Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi
  • Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia
  • Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah
  • Polres Probolinggo Siagakan 92 Personel Amankan Yadnya Kasada 2026 di Gunung Bromo
  • Tim Bulutangkis Polri Juara Umum SEA Police Badminton Championship 2026, Borong 4 Emas dan 2 Perak di Kamboja
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Politik»Partai Politik di Indonesia Dikritik karena Dominasi Oligarki dan Ancaman Bagi Demokrasi

Partai Politik di Indonesia Dikritik karena Dominasi Oligarki dan Ancaman Bagi Demokrasi

Politik Hendro D. Laksono9 Juli 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Rizal Ramli. (foto: istimewa)
Rizal Ramli. (foto: istimewa)

Jakarta (pilar.id) – Jelang Pemilu 2024, sejumlah diskusi mengenai demokrasi dan partai politik terus bermunculan. Salah satunya seperti diskusi bertajuk ‘Oligarki dalam Parpol dan Bahayanya bagi Demokrasi’ yang digelar melalui platform Twitter Space dengan moderator Septa Dinata beberapa waktu lalu.

Mantan Menko Kemaritiman, Dr. Rizal Ramli, dalam kesempatan itu mengungkap kekhawatirannya. Kata dia, banyak partai politik di Indonesia dikelola seolah-olah seperti CV yang tergantung pada Ketua Umum Partai.

Ia menyoroti bahwa setelah jatuhnya Orde Baru, para pejuang dan aktivis Reformasi 98 terlalu fokus pada kejatuhan Soeharto tanpa memperhatikan peran lembaga lain, termasuk partai politik.

Menurut Rizal, pada saat itu, banyak aktivis mahasiswa menuntut pembubaran partai politik pendukung Orde Baru dengan mengadakan demonstrasi di kantor Golkar dan partai lainnya. Namun, keinginan tersebut tidak terealisasi, dan sekarang terlihat bahwa saran tersebut sebenarnya memiliki kebenaran.

Rizal Ramli menyebutkan bahwa partai-partai tersebut semakin menunjukkan sifat yang tidak demokratis secara internal, di mana pengaruh ketua umum sangat dominan. Semua keputusan diatur oleh mereka, termasuk aliran dana yang sebagian besar masuk ke kantong ketua umum parpol bukan ke pendapatan resmi partai.

Partai politik di Indonesia mendapatkan pendanaan dari berbagai sumber, termasuk anggaran pemerintah seperti APBN, APBD, dan BUMN. Namun, sebagian besar dana tersebut tidak masuk ke pendapatan resmi partai, melainkan ke kantong-kantong ketua umum parpol.

Baca Juga  Dies Natalis Universitas Paramadina ke-27 Soroti Sejarah, Tantangan, dan Harapan Masa Depan Indonesia

Rizal Ramli menegaskan bahwa hal-hal seperti itu tidak bisa lagi ditoleransi. Menurutnya, dalam konteks negara demokratis, partai politik memang diperlukan, tetapi pengelolaannya harus mengutamakan demokrasi internal. Semua keputusan dan kewenangan tidak boleh semata-mata berasal dari ketua umum parpol.

Saat ini, ketua umum parpol memiliki kekuasaan untuk memecat anggota-anggota DPR seenaknya. Hal ini membuat 575 anggota DPR hanya tunduk pada kehendak 9 atau 10 ketua umum. Rizal mengkritik bahwa ketua umum parpol sering mendapatkan keuntungan pribadi melalui proyek-proyek dan kredit yang diberikan oleh penguasa.

Rizal Ramli menyatakan bahwa sistem politik seperti itu dapat merusak demokrasi. Oleh karena itu, setelah masa kepemimpinan Jokowi, perlu dilakukan perbaikan-perbaikan.

Pertama, Rizal menyarankan agar partai politik dibiayai oleh negara, seperti halnya di Eropa, Inggris, Selandia Baru, Australia, dan negara-negara Arab. Menurutnya, biaya tersebut tidak terlalu mahal, hanya sekitar Rp30 triliun per tahun. Namun, praktik saat ini menunjukkan bahwa partai politik justru “mencuri” lebih dari Rp75 triliun.

Selain itu, pembiayaan tersebut harus disertai dengan kewajiban untuk mengubah AD/ART partai politik guna menciptakan demokratisasi internal. Rizal menegaskan bahwa pengeluaran yang dibiayai oleh negara harus diaudit dan hanya boleh digunakan untuk kepentingan kaderisasi, kampanye, dan organisasi partai politik. Penggunaan dana tersebut untuk kepentingan pribadi harus dihindari.

Rizal Ramli berpendapat bahwa setelah partai politik bersih dan demokratis, mereka akan menjadi pelopor dalam memperjuangkan keadilan, demokrasi, dan good governance dalam pemerintahan.

Baca Juga  Filsafat Mencegah Masyarakat Percaya Kebenaran yang tidak Jelas

Dalam kesempatan yang sama, Afiq Naufal, Sekretaris Jenderal Serikat Mahasiswa (SEMA) Universitas Paramadina, mengungkapkan kegelisahan kaum muda terhadap dominasi oligarki dalam partai politik. Menurutnya, kaum muda merupakan pemilih terbanyak dalam Pemilu 2024, namun mereka merasa tidak nyaman dan bahkan alergi terhadap praktik politik yang terjadi saat ini.

Afiq menyoroti kurangnya pendidikan politik bagi kaum muda yang berdampak negatif pada stabilitas demokrasi di masa depan. Bagi kaum muda, demokrasi seharusnya menjadi suara rakyat yang merepresentasikan gagasan dan pikiran mereka.

Ia juga mengingatkan bahwa masih banyak orang yang terpaku pada figur atau kultus tertentu dalam dunia politik, bukan pada ide dan gagasan. Hal ini sangat berbahaya bagi demokrasi, karena demokrasi sejati seharusnya mengedepankan gagasan, ide, dan strategi masa depan Indonesia.

Diskusi tersebut menggarisbawahi pentingnya reformasi dalam partai politik Indonesia untuk mengatasi dominasi oligarki dan memperkuat demokrasi. Reformasi ini meliputi pembiayaan partai politik oleh negara, demokratisasi internal partai, dan peningkatan pendidikan politik bagi kaum muda. (hdl)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

Oligarki Partai Politik Rizal Ramli Twitter Universitas Paramadina

Berita Lainnya

Menaker Yassierli tekankan triple readiness bagi lulusan di Wisuda Paramadina ke-44 untuk hadapi AI, digitalisasi, dan ekonomi hijau.

Menaker Yassierli di Wisuda Paramadina: Lulusan Harus Punya Strategi Triple Readiness Hadapi Disrupsi Global

26 April 2026
Diskusi Rumi Therapy di Jakarta bahas integrasi psikologi, neurosains, dan spiritualitas untuk kesehatan mental modern.

Rumi Therapy Dibedah di Jakarta, Kolaborasi Indonesia–Türkiye Soroti Kesehatan Mental Berbasis Spiritualitas

5 April 2026
Konferensi Internasional Indonesia Forum ke-18 di Universitas Paramadina bahas demokrasi, tata kelola, hingga isu global dengan partisipasi akademisi dunia.

Konferensi Internasional Indonesia Forum ke-18 Bahas Demokrasi dan Tata Kelola di Paramadina

19 September 2025
Shinta W. Kamdani

Shinta W. Kamdani: Indonesia Incorporated Jadi Kunci Lapangan Kerja dan Ketahanan Ekonomi

14 September 2025
Gita Wirjawan

Gita Wirjawan Ungkap Kunci Transformasi Asia Tenggara: Literasi, Pendidikan, hingga Energi

6 September 2025
Wijayanto Samirin, Ekonom Universitas Paramadina

Ekonom Universitas Paramadina Sebut Kasus Noel Jadi Alarm Bahaya Pemberantasan Korupsi di Era Prabowo

25 Agustus 2025
Wakil Rektor Universitas Paramadina, Handi Risza

Warek Universitas Paramadina Ingatkan Pemda: Jangan Jadikan PBB-P2 Jalan Pintas Tambah PAD

15 Agustus 2025
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini

Didik J. Rachbini: Relawan Politik Jangan Jadi Hama Demokrasi di Pemerintahan

10 Agustus 2025
Arsjad Rasjid, Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia

Arsjad Rasjid: Bonus Demografi Bisa Jadi Bencana Jika Lapangan Kerja Tidak Tersedia

20 Juli 2025
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Jarrod Bowen (sumber foto: instagram @jarrodbowen)

Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi

31 Mei 2026
Telkomsel dan TVRI menghadirkan Bola Gembira MAXStream TV untuk Piala Dunia 2026 dengan akses 104 pertandingan, paket khusus, dan 100 ribu akses gratis.

Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia

31 Mei 2026
Guru Besar Linguistik Universitas Airlangga, Prof. Dr. Dra. Ni Wayan Sartini, M.Hum.

Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah

31 Mei 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.