Pontianak (pilar.id) – Progres realisasi merupakan salah satu pertimbangan self bloking atau penghematan anggaran selain isian capaian output di aplikasi SMART DJA.
Untuk itu Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Masyhudi mengharapkan seluruh satker di wilayah Kejati Kalbar mendukung percepatan realisasi anggaran khususnya terkait penanganan perkara.
Dijelaskannya bahwa kompleksnya penilaian pelaksanaan anggaran saat ini, harus terus dipelajari dan memperbarui sumberdaya yang dimiliki.
“Jika kita tertinggal akan berpotensi nilai indikator pelaksanaan anggaran kita akan jelek,” tuturnya pada kegiatan sosialisasi anggaran di lingkungan kerja Kejati Kalbar, Aula lantai 4 Kejati Kalbar, Kamis (11/8/2022).
Diakuinya, seluruh aspek penilaian ini merupakan suatu rangkaian kegiatan yang bekerja secara sistematis dan terukur di aplikasi OMSPAN, dalam rangka mewujudkan belanja kementerian negara/lembaga yang lebih berkualitas, lebih baik (speending better) dan sesuai dengan tatakelola yang baik (good govermence).
Selain memberikan indikator kinerja pelaksanaan anggaran yang lebih transparan dan akuntabilitas.
Terkait realisasi anggaran mempedomani pasal 9 ayat (3) Perdirjen Nomor 5/2022. Diantaranya belanja pegawai untuk sampai dengan triwulan III yang berakhir pada tanggal 30 September sebesar minimal 75 persen Belanja barang sampai dengan Triwulan III yang berakhir pada tanggal 30 September sebesar minimal 70 persen.
Sementara belanja modal sampai dengan Triwulan III yang berakhir pada tanggal 30 September sebesar minimal 70 persen.
“Saya yakin kita semua akan mampu mencapai ini, jika kita bersungguh-sungguh dalam mengiplemntasikan indikator-indikator dalam penilaian IKPA dengan mengoptimalkan seluruh potensi sumberdaya yang kita miliki,” paparnya lagi.
Ia menambahkan Kejaksaan RI sedang berjuang untuk membuka self bloking, yang sudah ditunggu-tunggu pihaknya. Maka kata Masyhudi perlu mempersiapkan rencana penarikan anggaran yang terencana dan terukur.
“Karena jika self bloking ini dibuka otomatis realisasi kita akan turun. Jika tidak diimbangi dengan rencana realisasi yang baik akan sulit bagi kita untuk mencapai target realisasi Triwulan III nantinya,” cetusnya.
Ditambahkannya kegiatan ini memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi para peserta, khususnya bagi pegawai diwilayah Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat yang terkait dengan pelaksanan/pengelolaan anggaran disatuan kerjanya.
“ntuk selanjutnya dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan anggaran dilingkunganya,” imbuhnya. (din)






