Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Arsenal Berpeluang Rekrut Dusan Vlahovic Gratis, Juventus Gagal Capai Kesepakatan Kontrak Baru
  • Hari Terumbu Karang Sedunia, PHI Perkuat Konservasi Laut dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Kaltim
  • Kemlu RI dan UNAIR Ajak Generasi Muda Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Hadapi Ketidakpastian Global
  • Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan
  • Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Budaya»Propaganda Ideologi Negeri Sakura dalam Drama Indonesia Zaman Jepang

Propaganda Ideologi Negeri Sakura dalam Drama Indonesia Zaman Jepang

Budaya Heru SP. Saputra23 Oktober 2021
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Jember (www.pilar.id) – Karya sastra Indonesia pada zaman Jepang, terutama drama, mampu memotret peradaban masyarakat dan ideologi penguasa. Drama-drama tersebut menjadi corong propaganda politik Jepang. Dengan demikian, drama Indonesia zaman Jepang menjadi propaganda ideologi Jepang di Indonesia.

Hal ini disampaikan Dr. Cahyaningrum Dewojati, M.Hum., dalam Kuliah Pakar bertema ‘Drama Indonesia Zaman Jepang’. Kuliah Pakar via Zoom Meeting ini dengan pembicara tunggal dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, yang sekaligus dosen tamu di Tokyo University of Foreign Studies (TUFS), Tokyo, Jepang.

Acara diselenggarakan oleh Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia Komisariat Jember (HISKI Jember) bekerja sama dengan Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember (Sind FIB UNEJ), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jember (FKIP UMJ), dan Kelompok Riset Tradisi Lisan dan Kearifan Lokal (KeRis TERKELOK), yang dimoderatori oleh anggota HISKI Jember, Dra. Titik Maslikatin, M.Hum., dengan tajuk NGONTRAS#3 (Ngobrol Nasional Metasastra ke-3) pada Sabtu (16/10).

Dekan FKIP UMJ, Dr. Kukuh Munandar, M.Kes., dalam sambutannya mengungkapkan, forum kuliah pakar ini cukup istimewa, karena dipaparkan langsung dari Tokyo, Jepang. Mari kita resapi dan amalkan ilmu yang dipaparkan oleh pembicara.

“Forum semacam ini kita harapkan dapat memberi kontribusi terhadap kajian-kajian sastra, sehingga dunia sastra kita lebih maju,” ungkap Kukuh. Untuk memeriahkan acara, Kukuh juga membacakan pantun.

“Batang kelapa namanya glugu, glugu yang baik dari praju. Mari kawan kita bersatu, menggapai harapan kesusastraan maju,” katanya yang direspons senyum para peserta di zoom.

Dalam presentasi Kuliah Pakar tersebut Cahyaningrum menjelaskan, bagi generasi penerus di Jepang, masa pendudukan Jepang di Indonesia merupakan masa lalu yang kelam dan keji. Hal itu merupakan luka lama yang ditutup-tutupi oleh pemerintah Jepang, sehingga generasi muda tidak mengetahui sejarah kelam tersebut. Generasi muda tahunya bahwa bangsa mereka merupakan bangsa yang baik dan senantiasa melindungi negara-negara Asia.

Ia menambahkan, peristiwa pendudukan atau penjajahan Jepang merupakan luka lama. Artinya, mereka menganggap bahwa penjajahan merupakan aib, sehingga tidak perlu diketahui oleh generasi muda Jepang. Sebaliknya, justru yang ditekankan bahwa Jepang merupakan victim, korban peperangan. Mereka menempatkan diri sebagai korban, bukan sebagai penjajah.

Baca Juga  Presiden : Presidensi G20 Kesempatan bagi Indonesia Berkontribusi bagi Pemulihan Ekonomi Dunia

“Itu hak mereka. Memposisikan diri sebagai victim. Korban perang. Bukan Penjajah. Itu hak mereka,” kata Cahyaningrum

Ia menjelaskan, drama merupakan medium yang mampu merekam sejarah dan peradaban bangsa. Pada masa pendudukan Jepang, drama menjadi sarana yang baik untuk merekam sejarah perjalanan bangsa Jepang, termasuk peradaban mereka.

“Drama Indonesia zaman Jepang cukup penting untuk dipahami dan dikaji, agar terungkap ideologi yang ada di balik karya-karya tersebut. Karena setiap karya drama merefleksikan peradaban bangsa. Termasuk ideologi bangsa Jepang,” jalas Cahyaningrum.

Drama Indonesia zaman Jepang menjadi periode tersendiri dalam perjalanan sejarah sastra Indonesia. Meskipun tidak terlalu banyak karya yang diproduksi, tidak sebagaimana sastra Melayu Tionghoa, tetapi periode zaman Jepang sangat penting, sebagai bagian dari keutuhan sejarah sastra. H.B. Jassin telah memasukkan periode ini ke dalam periodisasi sastra. Hanya saja tidak banyak yang memberi perhatian atau menganggap penting, sehingga periodisasi yang disusun H.B. Jassin tidak populer di kalangan peneliti dan masyarakat sastra.

Cahyaningrum menekankan bahwa persoalan pada karya-karya zaman Jepang hampir sama dengan kasus pada karya-karya sastra Melayu Tionghoa. Meskipun karya sastra Melayu Tionghoa berjumlah ribuan, tetapi banyak peneliti yang menganggap tidak penting, sehingga menjadi kurang populer di masyarakat. “Menurut saya, sejak sekarang, seharusnya semua periodisasi sastra kita anggap penting karena semua itu merekam sejarah dan peradaban yang ada di Indonesia, termasuk ideologinya,” tegas Cahyaningrum.

Di bagian lain, Cahyaningrum juga menyebutkan bahwa pada masa pendudukan Jepang, pemerintah Jepang mendatangkan para sastrawan dan budayawan ke Indonesia untuk mendukung propaganda Jepang. Mereka punya peran penting dalam mengontrol dan mengawasi media cetak, termasuk buku-buku karya drama. Hal ini terkait dengan keberadaan “Keimin Bunka Shidosho” yang dibentuk oleh Jepang untuk mendukung program propaganda yang mereka lancarkan, dengan pantauan militer Jepang.

Baca Juga  Rayakan Tahun Ular di The Ritz-Carlton Bali dengan Hidangan dan Tradisi Istimewa

Dijelaskan juga oleh Cahyaningrum bahwa di berbagai medium, baik buku sejarah maupun museum di Jepang, tidak muncul informasi tentang penjajahan Jepang terhadap Indonesia. Yang lebih diinformasikan, mereka menjadi korban peperangan, bukan sebagai penjajah dengan kekejamannya. Jadi, museum dan sejarah Jepang digunakan untuk brandwash atau “cuci otak” pascaperang, agar generasi berikutnya tidak ikut terluka. “Di sekolah SMP dan SMA di Jepang, tidak ada buku sejarah yang mengajarkan atau menginformasikan penjajahan Jepang kepada Indonesia,” tegas Cahyaningrum.

Cahyaningrum juga menekankan bahwa Jepang menebarkan mimpi ke orang Indonesia sebagai pengayom Asia, sehingga mampu mempropagandakan siasatnya agar orang Indonesia membenci Amerika, Inggris, dan Belanda. Trauma masa lalu orang Indonesia terhadap kolonial Belanda, menjadi bagian positif bagi Jepang. Mantra atau iming-iming yang disampaikan oleh Jepang kepada Indonesia adalah negara yang bebas, beradab, dan maju. Di berbagai poster ditekankan persamaan Jepang dan Indonesia, sehingga diungkap bahwa kedua negara bersaudara. “Bendera kita kan warnanya sama, warna merah dan putih. Berarti kita saudara. Secara fisik, tinggi kita kan sama. Berarti kita saudara. Kulit kita juga hampir sama. Berarti kita saudara, kata Cahyaningrum sembari tersenyum getir.

Cahyaningrum juga memaparkan bahwa mahasiswa Jepang saat ini, atau generasi muda Jepang, pada umumnya tidak memahami kondisi kekejaman Jepang pada masa Perang Dunia II, termasuk kekejaman Jepang terhadap Indonesia. Tidak ada dalam buku sejarah di SMP atau SMA yang menyebutkan tentang penjajahan Jepang.

Sembilan puluh persen mahasiswa Jepang tidak tahu kondisi sejarah Jepang dan kekejamannya terhadap Indonesia. Hal ini dikarenakan pemerintah Jepang berusaha untuk menyembunyikan sejarah kelam tersebut.

“Kondisi seperti ini sangat miris. Generasi muda tidak mengetahui sejarah kelam bangsanya. Tetapi itulah yang terjadi,” tandasnya. Dr. Heru S.P. Saputra, M.Hum | Dosen Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jember, dan Ketua HISKI Komisariat Jember

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

headline Zaman Jepang

Berita Lainnya

Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Maybank memperluas dampak sosial di ASEAN dengan menjangkau 1,49 juta penerima manfaat melalui pembiayaan inklusif dan pemberdayaan komunitas.

Maybank Salurkan Dampak Sosial ke 1,49 Juta Penerima Manfaat di ASEAN Sepanjang 2025

23 Mei 2026
BCA UMKM Fest 2026 hadir di Indonesia Arena bersama Pagelaran Sabang Merauke dengan ribuan UMKM dan dukungan digitalisasi usaha.

BCA UMKM Fest 2026 Hadir Lebih Meriah, Kolaborasi dengan Pagelaran Sabang Merauke di Indonesia Arena

22 Mei 2026
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Pizza Day 2026: Harga Bitcoin Turun, tetapi Semangat Adopsi Kripto Tetap Menguat

22 Mei 2026
Ilustrasi Nvidia (foto: Mariia Shalabaieva, unsplash)

NVIDIA Gandeng Ineffable Intelligence Kembangkan Infrastruktur AI Superlearners Berbasis Reinforcement Learning

15 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Dusan Vlahovic (sumber foto: instagram @vlahovicdusan)

Arsenal Berpeluang Rekrut Dusan Vlahovic Gratis, Juventus Gagal Capai Kesepakatan Kontrak Baru

4 Juni 2026
PHI memperkuat konservasi terumbu karang dan pemberdayaan masyarakat pesisir Kalimantan Timur melalui program Jaga Pesisir Kita dan Rig to Reef.

Hari Terumbu Karang Sedunia, PHI Perkuat Konservasi Laut dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Kaltim

4 Juni 2026
Kemlu RI dan UNAIR mengajak generasi muda memperkuat ketahanan pangan dan energi melalui D-8 Youth Dialogue di Surabaya.

Kemlu RI dan UNAIR Ajak Generasi Muda Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Hadapi Ketidakpastian Global

4 Juni 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.