Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Kemenkes Minta Publik Tak Stigma ODHIV, Peningkatan Temuan Kasus Hasil Deteksi Dini
  • Pemerintah Berlakukan Bea Masuk 0 Persen untuk Industri MRO dan Petrokimia Lewat PMK Nomor 50 Tahun 2026
  • Bank Jatim dan Bank NTT Perkuat Sinergi BPD Lewat Kerja Sama Remitansi Internasional untuk Tingkatkan Inklusi Keuangan
  • Rano Karno Resmikan Open Top Tour Jakarta Batavia dan Uji Coba Open Dining, Perkuat Wisata Kota Tua
  • Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV di Parkir Makam Keputih, Tarif Maksimal Rp5.000 Kini Diawasi Ketat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Ekonomi»Bapanas Perkuat Hilirisasi Singkong di Bogor, UMKM Desa Tajur Kini Mampu Produksi Tapioka hingga 12 Ton per Hari

Bapanas Perkuat Hilirisasi Singkong di Bogor, UMKM Desa Tajur Kini Mampu Produksi Tapioka hingga 12 Ton per Hari

Ekonomi Moh. Usman24 April 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Bapanas memperkuat hilirisasi singkong di Bogor lewat bantuan alat pengolahan. Produksi tapioka UMKM Desa Tajur meningkat hingga 12 ton per hari.
Bapanas memperkuat hilirisasi singkong di Bogor lewat bantuan alat pengolahan. Produksi tapioka UMKM Desa Tajur meningkat hingga 12 ton per hari.

Bogor (pilar.id) – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat hilirisasi singkong di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melalui pemberian bantuan peralatan pengolahan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong penganekaragaman pangan sekaligus meningkatkan daya saing produk pangan lokal berbasis ubi kayu.

Intervensi tersebut terlihat dalam pengembangan sentra pengolahan singkong di Desa Tajur, Kecamatan Citeureup. Melalui bantuan teknologi, pelaku usaha di wilayah ini mulai beralih dari pola produksi tradisional menuju sistem semi modern yang lebih higienis dan efisien.

Bantuan peralatan yang disalurkan mencakup mesin parut, mesin pencuci, mesin pengering, hingga sistem penirisan terintegrasi. Peralatan tersebut mendukung proses pengolahan singkong menjadi tepung tapioka dengan kapasitas yang lebih besar serta mutu produksi yang lebih seragam.

Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, menyampaikan bahwa penguatan UMKM pangan lokal merupakan salah satu strategi penting dalam pembangunan pangan nasional. Menurutnya, penguatan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pembentukan ekosistem terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Andriko menjelaskan penggunaan teknologi mengubah proses pengolahan yang sebelumnya bergantung pada metode tradisional seperti penjemuran di bawah sinar matahari menjadi proses yang lebih terkontrol. Dengan dukungan mesin pengering, kapasitas produksi disebut dapat mencapai sekitar satu ton per jam atau setara hingga 12 ton per hari.

Produksi Singkong Diserap UMKM, Lalu Distandardisasi Koperasi

Selain peningkatan teknologi, Bapanas juga menaruh perhatian pada penguatan rantai pasok. Dalam skema yang dibangun, singkong hasil panen petani diserap oleh UMKM untuk diolah menjadi tepung tapioka. Setelah itu, produk disalurkan ke koperasi untuk proses standardisasi, pengemasan ulang, hingga distribusi ke pasar yang lebih luas.

Baca Juga  Solusi Bahan Pangan Lokal untuk Siasati Biaya Makan Siang Gratis, Asal Tetap Bergizi

Andriko menyebut pola integrasi tersebut penting agar kesinambungan produksi tetap terjaga dan kualitas produk dapat memenuhi kebutuhan pasar.

Ia juga menegaskan bahwa pengembangan komoditas singkong menjadi bagian dari strategi diversifikasi pangan nasional. Andriko menilai Indonesia memiliki banyak sumber pangan lokal selain beras dan terigu, seperti ubi kayu, sorgum, dan sagu yang perlu terus didorong pemanfaatannya.

Dalam kesempatan yang sama, ia menyinggung pentingnya pengendalian impor terhadap komoditas yang dapat diproduksi di dalam negeri, agar hasil petani serta pelaku usaha lokal dapat terserap secara optimal.

Pelaku UMKM Merasakan Dampak: Produksi Naik dan Mutu Lebih Konsisten

Di tingkat lapangan, pelaku usaha mulai merasakan dampak signifikan dari bantuan peralatan tersebut. Andi, salah satu pihak yang terlibat dalam pengembangan usaha pengolahan singkong di Desa Tajur, menjelaskan bahwa bantuan dari Bapanas mempercepat transformasi usaha dari sistem tradisional menuju semi modern.

Menurutnya, hasil panen singkong dari masyarakat kini dapat terserap lebih optimal oleh unit pengolahan, kemudian didistribusikan melalui koperasi untuk memenuhi tahapan standardisasi sebelum dipasarkan.

Andi menilai peluang pasar tepung tapioka masih terbuka lebar karena kebutuhan industri makanan olahan terus meningkat. Dengan proses pengolahan yang lebih baik dan kualitas yang lebih terjamin, ia optimistis produk dari Desa Tajur dapat masuk ke berbagai segmen pasar.

Hal serupa disampaikan Khoirudin, pelaku UMKM sekaligus penerima manfaat bantuan alat pengolahan. Ia menyebut penggunaan peralatan baru telah meningkatkan efisiensi produksi. Jika sebelumnya pengolahan masih mengandalkan mesin manual berbasis diesel, kini beralih menggunakan sistem otomatis berbasis listrik yang lebih mudah dioperasikan.

Baca Juga  KPK Tegaskan Pentingnya Pengawasan Dana Rp170 Triliun Program Makan Bergizi Gratis

Khoirudin menyampaikan bahwa kapasitas produksi yang sebelumnya hanya satu hingga dua ton per hari kini meningkat hingga sekitar lima ton, bahkan bisa lebih tergantung ketersediaan bahan baku.

Dorong Nilai Tambah Singkong dan Dukung Program Pangan Nasional

Penguatan sektor pengolahan singkong ini juga dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam membangun ekosistem pangan berbasis potensi lokal. Kabupaten Bogor selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil singkong, namun sebagian besar masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.

Melalui penguatan hilirisasi, nilai tambah singkong dapat meningkat dan membuka manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Bapanas juga melihat adanya peluang keterkaitan dengan program strategis nasional, termasuk kebutuhan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan standar kualitas yang semakin baik, produk olahan singkong berpotensi masuk dalam rantai pasok pangan bergizi untuk masyarakat.

Bapanas menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan UMKM pangan lokal melalui pendekatan terintegrasi, mulai dari peningkatan teknologi produksi, perluasan akses pasar, hingga kolaborasi bersama pemerintah daerah dan pelaku usaha. Langkah tersebut diharapkan mempercepat terbentuknya ekosistem pangan lokal yang berdaya saing serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. (usm)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Bapanas RI Makan Bergizi Gratis

Berita Lainnya

Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga, Eka Saputra SPi MSi

Dosen UNAIR Ingatkan Pentingnya Pengolahan Tepat Usai Kasus Keracunan MBG Ikan Hiu

30 September 2025
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

KPK Tegaskan Pentingnya Pengawasan Dana Rp170 Triliun Program Makan Bergizi Gratis

3 September 2025
Hankook Tire Indonesia donasi meja kursi sekolah dan paket makan bergizi gratis di Bekasi untuk dukung pendidikan dan gizi anak-anak.

Hankook Tire Indonesia Dukung Pendidikan Bekasi dengan Donasi Fasilitas Sekolah dan Program Makan Bergizi Gratis

3 September 2025
Bupati Mojokerto Gus Barra resmikan dapur SPPG Randubango untuk perluas program Makan Bergizi Gratis

Gus Bupati Resmikan Dapur SPPG Randubango, Perluas Program Makan Bergizi Gratis di Mojokerto

31 Agustus 2025
Presiden RI Prabowo Subianto usai membuka pameran APKASI Otonomi Expo 2025 di ICE BSD City, Tangerang

Presiden Prabowo Tegaskan Efisiensi Anggaran Bukan Pemotongan Transfer Daerah

28 Agustus 2025
PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menunjukkan komitmen dalam mendukung program pemerintahan Prabowo-Gibran melalui Makan Bergizi Gratis

Hutama Karya Bangun Dapur Umum untuk Program Makan Bergizi Gratis di Jambi

26 Maret 2025
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung

Gubernur DKI Jakarta Gandeng Badan Gizi Nasional, Transformasi Kantin Sekolah Jadi Kantin Sehat

13 Maret 2025

Ibu Hamil dan Balita di Kelurahan Susukan Jakarta Timur Terima Makanan Bergizi Gratis

11 Januari 2025
Lailatul Muniroh SKM MKes, Dosen Program Studi Gizi FKM Universitas Airlangga

Program Makan Bergizi Gratis Perlu Evaluasi Berkelanjutan, Ini Kata Dosen Gizi UNAIR

9 Januari 2025
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Kemenkes mengajak masyarakat tidak memberi stigma kepada ODHIV. Peningkatan temuan kasus HIV di Sidoarjo disebut mencerminkan keberhasilan deteksi dini.

Kemenkes Minta Publik Tak Stigma ODHIV, Peningkatan Temuan Kasus Hasil Deteksi Dini

25 Juli 2026
Haryo Limanseto

Pemerintah Berlakukan Bea Masuk 0 Persen untuk Industri MRO dan Petrokimia Lewat PMK Nomor 50 Tahun 2026

25 Juli 2026
Bank Jatim dan Bank NTT menjalin kerja sama layanan remitansi internasional untuk memperluas akses keuangan, mendukung PMI, dan memperkuat sinergi BPD.

Bank Jatim dan Bank NTT Perkuat Sinergi BPD Lewat Kerja Sama Remitansi Internasional untuk Tingkatkan Inklusi Keuangan

24 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.