Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia Sebut Program Sekolah Gratis Banten Perlu Dicontoh Daerah Lain
  • Laba Bersih BBTN Melonjak 41 Persen pada Semester I 2026, Kredit Tumbuh dan Kualitas Aset Membaik
  • J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia
  • Pemerintah Ubah Strategi Berantas Judi Online, Tak Hanya Blokir Situs tetapi Putus Seluruh Ekosistemnya
  • Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Berada di Urutan 30, Sutarmidji Harapkan Sinkronisasi Data Terkait IPM di Kalbar

Berada di Urutan 30, Sutarmidji Harapkan Sinkronisasi Data Terkait IPM di Kalbar

Peristiwa Dina Prihatini19 Juli 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Gubernur Kalbar Sutarmidji (Foto : Istimewa)

Pontianak (pilar.id) – Kalimantan Barat menempati urutan ke-30 dari seluruh provinsi di Indonesia capaian Indek Pembangunan Manusia (IPM).

Kalbar bahkan dinilai rendah dengan angka 67,90. Penilaian ini justru menimbulkan pertanyaan bagi Gubernur Kalimantan Barat. Pasalnya, dari beberapa indikator yang menunjang angka IPM tersebut justru tinggi bahkan beberapa di antaranya melebihi capaian di provinsi lain.

“Saya lihat di kabupaten kota angka-angka statistiknya menunjukkan ada yang aneh. Misalnya bicara kemiskinan dan kondisi ekonomi. Kita angka kemiskinan rendah dibanding di jawa tengah, begitu juga angka pengangguran namun IPM rendah,” ungkap Gubernur Kalbar Sutarmidji Senin (19/7/2022).

Dirinya menyampaikan hal itu saat memberi sambutan pada acara Lokakarya Penyusunan Rencana Aksi Percepatan Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan ini merupakan kaloborasi antara Pemerintah Provinsi Kalbar bersama USAID pada program Tata Kelola Pemerintah yang Efektif, Efesian dan Kuat (ERAT).

Gubernur Kalbar menyebutkan, IPM Kalbar rendah bukan lantaran capaian indikator penunjang tersebut rendah, namun ia memprediksi adanya integrasi data yang tidak sesuai.

Dimisalkannya terkait dengan pertumbuhan ekonomi di Kalbar paling tinggi bila dibandingkan dengan pulau kalimantan lainnya. Begitu juga dengan tampilan ekonomi yang menempati urutan kedua setelah Kaltim.

Namun, mantan Walikota Pontianak dua periode itu mempertanyakan kenapa IPM Kalbar justru rendah bahkan menempati urutan terbawah.

Menurutnya, hal ini terjadi lantaran adanya kesalahan dalam penginputan data sehingga menyebabkan kebijakan yang dibuat tidak tepat sassarn.

Baca Juga  Tangani Stunting dengan Indikator Indeks Desa Membangun

Ia mencontohkan terkait dengan penanganan ekonomi masyarakat ketika Covid-19 lalu. Banyak masyarakat yang masuk kategori miskin melakukan protes lantaran tidak mendapat bantuan. Sementara, masyarakat yang masuk kelas menengah atas justru teridentifikasi dan mendapatkan bantuan tersebut.

“Yang ekonomi bagus, istri kepala desa, perangkat desa. Ini tidak benar. Sama juga dengan IPM. Padahal angka harapan hidup kita di atas IPM,” terangnya.

Hal ini mesti ditanggulangi. Keterlibatan para pihak harus bersinergi untuk melakukan perbaikan dan peningkatan IPM di Kalbar. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah konsolidasi data.

Dengan data yang akurat, penilaian yang tepat maka hal tersebut akan memberi dampak terhadap komponen data yang menunjang variable dan indikator pendongkrak IPM tersebut. Dari indikator tersebut, maka para pihak dapat mengetahui secara spesifik persoalan-persoalan yang ada dan membuat peta jalan untuk memperbaiki kondisi tersebut.

Selain mengkonsolidasikan data, menurut dia, metode penilaian pada pengukuran IPM ini juga mesti dievaluasi. Dimisalkannya lagi terkait dengan perhitungan angka kemiskinan desa dari status desa. Di mana, perhitungan berdasarkan jumlah desa yang telah berstatus mandiri.

“Saya ingin kunci angka kemiskinan dari status desa. Karena yang menilai desa bukan kita, tapi kementrian. Jadi semakin banyak desa yang berstatus mandiri maka semakin tinggi capainnya,” tegasnya.

Diakui Bang Midji, perhitungan yang benar semestinya berdasarkan persentase capaian bukan mengacu pada jumlah desa. Sebab, apabila dengan penilain itu maka akan terjadi gap antara wilayah yang memiliki desa sedikit, dan lebih banyak.

Baca Juga  Penyerahan Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2022, Wagub Kalbar: Target Indikator Ekonomi Tumbuh 5,25 Persen

“Jadi, semakin banyak desa dan jumlah desa yang telah mandiri. Maka semakin tinggi capaiannya. Itu tidak betu cara berhitungnya. Seharusnya berdasarkan persentase. Itu cara ulasan yang harus Bappeda ulangi. Jangan asal terima saja,” paparnya.

Bukan cuma itu, ia juga menegaskan para pihak harus menyusun peta jalan untuk menanggulangi hal ini harus sesuai kondisi yang ada. Karena apabila dalam penyusunan protap salah, program dan kegiatan yang dilakukan salah, begitu juga dengan eksekusinya maka tidak akan berdampak apa-apa terhadap target yang ingin dicapai.

Sayangnya, hal ini juga terkendala karena para OPD yang dinilainya tidak suka membaca data, apalagi untuk memahami data yang ada. Ia menegaskan banyak OPD yang tidak jeli menganalisis data, dan mampu membuat data menjadi rasional. Padahal, hal-hal ini yang semestinya menjadi perhatian para pihak.

“Itu yang saya harapkan. Ini tantangan kita sebagai Kepala OPD bagaimaa mengerakkan program dan menselaraskan ke Pemkab. Saya yakin kita bisa. Tidak sulit, sangat-sangat mudah. Hanya program dan kegiatan kita belum terarah dan juga soal pelaporan,” ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, turut dihadiri Seketaris Daerah Provinsi Kalbar dr. Harisson M.Kes, Kepala Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar, Perwakolan USAID dan perwakilan BPS. (din)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Indek Pembangunan Manusia Kalimantan Barat

Berita Lainnya

Rangkong gading (foto: dok menlhk.go.id)

Mengenal Rangkong Gading yang Setia: Burung Maskulin, Maskot Provinsi Kalimantan Barat

6 Mei 2025
Grup ABM, khususnya CKB Logistics, diharap dapat memperluas jangkauan bisnis sekaligus menciptakan peluang baru

CKB Logistics Resmikan Kantor Baru di Pontianak untuk Dukung Industri Pertambangan Kalimantan Barat

25 September 2024

Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Sungai Asam

16 April 2023

Kunker Ketua DPR RI, Karolin : Kota Singkawang Sambut Kedatangan Puan Maharani

20 Maret 2023

Berpotensi Longsor dan Banjir, BMKG Kalbar: Waspada Dampak Hujan Lebat

15 Maret 2023

Sutarmidji: Sekolah Jangan Pungut Biaya Seragam Siswa

15 Maret 2023

Ajak Masyarakat Menjadi Peserta JKN-KIS

13 Maret 2023

Sutarmidji: Data Valid, Landasan untuk Bekerja

9 Maret 2023

Cegah Korupsi di Perizinan, Tata Kelola Keuangan dan Penegakan Hukum

9 Maret 2023
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Berita Lainnya
PB Pemuda Muslimin Indonesia mendukung Program Sekolah Gratis Pemprov Banten dan menilai kebijakan itu layak menjadi contoh bagi daerah lain.

Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia Sebut Program Sekolah Gratis Banten Perlu Dicontoh Daerah Lain

19 Juli 2026
BTN

Laba Bersih BBTN Melonjak 41 Persen pada Semester I 2026, Kredit Tumbuh dan Kualitas Aset Membaik

19 Juli 2026
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.