Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Dukung Produktivitas Kurir, Telkomsel dan SiCepat Ekspres Luncurkan Paket Siap Antar hingga 46GB
  • Transformasi Digital Blok Rokan: Empat Inovasi Berbasis AI Milik PHR Borong Penghargaan di IOC Forum 2026
  • Sajama Cut Gelar Recollecting No. VII di M Bloc, Satukan Enam Musisi Lintas Genre dan Syuting Video Musik
  • Meta Luncurkan Small Business Growth Academy, Bekali UMKM Indonesia Keterampilan Praktis AI
  • Sinergi Hulu Migas: Danantara Tinjau Lapangan SPS Pertamina Hulu Mahakam Guna Ketahanan Energi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Budaya»Wedang Ronde Minuman para Dewa Saat Imlek, Ternyata Bukan Khas Jawa Tapi China

Wedang Ronde Minuman para Dewa Saat Imlek, Ternyata Bukan Khas Jawa Tapi China

Budaya Ambar Adi Winarso16 Januari 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Wedang Ronde Minuman para Dewa Saat Imlek, Ternyata Bukan Khas Jawa Tapi China (Dok. Instagram @camerakuliner)

Semarang (pilar.id) – Simak sejarah tentang wedang ronde yang ternyata ada hubungannya dengan tradisi perayaan Imlek di Indonesia dan China.

Wedang Ronde begitu melegenda di Indonesia bahkan di Jawa sebab sebagai minuman penghangat kala musim hujan atau dingin melanda.

Tahukah kalian jika wedang ronde sebenarnya bukan minuman asli atau khas dari Jawa namun ternyata berasal dari China.

Berikut adalah sejarah wedang ronde masuk Nusantara, merupakan minuman para dewa saat Imlek tiba.

Wedang ronde dalam sejarah Imlek menjadi hidangan para dewa di altar klenteng saat perayaan tahun baru China itu.

Hingga saat ini wedang ronde juga masih menjadi hidangan wajib bagi para dewa China saat Imlek tiba.

Jika menilik altar di klenteng, maka minuman hangat wedang ronde dengan aroma jahe, terselip diantara aneka buah-buahan, aneka kembang dan jenis makanan lainnya sebagai persembahan kepada para dewa.

Sejarahwan Tionghoa asal Semarang, Jongkie Tio, mengatakan jika wedang ronde, masuk ke Nusantara pada tahun 400 Masehi, dibawa oleh para saudagar pedagang dari China.

Di katakannya, wedang ronde sangat termasyhur di China, dimana dengan rasa hangat di badan, menjadi populer saat musim dingin tiba.

Saat musim itu, kata Jongkie Tio, masyarakat Cina sangat khawatir dengan hawa dingin yang melanda.

Masyarakat kemudian membuat racikan dari bulatan ketan dan gula lalu dicampur dengan air jahe panas agar hangat saat diminum.

“Hawa dingin dilawan dengan wedang ronde sebagai penghangat badan saat itu, dalam perayaan Imlek bagi warga China,” katanya.

Baca Juga  Tinjau Stasiun Tawang, Kapolri Optimis Puncak Arus Balik Lebaran 2025 Terlewati dengan Baik

Secara penanggalan, musim dingin di China juga bertepatan dengan jatuhnya tahun baru Imlek.

Maka dari saat itu, kata Jongkie, masyarakat Cina lalu memberikan sesajian kepada para dewa saat Imlek.

Guna meminta pertolongan agar Tuhan memberikan keselamatan saat musim dingin tiba.

“Imlek di Cina itu pas musim dingin, jadi dewa juga diberi sesajian minuman penghangat agar permintaan dapat disampaikan ke Tuhan untuk dikabulkan dari bahaya musim dingin,” katanya.

Sementara, sejarah wedang ronde sampai di Nusantara pun cukup panjang.

Jongkie Tio mengatakan, wedang ronde tiba sejak tahun 400 Masehi, dimana saat para saudagar China menginjakan kaki di tanah Aceh, Banten, dan Jawa.

Sementara, di Indonesia musim dingin identik dengan musim penghujan yang akan turun dengan intensitas tinggi saat Imlek tiba.

“Hawa di Nusantara hampir sama dinginnya di China, maka para saudagar itu juga memperkenalkan wedang ronde pada masyarakat lokal,” katanya.

Wedang ronde dapat diterima oleh masyarakat lokal Nusantara karena bahan baku yang sesuai.

Lantaran terbuat dari bahan ketan dan gula, halal bagi masyarakat lokal yang menganut Islam. Juga bahan dasar itu mudah ditemui.

“Jaman itu hubungan dagang dengan kerajaan Nusantara yang Islam, jadi wedang ronde mudah diterima. Jadilah minuman akulturasi, asal China cita rasa Indonesia,” tuturnya.

Wedang ronde yang ada saat ini pun tak jauh beda dengan daerah asalnya.

Baca Juga  Update Rumor Superblock Pakuwon Mall di Gombel Lama Semarang, Warganet: Tanahnya Geser Lur

Berisi bulatan ketan yang berwarna merah, hijau, dan putih dengan di dalamnya juga diberi gula merah.

Sebagai penghabat, ada air gula dan air jahe. Sedikit variasi, di Indonesia diberi taburan kacang tanah, roti, dan kolang kaling.

“Kalau di China namanya tengyuan, sampai Nusantara wedang ronde, bahan baku sama hanya sedikit tambahan taburan kacang, roti dan kolang kaling,” katanya.

Sementara, wedang ronde atau tengyuan memiliki arti filosofi tersendiri. Sampai sekarang masih dianut oleh masyarakat Cina maupun peranakannya di Nusantara.

Terdiri dari tiga bulatan ketan, bulatan warna merah dengan harapan memperoleh keberanian menghadapi musim dingin.

Bulatan warna hijau agar memperoleh karunia dan kebahagiaan.Bulatan ketan putih simbol hati menjadi bersih.

“Saat pengharapan itu sudah diraih, lalu sebarkan hasilnya dengan ucapan yang manis, yang disimbolkan gula di dalam bola-bola ketan itu,” katanya.

Air jahe yang hangat sendiri diartikan sebagai rasa penghangat dalam mengahadapi musim dingin atau hujan.

Dalam penyajiannya, Wedang Ronde disajikan dalam mangkuk yang bulat dengan cara diaduk lebih dahulu agar menyatu rasa dan kehangatannya.

Kenapa berbentuk bulat dan disajikan di dalam mangkuk.

“Bulat adalah simbol keakraban, istilah Jawa yang mewakili ungkapan itu adalah guyub,” katanya.

Wedang ronde atau tangyuan menjadi salah satu sajian wajib saat perayaan Cap Go Meh atau 15 hari setelah Imlek. (Aam)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
China dewa Imlek Jawa Jongkie Tio minuman Sejarah Semarang wedang ronde

Berita Lainnya

Megawati Hangestri (sumber foto: instagram @pertamina.jatengdiy)

Jadwal Proliga 2026 Hari Ini: Pertamina Enduro vs Popsivo, Megawati dan Voronkova Buru Tiket Final

17 April 2026
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko

400 Siswa Terbaik Nasional Ikuti Seleksi Akhir SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Akpol Semarang

31 Maret 2026
Gitta Putri Mardanti

Alumni UNDIP Gitta Putri Mardanti Jadi Puteri Indonesia Jawa Tengah 2026, Usung Gerakan #HarmonyInHeritage

23 Maret 2026
Siloam Hospitals Semarang Srondol ditargetkan beroperasi kuartal III 2026 dengan layanan jantung, saraf, dan ortopedi untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat.

Siloam Siapkan Rumah Sakit Baru di Semarang, Siloam Hospitals Srondol Ditargetkan Beroperasi Kuartal III 2026

13 Maret 2026
AirAsia catat load factor 95% rute China saat Imlek 2026. Promo tiket mulai Rp1.789 ribu dorong wisata Thailand–China kian bergairah.

AirAsia Sambut Lonjakan Wisatawan China Saat Imlek 2026, Load Factor Tembus 95 Persen

16 Februari 2026
Marina Bay Sands rayakan Tahun Kuda Api 2026 dengan dekorasi spektakuler, koleksi mewah The Shoppes, dan kuliner spesial Imlek.

Marina Bay Sands Sambut Tahun Kuda Api 2026 dengan Instalasi Megah, Belanja Eksklusif, dan Sajian Imlek Berkelas

14 Februari 2026
Ilustrasi investasi emas (foto: istimewa)

Blogger di China Sulap Ratusan Ribu Kartu SIM Bekas Jadi Emas Bernilai Rp260 Juta, Beneran?

10 Februari 2026
Kuningan City Mall menghadirkan rangkaian perayaan Imlek 2026 bertema Chinoiserie Chic dengan pertunjukan seni Tiongkok, fashion, hingga program loyalitas.

Rayakan Imlek 2026, Kuningan City Mall Suguhkan Pertunjukan Seni Tiongkok hingga Event Komunitas

20 Januari 2026
Hong Kong merayakan Tahun Baru Imlek 2026 dengan parade malam megah, festival kota, dan rangkaian tradisi Tahun Kuda yang meriah.

Hong Kong Sambut Tahun Kuda 2026 dengan Parade Imlek Spektakuler Bertaraf Internasional

11 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Lionel Messi usai laga Argentina lawan Mesir. Argentina bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Mesir 3-2 berkat gol penentu Enzo Fernández

Drama 5 Gol di Atlanta: Comeback Epik Argentina Tekuk Mesir, Segel Tiket Perempat Final Piala Dunia

8 Juli 2026
Christabel Annora

Satu Dekade Berkarya, Christabel Annora Siap Gelar Intimate Showcase Dua Sesi di Kota Batu

7 Juli 2026
Indonesia mencatat sejarah di Gardens by the Bay Singapura lewat Orchid Extravaganza yang menghadirkan lebih dari 30 instalasi seni budaya Nusantara.

Indonesia Torehkan Sejarah di Gardens by the Bay, Orchid Extravaganza Tampilkan 30 Instalasi Seni Nusantara

6 Juli 2026
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini

PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah

5 Juli 2026
Kylian Mbappe (sumber foto: facebook @equipedefrance)

Piala Dunia 2026: Prancis Siap Tempur Full Team Lawan Paraguay, Kylian Mbappe Kejar Rekor Gol Lionel Messi

4 Juli 2026
Berita Lainnya
Telkomsel dan SiCepat Ekspres meluncurkan Paket Siap Antar dengan kuota hingga 46GB. Solusi digital untuk dongkrak efisiensi kurir logistik.

Dukung Produktivitas Kurir, Telkomsel dan SiCepat Ekspres Luncurkan Paket Siap Antar hingga 46GB

10 Juli 2026
Empat inovasi AI PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) raih penghargaan di IOC Forum 2026. Sukses pangkas biaya operasional dan dongkrak produksi migas nasional.

Transformasi Digital Blok Rokan: Empat Inovasi Berbasis AI Milik PHR Borong Penghargaan di IOC Forum 2026

9 Juli 2026
Sajama Cut kembali menghadirkan Recollecting No. VII di COMA M Bloc pada 11 Juli 2026 dengan enam musisi independen serta syuting video musik bersama penonton.

Sajama Cut Gelar Recollecting No. VII di M Bloc, Satukan Enam Musisi Lintas Genre dan Syuting Video Musik

9 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.