiri saat mengikuti panen tembakau di Desa Bedi Wetan, Kecamatan Bungkal, Ponorogo (foto: dok kominfo ponorogo)

Masuki Musim Kemarau, Harga Tembakau Ponorogo Capai Rekor Tertinggi

10 Oktober 2023
(foto: dok infopublik)

Tlilir Art & Culture Festival Jadi Daya Tarik Wisata Baru Temanggung

4 September 2023
Peralihan dari tembakau ke horti cabai memberi dampak perekonomian bagi masyarakat

Beri Dampak Lebih Baik, Petani Temanggung Beralih dari Tembakau ke Cabai Hortikultura

27 Juni 2023

Agar Warga Berhenti Merokok, Malaysia Masukkan Pengganti Nikotin dengan Permen Karet

7 Oktober 2022

Dukung Pelestarian Tari Tradisional, Festival Tari Cakalele di Banda Naira Digelar

21 Juni 2022

Menuju Universitas Riset, PTKIN Diharap Rajin Publikasikan Hasil Penelitian

7 Februari 2022

Taman Nasional Kepulauan Togean Akan Dijadikan Laboratorium Riset BRIN

4 Februari 2022

Peneliti RSI Sarankan Pasien Konsumsi Kefir, Banyak Sumber Gizi dan Manfaat

24 Januari 2022

Mulai Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Ini hal yang Wajib Diperhatikan

18 September 2021
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini

PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah

5 Juli 2026
Kylian Mbappe (sumber foto: facebook @equipedefrance)

Piala Dunia 2026: Prancis Siap Tempur Full Team Lawan Paraguay, Kylian Mbappe Kejar Rekor Gol Lionel Messi

4 Juli 2026
(foto: Dok BNI)

HUT Ke-80 BNI: Usung Tema Swadharma Bhakti Nagara, Tegaskan Komitmen Pengabdian dan Transformasi Digital

4 Juli 2026
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Kemenperin Investigasi Ledakan Pabrik Herbal PT Raw Botanical Nusantara di Semarang

3 Juli 2026
Danantara default

BUMN Ekosistem Danantara Indonesia Rampungkan Laporan Keuangan 2025: Kinerja Laba Melonjak Tajam

3 Juli 2026
Berita Lainnya
Kylian Mbappe (sumber foto: facebook @equipedefrance)

Hasil Piala Dunia 2026: Gol Penalti Mbappe ke Gawang Paraguay Bawa Prancis Lolos ke Perempat Final

5 Juli 2026
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini

PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah

5 Juli 2026
Proses pembangunan bozem di Tanjungsari, Surabaya

Atasi Banjir Margomulyo, Pemkot Surabaya Bangun Mini Bozem di Lahan Exit Tol Margomulyo-Tandes

4 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.