Madiun (pilar.id) – Untuk mencegah penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) agar tidak semakin meluas, petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun, Jawa Timur, melakukan vaksinasi pada ternak sapi yang ada di wilayahnya
Dijelaskan Kepala Bidang Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Madiun Wahyu Niken Febrianti, total terdapat 131 ekor sapi yang menjadi sasaran dari 174 populasi ternak sapi di kotanya.
“Selisihnya itu sapi yang terindikasi sakit, baru sembuh dari sakit, atau berada di lingkungan sapi yang sakit. Itu tidak menjadi sasaran vaksinasi PMK,” ujar Niken di sela kegiatan vaksinasi di Madiun, Senin (27/6/2022).
Dalam kesempatan itu petugas menggunakan vaksin sebanyak dua mililiter lalu disuntikkan kepada hewan ternak. Sapi yang sudah mendapatkan vaksinasi lalu diberi tanda berupa neck tag. Selanjutnya, vaksinasi tahap II dilakukan pada empat pekan setelah vaksinasi dosis pertama diberikan.
Menurut Niken, terdapat 39 ekor ternak sapi di Kota Madiun yang positif terkontaminasi PMK. Sesuai data, per tanggal 26 Juni 2022, dari 39 sapi sakit PMK itu, sebanyak 10 sapi di antaranya sudah sembuh.
“Sedangkan, sisanya masih dalam tahap pengobatan suportif dari tim DKPP. Alhamdulillah, belum aja kasus kematian sapi. Semoga tidak ada,” kata dia.
Sementara itu, kegiatan vaksinasi dilakukan secara serentak dalam satu hari. DKPP membagi tim vaksinator menjadi tiga kelompok. Masing-masing bertugas melakukan penyuntikan di Kecamatan Kartoharjo, Manguharjo, dan Taman. (hdl/ant)










