Surabaya (pilar.id) – Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Permakanan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surabaya telah dimulai pada Kamis (4/1/2022). Penyaluran BLT ini didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya untuk tahun 2024.
Anna Fajriatin, Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, menyampaikan bahwa jumlah penerima BLT permakanan tahun 2024 mencapai 8.310 warga. Para penerima bantuan sosial ini termasuk dalam data keluarga miskin yang telah diidentifikasi oleh Pemkot Surabaya.
“Penerima ada sekitar 8.310, peralihan dari program permakanan siap saji dan juga warga miskin yang belum mendapatkan bantuan sosial,” kata Anna Fajriatin, Jumat (5/1/2023).
Menurut Anna, anggaran untuk BLT permakanan ini termasuk dalam belanja bantuan sosial (bansos). Penggunaan anggaran ini sejalan dengan program-program bansos lainnya seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial RI.
“Artinya apa, satu orang tidak bisa mendapatkan bantuan double (ganda). Jadi kalau dia sudah mendapat PKH dari pusat, maka dia tidak mendapatkan permakanan. Kecuali dia memilih mendapatkan permakanan dari pemkot dan PKH nya dilepas,” jelasnya.
Anna berharap bahwa melalui skema ini, bantuan sosial dapat lebih merata dan mencakup semua lapisan masyarakat miskin, baik dari pemerintah pusat maupun Pemkot Surabaya.
“Untuk BLT permakanan besarnya Rp200 ribu, diberikan setiap bulan selama setahun. Jadi besarannya sama dengan BPNT yang ada di pemerintah pusat Rp200 ribu,” tambahnya.
Penyaluran BLT permakanan dilakukan secara bertahap di masing-masing kecamatan. Pada tahap awal, BLT permakanan disalurkan kepada 109 warga di Kecamatan Pabean Cantian Surabaya. “Insyaallah nanti (penyalurannya) dilakukan bertahap,” kata Anna.
Di sisi lain, Yani Sukmawati, warga Kelurahan Bongkaran, Kecamatan Pabean Surabaya, sebagai salah satu penerima BLT permakanan, menyatakan persetujuannya terhadap peralihan program permakanan siap saji menjadi bantuan tunai.
“Kalau menurut saya ya mending (dapat) BLT atau uang. Karena nanti (makanan siap saji), tidak sesuai makanan yang diberikan setiap hari dengan keinginan anak,” ujar Yani.
Dengan demikian, Yani menyambut baik keputusan Pemkot Surabaya untuk mengalihkan program permakanan siap saji menjadi bantuan langsung tunai. “Uangnya nanti untuk kebutuhan anak, terutama untuk makan,” tambahnya. (rio/ted)










