Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan
  • Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap
  • Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office
  • OJK Perkuat BPR dan BPRS Lewat Roadmap 2024-2027, Aset Tembus Rp236,69 Triliun pada Maret 2026
  • Polres Gresik Kembalikan 3 Motor Korban Curanmor dan Begal, AKBP Ramadhan Nasution: Tanpa Biaya Sepeser Pun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Internasional»Hari ini Dalam Sejarah, PBB Dirikan WHO dan Dimulainya Hari Kesehatan Sedunia

Hari ini Dalam Sejarah, PBB Dirikan WHO dan Dimulainya Hari Kesehatan Sedunia

Internasional Hendro D. Laksono7 April 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
WHO
Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO)

Jakarta (pilar.id) – Hari ini, 7 April 1948, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) didirikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. WHO adalah badan khusus PBB yang bertanggung jawab untuk mengawasi dan mengkoordinasikan upaya kesehatan masyarakat internasional.

WHO memiliki tujuan untuk mencapai kesehatan yang optimal bagi semua orang tanpa membedakan ras, agama, politik, ekonomi, atau kondisi sosial.

WHO didirikan setelah Perang Dunia II, ketika delegasi dari Brasil dan Tiongkok mengusulkan pembentukan organisasi kesehatan internasional dalam kerangka PBB.

Lahirnya WHO, tentu tak lepas dari munculnya sejumlah peristiwa penting. Di antaranya pandemi flu Spanyol pada tahun 1918-1919, yang menewaskan lebih dari 50 juta orang di seluruh dunia, hingga pembentukan Liga Bangsa-Bangsa pada tahun 1920 yang memperkenalkan konsep kesehatan sebagai hak asasi manusia yang mendasar.

Kemudian Perang Dunia II (1939-1945), yang menyebabkan jutaan korban jiwa, luka-luka, penyakit, kelaparan, dan pengungsi. Perang ini juga menimbulkan ancaman epidemi seperti tifus, kolera, disentri, dan malaria. Perang ini membutuhkan kerjasama internasional untuk memberikan bantuan kesehatan dan rehabilitasi bagi para korban.

Disusul Deklarasi HAM Universal (1948), yang merupakan hasil rembuk negara-negara Timur dan Barat setelah mengalami trauma akibat kekejaman Nazi dan perang lainnya.

Deklarasi ini menyatakan bahwa setiap orang berhak atas tingkat kesehatan yang memadai untuk kesejahteraan dirinya dan keluarganya. Deklarasi ini juga menjadi dasar bagi WHO untuk melindungi hak asasi manusia dalam bidang kesehatan.

Baca Juga  Eddy Soeparno Apresiasi Pidato Prabowo di PBB: Indonesia Siap Jadi Pemimpin Iklim Dunia

Revolusi industri dan kemunculan kapitalisme, yang membawa dampak positif dan negatif bagi kesehatan masyarakat, juga memberi dorongan kuat atas lahirnya WHO.

Di satu sisi, revolusi industri meningkatkan produksi, perdagangan, transportasi, dan komunikasi. Di sisi lain, revolusi industri juga menimbulkan masalah seperti polusi, kemiskinan, eksploitasi buruh, dan ketimpangan sosial. Revolusi industri juga memicu kemunculan sosialisme sebagai gerakan alternatif yang menuntut keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat.

Kemudian kebangkitan gerakan feminisme, yang menuntut kesetaraan gender dan hak-hak perempuan dalam berbagai bidang, termasuk kesehatan.

Gerakan feminisme memperjuangkan akses perempuan terhadap pendidikan, pekerjaan, kontrasepsi, aborsi, dan pelayanan kesehatan reproduksi. Gerakan feminisme juga mengkritik diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan dalam masyarakat patriarki.

Munculnya tren urbanisasi di beberapa negara membawa perubahan dalam pola hidup, lingkungan, dan budaya masyarakat. Urbanisasi juga menimbulkan tantangan baru bagi kesehatan masyarakat, seperti kepadatan penduduk, sanitasi buruk, penyakit kronis, stres, dan gaya hidup tidak sehat.

Hal lain, tentu saja, pertumbuhan ilmu pengetahuan, yang memberikan kemajuan dalam bidang medis, farmasi, biologi, genetika, dan teknologi informasi.

Pertumbuhan ilmu pengetahuan membuka peluang untuk penemuan obat-obatan baru, vaksinasi, diagnosis, pencegahan, dan pengobatan penyakit. Pertumbuhan ilmu pengetahuan juga menuntut standar etika dan regulasi yang lebih tinggi dalam praktik kesehatan.

Semua faktor ini memperkuat kesadaran dunia tentang pentingnya upaya bersama dalam peningkatan kesehatan masyarakat dan perlunya organisasi internasional yang fokus pada isu kesehatan global. WHO dibentuk untuk memimpin upaya global dalam meningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit di seluruh dunia.

Baca Juga  Wabah Kolera Meluas di Sudan: Muncul 91 Ribu Kasus, 2.302 Orang Meninggal

Proposal ini disetujui oleh 61 negara anggota PBB yang berkumpul di New York pada tahun 1946 dan menandatangani konstitusi WHO. Konstitusi WHO mulai berlaku pada 7 April 1948 setelah diratifikasi oleh 26 negara anggota PBB.

Sejak berdirinya, WHO telah melakukan berbagai aktivitas dan program untuk mengatasi masalah kesehatan global, seperti pemberantasan penyakit menular, peningkatan kesehatan ibu dan anak, pengembangan sistem kesehatan, penelitian dan pengembangan vaksin dan obat-obatan, serta tanggap darurat terhadap bencana dan wabah.

WHO juga menetapkan standar dan pedoman kesehatan internasional, serta bekerja sama dengan pemerintah, organisasi non-pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil dalam bidang kesehatan.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu-isu kesehatan global dan tantangan yang dihadapi dalam mencapai kesehatan untuk semua, WHO menciptakan Hari Kesehatan Dunia yang diperingati setiap tanggal 7 April sejak tahun 1950.

Hari Kesehatan Dunia mengusung tema yang berbeda setiap tahunnya yang dipilih oleh Direktur Jenderal WHO berdasarkan saran dari pemerintah dan staf anggota. Hari Kesehatan Dunia memberikan kesempatan global untuk memusatkan perhatian pada isu-isu kesehatan dunia dan menggalang dukungan dan aksi dari berbagai pihak untuk mengatasi masalah kesehatan. (hdl)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

hari ini dalam sejarah PBB Sejarah WHO

Berita Lainnya

Prof. Tjandra Yoga Aditama

Ahli Kesehatan WHO Ingatkan Bahaya Gas Tertawa N2O, Penggunaan Nonmedis Terus Meningkat

29 Januari 2026
Ilustrasi penelitian medis (foto: CDC, unsplash)

Wabah Virus Nipah di India Merebak, Tenaga Medis Terinfeksi dan Puluhan Warga Dikarantina

26 Januari 2026
Dracula (1992), film horor yang diadaptasi dari buku Bram Stoker

Hari Ini dalam Sejarah: Lahirnya Bram Stoker, Penulis Dracula yang Mengubah Dunia Sastra Horor

8 November 2025
Sekjen PBB Antonio Guterres

PBB Kurangi 25 Persen Pasukan Perdamaian Dunia Akibat Pemangkasan Dana dari AS

9 Oktober 2025
Eddy Soeparno, Wakil Ketua MPR RI (foto: Dok MPR RI)

Eddy Soeparno Apresiasi Pidato Prabowo di PBB: Indonesia Siap Jadi Pemimpin Iklim Dunia

25 September 2025
Emmanuel Macron

Dukungan untuk Palestina Menguat di Sidang Umum PBB, Macron: Waktu Perdamaian telah Tiba!

24 September 2025
Aksi mendukung Palestina (arsip foto: Nikolas Gannon, unsplash)

Negara-Negara Arab Sambut Baik Pengakuan Palestina oleh Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal

22 September 2025
Aksi unjuk rasa mendukung perdamaian di Palestina (arsip foto: Ian Hutchinson, unsplash)

Rusia Tegaskan Solusi Dua Negara Jadi Jalan Satu-satunya untuk Akhiri Konflik Palestina-Israel

22 September 2025
Chikungunya adalah penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes yang menimbulkan demam dan nyeri sendi berat.

Waspada Chikungunya, Gigitan Nyamuk Betina yang Sebabkan Nyeri Sendi Parah

12 Agustus 2025
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Dwi Wulan Ramadani

Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan

3 Juni 2026
Barang bukti kasus perdagangan bagian satwa dilindungi berupa gading gajah di Kabupaten Gianyar, Bali

Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap

2 Juni 2026
Sylvester Stallone dalam Rambo: Last Blood (2019)

Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office

2 Juni 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.